Bahasa Baktria adalah sebuah bahasa dari rumpun bahasa Iran yang dahulu digunakan di wilayah Baktria di Asia Tengah serta merupakan bahasa resmi dari Kekaisaran Kushan dan Hun Putih.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bahasa Baktria | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Dituturkan di |
| ||||
| Wilayah | Afghanistan, Asia Tengah | ||||
| Era | 300 SM – 1000 M[1] | ||||
| |||||
| Alfabet Yunani Abjad Mani | |||||
| Status resmi | |||||
Bahasa resmi di | Kekaisaran Kushan Hun Putih | ||||
| Kode bahasa | |||||
| ISO 639-3 | xbc | ||||
LINGUIST List | xbc | ||||
| Glottolog | bact1239[2] | ||||
| IETF | xbc | ||||
| |||||
|
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
| |||||

Bahasa Baktria (Αρια, Arya) adalah sebuah bahasa dari rumpun bahasa Iran yang dahulu digunakan di wilayah Baktria (kini Afghanistan dan Tajikistan) di Asia Tengah serta merupakan bahasa resmi dari Kekaisaran Kushan dan Hun Putih.
Bahasa Avesta sebelumnya diyakini sebagai "bahasa Baktria Lama" namun anggapan tersebut "telah ditolak mulai pengujung abad ke-19".[5]
Bahasa Baktria merupakan sebuah bahasa dengan basis dominan alfabet berdasarkan alfabet Yunani dan di dalam bahasanya disebut sebagai αρια ("Arya"; endonim yang umum di rumpun masyarakat Iran). Nama lain dari bahasa Baktria di antaranya adalah Bahasa Yunani-Baktria (Greco-Bactrian), Kushan, atau Kushano-Baktria.
Bahasa Baktria merupakan sebuah bahasa dari wilayah bahasa Iran Timur dan memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa Iran Pertengahaan yang telah punah seperti bahasa Sogdiana, Khwarezmia, dan Parthia juga dengan bahasa Iran Timur modern seperti bahasa Pashtun, Yidgha, dan Munji.[6] Sementara itu, posisinya secara genealogis tidak diketahui.[7]
Setelah penaklukkan Baktria oleh Alexander yang Agung pada tahun 323 SM, bahasa Yunani selama kurang lebih dua abad menjadi bahasa pemerintahan penerus-penerus Alexander. Dalam kasus Baktria, terdapat Kekaisaran Seleukia dan kerajaan-kerajaan Yunani Baktria. Bangsa-bangsa Skithia (Saka, atau Sacaraucae di dalam sumber-sumber Yunani) menyerang Baktria sekitar tahun 140 SM. Kira-kira setelah tahun 124 SM, Batria ditaklukkan oleh bangsa Tokharia Yuezhi. Salah satu bagian dari Yuezhi kemudian berlanjut untuk mendirikan Kushan pada abad pertama Masehi.
Kushan pada awalnya masih menggunakan bahasa Yunani dalam kegiatan pemerintahannya namun dengan segera beralih menggunakan bahasa Baktria. Naskah Rabatak (ditemukan tahun 1993 dan ditranskripsi tahun 2000) dalam bahasa Baktria menyebutkan bahwa Raja Kanishka (kurang lebih pada tahun 127 M)[8][9] berhenti menggunakan bahasa Yunani (Ionia) dan mulai menggunakan bahasa Baktria ("bahasa Arya"). Bahasa Yunani dengan begitu menghilang dari pemerintahan dan hanya bahasa Baktria yang digunakan. Alfabet Yunani tetapi tetap dipakai untuk menulis bahasa Baktria.
Pada abad ketiga, daerah Kushan di barat Sungai Indus jatuh ke tangan Kekaisaran Sassaniyah dan bahasa Baktria pun mulai menerima pengaruh dari bahasa Persia Pertengahan. Selain dari penulisan menggunakan aksara Pahlavi dan aksara Brahmi, beberapa uang logam dari zaman ini masih menyertakan tulisan Yunani-Baktria. Mulai abad keempat, Baktria dan India bagian barat laut ditaklukkan oleh Hun Putih. Masa Hun Putih dicirikan dengan keberagaman bahasa dengan kata-kata bahasa Baktria, Persia Pertengahan, Turk, Indo-Arya utara, dan Latin. Hun Putih menguasai daerah mereka hingga abad ke-7 oleh Arab di masa Penaklukkan Islam dan penggunaan bahasa Baktria pun berakhir. Meskipun begitu, bahasa Baktria masih digunakan di beberapa situasi tetapi kemudian tetap punah, dengan sampel terbaru berasal dari abad ke-9.[10]
Fonologi bahasa Baktria tidak diketahui secara pasti karena keterbatasan dari naskah asli bahasa Baktria.
| Type | Labial | Dental atau alveolar |
Palatal atau postalveolar |
Velar | Glottal | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| dasar | labialisasi | ||||||
| Henti | Tak bersuara | п [p] | τ [t] | κ [k] | |||
| Bersuara | β, ββ [b]? | δ, δδ [d] | γ [g] | ||||
| Afrikatif | Tak bersuara | σ [t͡s] | |||||
| Bersuara | ζ [d͡z] | ||||||
| Friktatif | Tak bersuara | φ [f] | θ [θ]?, σ [s] | ϸ [ʃ] | χ [x] | χο [xʷ] | υ [h] |
| Bersuara | β [v] | δ [ð]?, ζ [z] | ζ [ʒ]? | γ [ɣ] | |||
| Nasal | μ [m] | ν [n] | |||||
| Approximant | λ [l] | ι [j] | ο [w] | ||||
| Rhotic | ρ [r] | ||||||
Kendala terbesar di dalam penentuan fonologi bahasa Baktria adalah konsonan henti bersuara dan afrikat tidak selalu dibedakan dengan konsonan frikatif bahasa dan aksara Yunani.
Status θ tidak jelas. Huruf tersebut hanya muncul di ιθαο (karena itu, juga), yang bisa jadi merupakan kata serapan rumun bahasa Iran. Kebanyaan *θ Proto-Iran menjadi /h/ (tertulis υ) atau dapat pula lenyap, seperti pada *puθra- > πουρο (anak laki-laki).[15] Gugus *θw, terlihat menjadi /lf/ seperti pada *wikāθwan > οιγαλφο (saksi).[16]
ϸ melambangkan *š Proto-Iran dan *s di gugus *sr, *str, *rst. Untuk beberapa kasus Proto-Iran, *š menjadi /h/ atau lenyap. Distribusinya tidak diketahui. Contoh seperti *snušā > ασνωυο (menantu perempuan), *aštā > αταο (delapan), *xšāθriya > χαρο (pemimpin), *pašman- > παμανο (wol).
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||