Animasi adalah film yang merupakan karya tangan (gambar) yang bergerak. Pada awal penemuannya, animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan animasi 3D daripada animasi 2D.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Animasi adalah film yang merupakan karya tangan (gambar) yang bergerak. Pada awal penemuannya, animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan animasi 3D daripada animasi 2D.
Wayang Kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di Indonesia (sejak zaman kerajaan) sekaligus tertua di dunia.[butuh rujukan] Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum ditemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.
Selain Wayang Kulit masih ada banyak lagi bentuk animasi yang Umurnya jauh lebih Tua. Contohnya seperti opera yang merupakan animasi dalam bentuk 3 dimensi.
Ada dua proses pembuatan film animasi, di antaranya adalah secara konvensional dan digital. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional. Tom Cardon seorang animator yang pernah menangani animasi Hercules mengakui komputer cukup berperan. "Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2 hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar kurang lebih antara 30-45 menit."[1] Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai. Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi kadang-kadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.
Teknik Celluloid (kadang-kadang disebut cell saja) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer ke atas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Department. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.
Objek utama yang mengeksploitasi gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja. Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
Setelah perkembangan teknologi komputer pada era 1980, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap detail kesalahan kadang-kadang harus diulang kembali dari awal. Proses pembuatan animasi 2Dimensi digital terdiri dari:
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. |
Tiga Dimensi (3D), biasanya digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan game komputer.[2]
Sampai saat ini, ada beberapa film animasi yang memiliki pendapatan yang sangat besar. Dari daftar ini, hanya 15 film animasi saja yang pendapatannya sudah di atas 1 miliar. Berikut adalah 20 film animasi dengan pendapatan tertinggi:
| Rank | Nama Film | Studio | Penghasilan dunia | Tahun |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ne Zha 2 | Beijing Enlight Media | $2,215,690,000 | 2025 |
| 2 | Zootopia 2 † | Disney | $1,870,018,571 | 2025 |
| 3 | Inside Out 2 | Disney/Pixar | $1,698,863,816 | 2024 |
| 4 | The Lion King (2019) | Disney | $1,656,943,394 | 2019 |
| 5 | Frozen 2 | Disney | $1,451,651,316 | 2019 |
| 6 | The Super Mario Bros. Movie | Illumination | $1,360,650,924 | 2023 |
| 7 | Frozen | Disney | $1,290,000,000 | 2013 |
| 8 | Incredibles 2 | Disney/Pixar | $1,243,225,667 | 2018 |
| 9 | Minions | Illumination | $1,159,457,503 | 2015 |
| 10 | Toy Story 4 | Disney/Pixar | $1,073,394,593 | 2019 |
| 11 | Toy Story 3 | Disney/Pixar | $1,066,970,811 | 2010 |
| 12 | Moana 2 | Disney | $1,059,242,164 | 2024 |
| 13 | Despicable Me 3 | Illumination | $1,034,800,131 | 2017 |
| 14 | Finding Dory | Disney/Pixar | $1,029,266,989 | 2016 |
| 15 | Zootopia | Disney | $1,025,521,689 | 2016 |
| 16 | Despicable Me 4 | Illumination | $972,964,428 | 2024 |
| 17 | Despicable Me 2 | Illumination | $970,766,005 | 2013 |
| 18 | The Lion King | Disney | $970,707,763 | 1994 |
| 19 | Finding Nemo | Disney/Pixar | $941,637,960 | 2003 |
| 20 | Minions: The Rise of Gru | Illumination | $940,203,765 | 2022 |
| Nama Film | Studio | Tahun pencapaian | Penghasilan rekor |
|---|---|---|---|
| Snow White and the Seven Dwarfs | Disney | 1938 | $8,500,000 |
| 1993 | $418,200,000 | ||
| Aladdin | $504,050,219 | ||
| The Lion King | 1994 | $768,000,000 | |
| 2002 | $783,841,776 | ||
| Finding Nemo | Disney/Pixar | 2003 | $867,893,978 |
| Shrek 2 | DreamWorks | 2004 | $932,536,239 |
| Toy Story 3 | Disney/Pixar | 2010 | $1,066,970,811 |
| Frozen | Disney | 2014 | $1,287,000,000 |
| 2017 | $1,290,000,000 | ||
| The Lion King (2019) | 2019 | $1,656,943,394 | |
| Inside Out 2 | Disney/Pixar | 2024 | $1,698,863,816 |
| Ne Zha 2 | Beijing Enlight Media | 2025 | $2,215,690,000 |