Batalyon Infanteri 641/Beruang atau Yonif 641/Beruang merupakan salah satu Batalyon Infanteri Tempur di bawah komando Brigif 19/Khatulistiwa jajaran wilayah Kodam XII/Tanjungpura. Batalyon ini merupakan Batalyon tertua di Kalimantan Barat, sebagai Pasukan Elit Angkatan Darat yang berkualifikasi Raider, Batalyon ini mempunyai nilai sejarah dan menjadi pasukan pemukul Kodam XII/Tanjungpura untuk melaksanakan Tugas Operasi maupun Tugas Pengamanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Batalyon Infanteri 641/Beruang | |
|---|---|
Lambang Brigif 19/Khatulistiwa | |
| Dibentuk | 26 April 1965 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Infanteri |
| Tipe unit | Raider |
| Peran | Pasukan Gerak Cepat Lintas Medan |
| Bagian dari | Brigif 19/Khatulistiwa |
| Markas | Kota Singkawang, Kalimantan Barat |
| Julukan | Pasukan Beruang |
| Moto | Disiplin, Loyalitas dan Kehormatan |
| Baret | Hijau Tua |
| Maskot | Beruang |
| Ulang tahun | 26 april |
Batalyon Infanteri 641/Beruang atau Yonif 641/Beruang merupakan salah satu Batalyon Infanteri Tempur di bawah komando Brigif 19/Khatulistiwa jajaran wilayah Kodam XII/Tanjungpura. Batalyon ini merupakan Batalyon tertua di Kalimantan Barat, sebagai Pasukan Elit Angkatan Darat yang berkualifikasi Raider, Batalyon ini mempunyai nilai sejarah dan menjadi pasukan pemukul Kodam XII/Tanjungpura untuk melaksanakan Tugas Operasi maupun Tugas Pengamanan.
Mako Yonif 641/Beruang bermarkas di Jln. Raya Singkawang - Bengkayang, Kec. Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Batalyon Infanteri 641/Beruang terdiri dari 5 Kompi yaitu:
Pada tanggal 12 September 1950 di Tarakan Kalimantan Timur telah terbentuk Batalyon Infanteri II Brigade “E” TT VI/Tanjungpura yang anggotanya terdiri dari ex Gerilya dan ex KNIL di bawah pimpinan Kapten Inf. A.F. Kool. Pada tanggal 1 Agustus 1952 Batalyon Infanteri I Brigade “E” TT VI/Tanjungpura dirubah namanya menjadi Batalyon 602 di bawah pimpinan Mayor Inf R.W. Widagdo. Pada awal Agustus Yonif 602 di BP-kan kepada Resimen Infanteri 20 TT VI/Tanjungpura di Kalimantan Barat di bawah pimpinan Mayor Inf. Iwan Supardi. Pada tanggal 18 Agustus 1957 Batalyon 602 dirubah dan beralih status menjadi Yonif 602/Semut Resimen Infanteri 20 TT VI/Tanjungpura di Kalimantan Barat, berdislokasi di Singkawang di bawah pimpinan Mayor Inf. Erman Heri Rustaman. Pada tahun 1958 Yonif 602/Semut menerima kompi CTN (Corps Cadangan Nasional) di Singkawang yang diaktifkan kembali untuk mengisi kekurangan personel Yonif 602/Semut.
Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XII/Tanjungpura nomor Sprin/540/IV/1965 tanggal 26 April 1965 Yonif 602/Semut diubah dan beralih status menjadi Yonif 641/Beruang dan tetap berdislokasi di Singkawang di bawah pimpinan Mayor Inf Ano Sutisna. Pada tanggal 22 Agustus 2013 Batalyon Infanteri 641/Beruang dilikuidasi menjadi Batalyon Infanteri 641/Raider, di bawah pimpinan Mayor Inf Heri Budi Purnomo, S.I.P, pelaksanaan upacara Likuidasi dilaksanakan di Gunung Bohong Cimahi Bandung dengan Irup oleh Kasad Jendral TNI Moeldoko. Dengan perubahan menjadi Batalyon Infanteri 641/Raider, maka pada tanggal 22 Agustus 2013 saat itu dilaksanakan pula Pembukaan Latihan Raider yang diikuti oleh 747 personel Prajurit-Prajurit pilihan Kodam XII/Tanjungpura di bawah pimpinan Mayor Inf Heri Budi Purnomo, S.Ip., selama 3 bulan di Pusdikpassus Batujajar Bandung. Pada tanggal 13 Nopember 2013 dilaksanakan Penutupan Latihan Raider di Area 70 Pantai Cilacap oleh Danjen Kopassus Mayor Jendral TNI Agus Sutomo dengan hasil lulus menempuh kualifikasi Raider.
Pada Tahun 2014, berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad/55/XII/2013 tanggal 4 Desember 2013 tentang Pengalihan Komando dan Pengendalian Yonif 641/Raider dari Brigif 19/Khatulistiwa ke Kodam XII/Tanjungpura. Kemudian dilanjutkan dengan Surat Perintah Pangdam XII/Tpr Nomor Sprin/54/I/2014 tanggal 20 Januari 2014 tentang Perintah mengalihkodalkan Komando dan Pengendalian Yonif 641/Raider dari Brigif 19/Khatulistiwa ke Kodam XII/Tanjungpura. Pada tanggal 29 Januari 2014 dilaksanakan Upacara Alih Kodal Yonif 641/Raider dari Brigif 19/Khatulistiwa ke Kodam XII/Tanjungpura di Aula Makodam XII/Tpr ditandai dengan Penanda Tanganan Naskah Alih Kodal dari Danbrigif 19/Kh Letkol Inf Andi Chandra Adudin, S.E. kepada Kasdam XII/Tpr Brigadir Jenderal TNI M. Anang Sutisna.P.,M.Si.
Pada Tahun 2016, berdasarkan Surat Perintah Pangdam XII/Tpr Nomor Sprin/602/IV/2016 tanggal 6 April 2016 tentang perintah melaksanakan, merencanakan penataan dan peresmian Satuan serta melaksanakan penyesuaian administrasi terhadap satuan yang melaksanakan penataan dan perubahan nama Satuan termasuk Yonif 641/Raider menjadi Yonif Raider 641/Beruang.
Pada Tahun 2020, berdasarkan Surat Perintah Pangdam XII/Tpr Nomor Sprin/382/II/2020 tanggal 28 Februari 2020 tentang peresmian alih Kodal Yonif 642/Kps dari Brigif 19/Kh ke Korem 121/Abw dan Yonif Raider 641/Bru dari Kodam XII/Tpr ke Brigif 19/Kh. Pada tanggal 07 Maret 2020 Pukul 08.00 Wib dilaksanakan Upacara Alih Kodal Yonif Raider 641/Bru dari Kodam XII/Tpr ke Brigif 19/Khatulistiwa di lapangan Makodam XII/Tpr ditandai dengan Penandatanganan Naskah Berita Acara Alih Kodal dari Pangdam XII/Tpr Mayor Jendral TNI Muhammad Nur Rahmad kepada Danbrigif 19/Kh Kolonel Inf Win Nindar.
Meski secara resmi terbentuk pada tahun 1965, embrio batalyon ini sudah ada dan ikut berbagai operasi militer ke berbagai wilayah tugas, di antaranya;
Batalyon Infanteri Raider adalah organisasi setingkat batalyon yang berisikan Pasukan Elit Infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Sepuluh Batalyon Infanteri Raider yang diresmikan pada 22 Desember 2003 itu, dibentuk dengan membekukan 8 Yonif Pemukul Kodam dan 2 yonif Kostrad. Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon infanteri raider (yonif raider) setara dengan tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di jajaran TNI AD.
Seiring dengan ancaman negara yang semakin kompleks ditambah dengan isu perang proxy ditambah dengan wilayah Kalimantan Barat yang langsung berbatasan dengan Negara Malaysia dan Laut China Selatan maka pada tanggal 22 Agustus 2013 Batalyon Infanteri 641/Beruang dilikuidasi menjadi Batalyon Infanteri 641/Raider, di bawah pimpinan Mayor Inf Heri Budi Purnomo, S.I.P. Pelaksanaan upacara likuidasi dilaksanakan di Gunung Bohong Cimahi Bandung dengan Irup oleh Kasad Jendral TNI Moeldoko. Sebanyak 747 orang mengikuti Lattuk Raider di Pusdiklatpassus, Batujajar.