Kabupaten Barito Timur adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kota dan pusat pemerintahan Barito Timur berada di Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten ini berjumlah 115.406 jiwa, dengan kepadatan 30 jiwa/km2, dan pada pertengahan 2024 bertambah menjadi 118.021 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Barito Timur | |
|---|---|
Tugu Gunung Perak di Longkang-Jaar, Kecamatan Dusun Timur | |
| Julukan: Manuwu | |
| Motto: Jari Janang Kalalawah Bahasa Maanyan: Menjadi Jaya Selamanya | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 1°56′00″S 115°06′00″E / 1.93333°S 115.1°E / -1.93333; 115.1 | |
| Negara | |
| Provinsi | Kalimantan Tengah |
| Tanggal berdiri | 3 Agustus 2002 |
| Dasar hukum | UU No. 5 Tahun 2002 |
| Ibu kota | Tamiang Layang |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | M. Yamin |
| • Wakil Bupati | Adi Mula Nakalelu |
| • Sekretaris Daerah | Panahan Moetar |
| Luas | |
| • Total | 3.834,00 km2 (1,480,32 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 118.021 |
| • Kepadatan | 31/km2 (80/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia, Dayak, Lawangan[3] |
| • IPM | tinggi [4] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 526 |
| Pelat kendaraan | KH |
| Kode Kemendagri | 62.13 |
| DAU | Rp 504.448.525.000,- (2020) |
| Situs web | www |
Kabupaten Barito Timur adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kota dan pusat pemerintahan Barito Timur berada di Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten ini berjumlah 115.406 jiwa, dengan kepadatan 30 jiwa/km2, dan pada pertengahan 2024 bertambah menjadi 118.021 jiwa.[1][2]
Gunung Ketam pada awalnya merupakan titik perbatasan tiga kerajaan, yaitu: Kutai, Paser, dan Banjar. Gunung Ketam terletak di selatan Gunung Luang.
Wilayah Kerajaan Banjar di sebelah utara dari Gunung Luang (yang dinamakan Dusun Atas/Boven Doessoen) diserahkan oleh Sultan Adam dari Banjar kepada Hindia Belanda. Wilayah Kabupaten Barito Timur (Tamiang Layang) termasuk daerah inti Tanah Kerajaan Banjar sejak masa Hindu hingga dihapuskannya Kerajaan Banjar oleh Hindia Belanda pada tahun 1860. Wilayah ini tidak pernah diserahkan Kerajaan Banjar kepada Hindia Belanda seperti kebanyakan daerah lainnya di Kalimantan.
Perjanjian 1826 dengan Hindia Belanda menetapkan wilayah yang masih termasuk kerajaan Banjar meliputi daerah tepi timur sepanjang sungai Barito dari Kuin hingga Mengkatip ditarik garis lurus ke gunung Luang kemudian dari gunung Luang ke arah selatan sepanjang sisi barat pegunungan Meratus sebagai wilayah Kesultanan Banjar (1826-1860), sedangkan wilayah di luar kawasan tersebut telah diserahkan kepada Kerajaan Belanda dan menjadi wilayah Hindia Belanda, seperti yang termuat dalam Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849 No. 40, catatan ini berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, per tanggal 27 Agustus 1849, No. 8.[5][a]
Kesultanan Banjar setelah ditaklukan oleh Hindia Belanda terdiri atas dua wilayah regent (adipati) yaitu regent Martapoera (dikepalai Pangeran Djaija Pamenang) dan regent Amonthaij (dikepalai Adipatie Danoe Radja), sedangkan wilayah Barito Timur termasuk ke dalam wilayah regent Amonthaij. Pada tahun 1861, wilayah Barito Timur disebut Distrik Sihoeng (dikepalai Soeta Ono) dan Distrik Pattai (dikepalai Toemenggoeng Djaja Kartie) yang termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Radhen Adipati Danoe Redjo regent der afdeeling Amonthaij (m. 1861) dengan wilayah kekuasaan seluruhnya meliputi 9 distrik:[6]
Sampai tahun 1862, kedua distrik ini yaitu distrik Patai dan Distrik Sihong masih termasuk dalam Afdeeling Amonthaij.[7][8]
Setelah kematian Toemenggoeng Djaja Kartie, distrik Patai digabung ke dalam Distrik Sihong dan disebut Distrik Sihong en Patai, tetapi lama-kelamaan hanya disebut Distrik Sihong saja. Sejak tanggal 19 Agustus 1863 Distrik Sihong yang dikepalai Soeto Ono dikeluarkan dari Afdeeling Amonthaij kemudian digabung ke dalam Afdeeling Doessoen en Becompaij[9][10][11][12]

Barito Timur adalah nama yang secara resmi ditetapkan bagi daerah ini setelah terbentuk menjadi kabupaten otonom sejak 2002.[butuh rujukan] Sebelumnya, daerah ini masih bergabung dengan Kabupaten Barito Selatan.[butuh rujukan] Barito Selatan dikenal dengan nama Barito Hilir untuk wilayah dengan luas 8.287,57 km² sepanjang kiri dan kanan aliran Sungai Barito dan untuk Barito Timur dengan luas 3.013 km² yang meliputi daratan sebelah timur Sungai Barito. Seiring dengan semangat otonomi daerah, maka masyarakat Barito Timur mengusulkan dibentuknya kembali Kabupaten Barito Timur.[butuh rujukan]
Berdasarkan pembagian wilayah administrasi pemerintahan pada waktu itu, wilayah Barito Hilir dan Barito Timur adalah Wilayah Kewedanaan dari Kabupaten Barito yang pusat pemerintahannya berkedudukan di Muara Teweh. Kedua wilayah Kewedanaan tersebut adalah:[butuh rujukan]
Tuntutan masyarakat dari kedua kewedanaan ini agar Kabupaten Barito dipisahkan menjadi dua kabupaten, yang akhirnya mendapat dukungan dari DPRD Barito pada tahun 1956 dalam bentuk Mosi tanggal 30 Januari 1956 dengan Nomor 1/MS/DPRD/56 dan tanggal 21 September 1956 dengan Nomor 2/MS/DPRD/56. Tuntutan masyarakat ini dituangkan pula dalam surat dukungan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Barito dengan surat nomor 675/UP-IV-4 tanggal 23 April 1958. Sambil menunggu ketetapan dari Pemerintah Pusat oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah, dikeluarkan Surat Keputusan (SK) nomor 28/Des-I-4/58 tanggal 10 Juni 1958 kemudian ditunjuklah Wedana Barito Hilir disamping tugasnya mengadakan persiapan-persiapan seperlunya.[butuh rujukan]
Realisasi dari Surat Keputusan (SK) tersebut pada tanggal 5 September 1958 resmi terbentuknya Kantor Persiapan Kabupaten yang berkedudukan di Buntok. Tahun 1959 keluarlah Undang-undang nomor 27 Tahun 1959 yang berlaku sejak tanggal 4 Juli 1959. Dalam Undang-undang tersebut ditetapkan antara lain Kewedanaan Barito Hilir dan Barito Timur dijadikan Daerah Otonomi yang terpisah dari Kabupaten Barito dengan nama Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan, dengan pusat pemerintahan berkedudukan di Buntok.[butuh rujukan]
Secara formal, Kabupaten Barito Timur terbentuk bersama-sama dengan beberapa kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2002 berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur.[butuh rujukan]
Sebelum Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur ini dikeluarkan, wilayah Kewedanaan Barito Timur pernah berkembang dari Kewedanaan Barito Timur menjadi Wilayah Pembantu Bupati Barito Timur, sejak Undang-undang tersebut di atas berlaku, maka secara resmi Wilayah Barito Timur memisahkan diri dari Kabupaten Barito Selatan dan menjadi daerah otonom sendiri dengan nama Kabupaten Barito Timur dengan ibu kota Tamiang Layang.[13]

Kabupaten Barito Timur merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota yang berada dalam wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten Barito Timur yang beribukota di Tamiang Layang terletak pada 1°2' LU dan 2°5' LS, 114°00' dan 115°00' BTr. Luas wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat seluas 383.400 ha (3.834 km²).[14]
Wilayah Kabupaten Barito Timur secara administratif berbatasan dengan beberapa wilayah, yaitu:[butuh rujukan]
| Utara | Kabupaten Barito Selatan |
| Timur | Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan |
| Selatan | Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan |
| Barat | Kabupaten Barito Selatan |
Sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur merupakan dataran rendah dengan ketinggian permukaan berkisar antara 50 s/d 100 mdpl. Kecuali sebagian wilayah Kecamatan Awang dan Patangkep Tutui yang merupakan daerah perbukitan. Dengan tidak ada sungai besar dan banyak memiliki sungai kecil/anak sungai, keberadaannya menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Barito Timur.[14]
Pola penggunaan tanah di Kabupaten Barito Timur dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok, yaitu:[butuh rujukan]
Dari luas wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 383.400 ha, diketahui luas wilayah permukiman seluas 35.659 ha (356,6 km²). Sehingga persentase luas wilayah permukiman dengan luas wilayah adalah 9,30%. Terdapatnya ladang berpindah dengan rotasi pada periode tertentu. Jika tanahnya masih dapat menghasilkan baik maka lahan tersebut akan diusahakan, sebaliknya jika tanah tersebut tidak memuaskan maka akan ditinggalkan sehingga Iuas lahan yang diusahakan tidak baku. Tanaman perkebunan merupakan komoditas utama di daerah ini. Tanaman yang diusahakan adalah karet, kelapa dan rotan. Tanaman karet dan rotan sering diusahakan bersama.[14]
Logo Kabupaten Barito Timur tercipta melalui serangkaian sayembara secara terbuka dan dilaksanakan pada tahun 2002.[butuh rujukan] Jumlah desain logo yang masuk pada saat itu adalah sebanyak 19 desain dari berbagai kalangan peserta dengan mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Barito Timur dan Barito Selatan. Sebanyak 3 desain masuk ke tahap akhir, yaitu desain logo milik Hendroyono, ST dari Buntok, Lesly Diaci Ngindra, ST dari Tamiang Layang, dan Markoni Blantan dari Desa Haringen Kec. Dusun Timur.[butuh rujukan]
Ketiga finalis tersebut melakukan presentasi di Gedung Mantawara dan mereka terpilih sebagai pemenang sayembara dengan catatan ketiga lambang tersebut digabungkan agar saling melengkapi. Master desain utama diambil milik Hendroyono dan gambar pohon karet diambil dari desain milik Lesly, sedangkan untuk gambar akar kayu hitam dan tulisan JARI JANANG KALALAWAH diambil dari desain Markoni sehingga jadilah logo Kabupaten Barito Timur seperti yang digunakan sekarang ini.[butuh rujukan]
Seperti wilayah lain di Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Timur memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang cenderung tinggi hampir sepanjang tahunnya, kecuali pada pertengahan tahun ketika terjadi penurunan curah hujan pada periode Juni hingga September. Suhu udara di wilayah ini cenderung konstan antara 23°–34 °C dengan tingkat kelembapan relatif yang tinggi antara 70%–90%.[butuh rujukan]
| Data iklim Barito Timur, Kalimantan Tengah, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 30.5 (86.9) |
30.6 (87.1) |
30.7 (87.3) |
30.7 (87.3) |
31 (88) |
30.7 (87.3) |
30.9 (87.6) |
31.3 (88.3) |
32 (90) |
31.6 (88.9) |
31.1 (88) |
30.4 (86.7) |
30.96 (87.78) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 26.5 (79.7) |
26.7 (80.1) |
26.7 (80.1) |
26.8 (80.2) |
27.1 (80.8) |
26.9 (80.4) |
26.8 (80.2) |
27.6 (81.7) |
28.1 (82.6) |
27.9 (82.2) |
26.9 (80.4) |
26.5 (79.7) |
27.04 (80.68) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 23 (73) |
23.1 (73.6) |
23.1 (73.6) |
23.3 (73.9) |
23.5 (74.3) |
23.1 (73.6) |
22.7 (72.9) |
23.3 (73.9) |
23.5 (74.3) |
23.3 (73.9) |
23.1 (73.6) |
23 (73) |
23.17 (73.63) |
| Curah hujan mm (inci) | 298 (11.73) |
245 (9.65) |
301 (11.85) |
258 (10.16) |
194 (7.64) |
143 (5.63) |
110 (4.33) |
85 (3.35) |
97 (3.82) |
177 (6.97) |
307 (12.09) |
334 (13.15) |
2.549 (100,37) |
| Rata-rata hari hujan | 14 | 12 | 13 | 12 | 9 | 8 | 7 | 5 | 6 | 9 | 13 | 16 | 124 |
| % kelembapan | 85 | 82 | 84 | 83 | 81 | 79 | 76 | 74 | 78 | 80 | 84 | 86 | 81 |
| Rata-rata sinar matahari harian | 7.1 | 7.3 | 7.2 | 7.3 | 7.8 | 8.0 | 8.5 | 8.9 | 9.1 | 8.3 | 7.4 | 7.1 | 7.83 |
| Sumber #1: Climate-Data.org[15] | |||||||||||||
| Sumber #2: BMKG[16] | |||||||||||||

Bupati Barito Timur periode 2018-2023, dijabat oleh Ampera Ariyanto Y. Mebas, didampingi wakil bupati, Habib Said Abdul Saleh. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Barito Timur 2018, dan dilantik menjadi bupati dan wakil bupati oleh gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, pada 24 September 2018 di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya.[17] Saat ini, penjabat bupati Barito Timur diberikan kepada Indra Gunawan.[butuh rujukan]
| No | Bupati | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Wakil Bupati | |
|---|---|---|---|---|---|
| Indra Gunawan (Penjabat) |
|||||
| M. Yamin | 20 Februari 2025 | Adi Mula Nakalelu | |||

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Barito Timur dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[18] | 2019–2024[19] | 2024–2029 | ||
| PKB | 0 | |||
| Gerindra | 2 | |||
| PDI-P | 4 | |||
| Golkar | 3 | |||
| NasDem | 2 | |||
| Hanura | 3 | |||
| PAN | 2 | |||
| Demokrat | 3 | |||
| PSI | (baru) 0 | |||
| Perindo | (baru) 2 | |||
| PPP | 2 | |||
| PKPI | 4 | |||
| Jumlah Anggota | 25 | |||
| Jumlah Partai | 9 | |||
Kabupaten Barito Timur terdiri dari 10 kecamatan, 3 kelurahan, dan 100 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 109.949 jiwa dengan luas wilayah 3.834,00 km² dan sebaran penduduk 28 jiwa/km².[20][21]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Barito Timur, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Status | Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 62.13.04 | Awang | 11 | Desa | ||
| 62.13.02 | Benua Lima | 1 | 6 | Desa | |
| Kalurahan | |||||
| 62.13.05 | Dusun Tengah | 1 | 7 | Desa | |
| Kalurahan | |||||
| 62.13.01 | Dusun Timur | 1 | 16 | Desa | |
| Kalurahan | |||||
| 62.13.10 | Karusen Janang | 7 | Desa | ||
| 62.13.07 | Paju Epat | 9 | Desa | ||
| 62.13.09 | Paku | 12 | Desa | ||
| 62.13.03 | Patangkep Tutui | 10 | Desa | ||
| 62.13.06 | Pematang Karau | 13 | Desa | ||
| 62.13.08 | Raren Batuah | 9 | Desa | ||
| TOTAL | 3 | 100 |
Berdasarkan hasil sensus penduduk 2020, jumlah penduduk Kabupaten Barito Timur sebanyak 113.229 jiwa, yang terdiri atas 58.112 laki-laki dan 55.117 perempuan. Total penduduk menghasilkan rasio jenis kelamin 105 yang berarti setiap 100 orang perempuan terdapat 105 orang laki-laki. Selain itu, kepadatan penduduk adalah 35 jiwa per km².[22]
Kabupaten Barito Timur terdiri atas 10 kecamatan dengan masing-masing jumlah penduduk adalah sebagai berikut:
| Nomor | Kecamatan | Jumlah Penduduk 2024 (jiwa) | Persentase |
| 1 | Awang | 6.376 | 4,65% |
| 2 | Benua Lima | 6.614 | 4,83% |
| 3 | Dusun Tengah | 25.126 | 18,35% |
| 4 | Dusun Timur | 29.382 | 21,46% |
| 5 | Karusen Janang | 5.387 | 3,93% |
| 6 | Paju Epat | 6.676 | 4,87% |
| 7 | Paku | 9.206 | 6,72% |
| 8 | Patangkep Tutui | 7.205 | 5,26% |
| 9 | Pematang Karau | 13.243 | 9,67% |
| 10 | Raren Batuah | 8.806 | 6,43% |
| Jumlah | 118.021 | 100% | |
|---|---|---|---|
Tidak ada data resmi pemerintahan yang mencatat keragaman suku bangsa di Barito Timur. Namun, suku asli Kalimantan yakni suku Dayak merupakan penduduk asli di kabupaten ini. Suku Dayak sendiri memiliki beragam sub suku yang tersebar di seluruh Kalimantan. Beberapa sub suku Dayak yang ada di Barito Timur yakni Dayak Lawangan yang tinggal berbatasan dengan provinsi Kalimantan Selatan.[23] Selain Dayak Lawangan, suku Dayak lainnya yang ada di Barito Timur ialah Dayak Maanyan.
Suku Dayak di Barito Timur masuk ke dalam Rumpun Ot Danum atau rumpun Barito.[butuh rujukan] Suku Dayak Dusun yang ada di Barito Selatan, Dayak Maanyan, dan Dayak Lawangan, masuk dalam satu organisasi rumpun Dayak yang disebut Dusmala, Dusun Maanyan Lawangan. Selain suku Dayak, suku lain yang ada di Barito Timur seperti Bugis, Jawa, dan suku lainnya.[butuh rujukan]

Sebelum masuknya agama Islam dan Kristen, banyak penduduk Kalimantan Tengah menganut kepercayaan Kaharingan. Saat ini, Kaharingan masuk dalam bagian agama Hindu. Sebagian besar penduduk Barito Timur sekarang menganut agama Islam.[2]
Adapun besaran penduduk Barito Timur menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 50,96%. Kemudian Kekristenan sebanyak 45,05%, dengan rincian Protestan sebanyak 36,39% dan Katolik sebanyak 8,66. Penduduk yang menganut agama Hindu sebanyak 3,97%, dan Buddha 0,01%. Sementara untuk rumah ibadah, dalam data Badan Pusat Statistik Barito Timur tahun 2023 mencatat banyaknya jumlah rumah ibadah di barito Timur yakni masjid sebanyak 81, mushola 127, gereja Protestan sebanyak 200, gereja katolik sebanyak 70, dan Pura atau Balai Basarah sebanyak 40.[2]
Berikut adalah jumlah penduduk Kabupaten Barito Timur menurut agama yang dianut:[butuh rujukan]
| Nomor | Agama | Jumlah Penduduk (jiwa) | Persentase |
| 1 | Islam | 60.728 | 51,45% |
| 2 | Kristen | 42.657 | 36,14% |
| 3 | Katolik | 10.209 | 8,65% |
| 4 | Hindu | 4.393 | 3,72% |
| 5 | Buddha | 28 | 0,023% |
| 6 | Lainnya | 6 | -% |
| Jumlah | 118.021 | 100% | |
|---|---|---|---|
Bahwa ini surat pertambahan dan katarangan daripada itu perdjandjian jang dibuat dahulu oleh tuan Martinus Hendrikus Halewijn jang telah waktu itu ada memegang kuasa ditanah pesisir selatan dan timur dengan Sri Paduka Sultan Adam jang memegang keradjaan Bandjarmasin kepada hari enam likur bulan Ramadhan tahun 1241. Bahwa tuan Arnoldus Laurus Widik komisaris geburmin Hindia Nederland dari pulau sebelah timur dan selatan pasisir tanah Borneo dan Pontianak dan Sambas serta Rio dan Lingga dengan Sri Paduka Sultan Adam Aiwasikbillah jang memegang keradjaan Bandjarmasin telah sudah timbang dan berdamai jang sekarang terlalu guna dan patut membuat pertambahan dan katarangan daripada itu surat perdjandjian jang tersebut diatas ini karena itu djuga dengan surat ini menentukan perkara jang tertulis dibawah ini dan diatas perkara itu dinanti menerima keredhaan tuan besar Geburnur Djenderal Hindia Nederland di Betawi. Akan pertambahan dan menarangkan perkara jang ampat didalam surat kontrak itu sekarang ditentukan itu perwatasan keradjaan Bandjarmasin seperti ada dibawah ini. Dari ujung sebelah utara di Tjerutjuk jaitu udjung Kuin turut pinggir kali Bandjarmasin jang ketimur atau kanan mudik sampai di seberang Kuala Mengkatip. Dari seberang Kuala Mengkatip terus ditempat bernama Nangun diulu sungai Paku dan liwat itu ulu2 sungai Sihong dan Napu dan dua sungai itu masuk tanah Bandjar. Dan terus diulu sungai Najun terus diulu sungai Ajus terus diulu sungai Sentalar terus digunung Luang dan itu gunung Kamarang dan gunung Kutan dan gunung Sentangi nanti masuk tanah keradjaan Bandjarmasin. Dari gunung Luang kasalatan diatas putjuk gunung Maratus kena itu gunung Langupan dan lagi kasalatan diatas gunung jang pembahagi air kebarat dan ketimur kebarat sampai digunung Pamaton djadi masuk tanah keradjaan Bandjarmasin itu ulu sungai Batu Api sungai Pinang dan sungai Karang Intan. Dari gunung Pamaton kebarat turut pinggir kanan milir atau pinggir sebelah utara dari sungai Martuu atau Banju irang sampai di Liang Anggang. Dari Liang Anggang ke Tambak Linik dan kaulu sungai Lumbah kaulu sungai Baru dan kaulu sungai Mesa dan dari ulu sungai Mesa turut pinggir jang sebelah udik atau sebelah utara dari sungai Mesa itu sampai diudjung kali Kaju Tangi atau kali Martapura. Dan itu oleh sungai Kelajan Besar dan Kelajan Ketjil nanti masuk tanah geburmin. Dari Udjung kali Kaju Tangi itu menjeberang diudjung udik Antasan Ketjil atau udjung sebelah utara dari Kuin dan turut itu pinggir Kali Kuin jang sebelah utara sampai diudjung Tjarutjuk dengan kali Bandjar maka segala tanah2 didalam ini perwatasan semuanja tanah keradjaan Bandjarmasin dan segala tanah2 jang diluar ini perwatasan semuanja tanah geburmin Hindia Nederland. Akan menerangkan bitjara ampat jang tersebut didalam perkara enam dari surat perdjandjian itu sekarang dimemenentukan jang padang mendjangan radja2 tinggal padang jang tersebut dibawah ini:
Padang pulau Lampi sampai kali Maluku.
" Badjingah
" Pagantihan
" Munggu Basung
" Taluk Batangan
" Atirik
" Patjakan
" Samupurun
" Udjung Karangan. jang tiada boleh orang ketjil buru mendjangan dipadang itu. Surat ini sudah dimenulis ampat kali dan semua2 benar salinannja. Tersurat dan terdjandji dikota negeri Martapura kepada hari delapan belas bulan Maret 1845 atawa kepada hari sembilan bulan Rabiul’awal tahun 1261. Zegel: Sultan Adam Zegel: Sultan Muda Zegel: Ratu anoem Mangkubumi Kentjana 1259 Bahwa surat perdjandjian ini sudah ditetapkan oleh Sri Paduka Jang di Pertuan besar pise peresident wakil gurnadur djenderal dari tanah Hindia Nederland pada satu hari bulan Mai tahun 1845 jaitu 24 hari bulan Rabiulachir tahun 1261.
![]() |
Kabupaten Barito Selatan | ![]() | ||
| Kabupaten Barito Selatan | Kabupaten Tabalong | |||
| Kabupaten Tabalong |
2°06′57.86″S 115°10′08.9″E / 2.1160722°S 115.169139°E / -2.1160722; 115.169139[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kabupaten_Barito_Timur¶ms=2_06_57.86_S_115_10_08.9_E_ <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">2°06′57.86″S</span> <span class=\"longitude\">115°10′08.9″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">2.1160722°S 115.169139°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-2.1160722; 115.169139</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwA5M\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt173\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwA5Q\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwA5U\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kabupaten_Barito_Timur&params=2_06_57.86_S_115_10_08.9_E_\" class=\"external text\" id=\"mwA5Y\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwA5c\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwA5g\"><span class=\"latitude\" id=\"mwA5k\">2°06′57.86″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwA5o\">115°10′08.9″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwA5s\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwA5w\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwA50\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwA54\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwA58\">2.1160722°S 115.169139°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwA6A\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwA6E\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwA6I\">-2.1160722; 115.169139</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwA6M\"/></span>"}' id="mwA6Q"/>