Lorong Waktu adalah serial animasi Indonesia produksi CookIt Studio yang merupakan divisi animasi dari Citra Sinema. Serial ini ditayangkan perdana pada bulan Mei 2019 di SCTV yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan 1440 H. Serial ini sendiri merupakan adaptasi lepas dari serial berjudul sama yang diproduksi dari tahun 1999 hingga 2006. Dalam acara penghargaan Anugerah Syiar Ramadan 2020 yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serial ini berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori "Program Film Animasi Terbaik".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lorong Waktu | |
|---|---|
Kartu judul Lorong Waktu di Vidio.com | |
| Genre |
|
| Berdasarkan | Lorong Waktu |
| Ditulis oleh | Amiruddin Olland |
| Sutradara |
|
| Pengisi suara |
|
| Lagu tema pembuka | "Waktu" oleh Novalina Nasution |
| Lagu tema penutup | "Waktu" oleh Novalina Nasution |
| Penata musik | Yovial Virgi |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Bahasa Indonesia |
| Jml musim | 1 |
| Jml episode | 18 |
| Produksi | |
| Produser eksekutif |
|
| Produser | Ramlan Permana |
| Durasi | ±7 menit |
| Rumah produksi | CookIt Studio |
| Distributor | Surya Citra Media |
| Rilis asli | |
| Jaringan | SCTV |
| Rilis | 11 Mei (2019-05-11) – 2 Juni 2019 (2019-06-2) |
Lorong Waktu adalah serial animasi Indonesia produksi CookIt Studio yang merupakan divisi animasi dari Citra Sinema.[1][2] Serial ini ditayangkan perdana pada bulan Mei 2019 di SCTV yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan 1440 H. Serial ini sendiri merupakan adaptasi lepas dari serial berjudul sama yang diproduksi dari tahun 1999 hingga 2006.[3] Dalam acara penghargaan Anugerah Syiar Ramadan 2020 yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serial ini berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori "Program Film Animasi Terbaik".[4]
Serial animasi ini mengisahkan petualangan Haji Husin, Ustaz Addin dan santri cilik bernama Zidan. Ustaz Addin adalah seorang pemuda yatim-piatu yang dianggap sebagai anak angkat oleh Haji Husin dan memiliki skill dalam bidang teknologi informasi. Ia menemukan mesin waktu yang kemudian membawa Haji Husin dan Zidan bertualang lintas masa baik ke masa lalu ataupun masa depan.[5]
Secara garis besar alur serial animasi ini hampir mirip dengan versi sinetronnya yang tayang pada periode 1999 sampai 2006. Perbedaan mendasar yang dibawa dalam serial animasi diantaranya adalah lokasi masjid yang terinspirasi dari Masjid Siti Rawani yang berada di Jatiasih, Bekasi (pernah dipakai sebagai lokasi utama dalam sinetron musim pertama sebelum digantikan oleh Masjid Raya Baitussalam yang berada di Duren Sawit, Jakarta Timur sejak musim kedua sampai keenam) serta sosok Ustaz Addin yang digambarkan seorang single (sesuai yang dimunculkan dalam sinetron musim pertama dan kedua sebelum menikah dengan Sabrina).
Penggambaran karakter Haji Husin, Ustaz Addin dan Zidan juga mengambil dari karakter di versi sinetronnya masing-masing dengan tampilan muka yang mirip Deddy Mizwar, Adjie Pangestu (pemeran Ustaz Addin musim pertama dalam versi sinetron) dan Jourast Jordy.
Berikut ini adalah daftar aktor/aktris pengisi suara yang turut serta dalam produksi serial animasi Lorong Waktu. Beberapa diantaranya mengisi suara untuk lebih dari satu karakter. Daftar diperoleh dari kredit penutup dalam setiap segmen episode. Deddy Mizwar, Santosa Amin dan Novalina Nasution adalah tiga pengisi suara yang muncul penuh dalam semua segmen episode serial ini.[6]
| Aktor/aktris | Peran | Penampilan |
|---|---|---|
| Deddy Mizwar | Haji Husin | Episode 1–18 |
| Santosa Amin | Ustaz Addin | Episode 1–18 |
| Novalina Nasution | Zidan | Episode 1–18 |
| Anak Gubug | Episode 3 | |
| Putri | Episode 4 | |
| Babe Ucup | Kakek Zidan | Episode 1 |
| Maya | Nenek Zidan | Episode 1 |
| Freddy Nindan | Penjual Es Cendol | Episode 2 |
| Penjual Sepeda | Episode 9 | |
| Tukang Sampang | Episode 10 | |
| Pengemis | Episode 10 | |
| Pemilik Kerbau | Episode 12 | |
| Warga 1 | Episode 15 | |
| Petugas Roller Coaster | Episode 16 | |
| Endang Surnainik | Ibu Gubug | Episode 3 |
| Bi Inah | Episode 4 | |
| Nenek Gubug | Episode 7 | |
| Ibu Kampung | Episode 9 | |
| Nenek Kampung | Episode 10, 15 | |
| Jheni Rinjo | Ibunda Zidan | Episode 6, 14 |
| Surawijaya | Kakek Gubug | Episode 7 |
| Mirna Haryati | Thoif | Episode 9 |
| Ibu Aisyah | Episode 17–18 | |
| Vika Damayanti | Ramdan | Episode 9, 11, 13 |
| Kuswayanti Worodewi | Lukman | Episode 9–10, 13 |
| Ibu Ramdhan | Episode 11 | |
| Rezky Wahyudi | Warga 2 | Episode 15 |
| Warga 1 | Episode 18 | |
| Hana Bahagiana | Ibu Umar | Episode 17 |
| Rizqy Ahmad Fahrezi | Umar | Episode 17 |
| Kunny Kayna Mufarricha | Aisyah | Episode 17 |
| Bagus Salman | Warga 2 | Episode 18 |
| Rina Susanti | Warga 3 | Episode 18 |
Pengembangan untuk produksi serial animasi Lorong Waktu sudah dimulai sejak Desember 2018.[7] Deddy Mizwar selaku produser saat itu mendengarkan banyak masukan dan usulan dari masyarakat agar sinetron Lorong Waktu bisa dibuat kembali dalam versi yang baru dan disisi lain sebagian masyarakat juga merasa jenuh dengan Para Pencari Tuhan yang dinilai mulai monoton apalagi semenjak ditinggalkan beberapa pemain utamanya seperti Trio Bajaj, Agus Kuncoro dan Zaskia Adya Mecca.[8] Namun disisi lain Deddy Mizwar juga tidak bisa membuat ulang sinetron Lorong Waktu dikarenakan faktor pemain, salah satunya sulit untuk mencari sosok pengganti Jourast Jordy untuk memerankan karakter Zidan.[9][10] Sebagai alternatif untuk mengobati kerinduan penonton, Deddy Mizwar kemudian memilih untuk memproduksi Lorong Waktu dalam versi serial animasi.[11]
Menurut Deddy Mizwar, basis pengambilan alur cerita pada serial Lorong Waktu baik yang versi sinetron ataupun animasi didasarkan pada Surah Al-'Asr (bahasa Arab: سورة العصرcode: ar is deprecated ) yang berarti waktu/masa. Sehingga menurut Deddy Mizwar, konsep cerita dalam Lorong Waktu ini adalah mengisahkan bahwa semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali mereka yang selalu beramal saleh saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Selain itu inspirasi lain yang menjadi dasar dari serial ini adalah Isra Mikraj-nya Nabi Muhammad. Banyak di antara sahabat Nabi yang tidak percaya bahwa Nabi bisa melakukan perjalanan sampai Sidratul Muntaha dalam waktu semalam saja, tapi ternyata memungkinkan jika Allah SWT mengizinkan.[10]
Meskipun tidak signifikan, beberapa pihak juga menganggap Lorong Waktu terinspirasi dari karya-karya mainstream seperti misal The Time Machine karya H. G. Wells dan waralaba media Back to the Future karya Steven Spielberg.[12] Ada juga kesamaan ide dengan serial Quantum Leap di era 90-an yang juga memakai ide mesin waktu. Meski mungkin ide Lorong Waktu bukan orisinal, tapi termasuk sesuatu yang baru bagi dunia pertelevisian di Indonesia.[12]
Dari semua aktor dan aktris yang berperan dalam sinetron Lorong Waktu hanya Deddy Mizwar-lah yang tetap memerankan karakter yang sama dengan menjadi pengisi suara Haji Husin untuk versi animasi. Untuk karakter Ustaz Addin dan Zidan suaranya diisi oleh pengisi suara profesional. Karakter Ustaz Addin diisi suaranya oleh Santosa Amin yang juga pernah berpengalaman mengisi suara untuk karakter Suneo Honekawa dalam Doraemon dan SpongeBob SquarePants dalam SpongeBob SquarePants.[13] Sementara untuk karakter Zidan diisi suaranya oleh Novalina Nasution yang pernah menjadi pengisi suara Jimmy Neutron.[14]
Beberapa pengisi suara terkenal lainnya yang muncul dalam serial animasi ini diantaranya Jheni Rinjo sebagai Ibu Zidan. Jheni sebelumnya terkenal sebagai pengisi suara karakter Sandy Cheeks.[15] Selain itu ada juga Mirna Haryati yang pernah menjadi pengisi suara untuk serial Gundam,[16] Kuswayanti Woro Dewi yang sering menjadi pengisi suara untuk judul-judul drama Korea[17] dan Hana Bahagiana yang merupakan pengisi suara karakter Naruto Uzumaki dalam Naruto.[18]
Yovial Tri Purnomo Virgi menjadi penata musik untuk serial animasi Lorong Waktu. Sebelumnya ia terkenal sebagai komposer dan penata musik untuk banyak judul film sejak tahun 2007.[19]
Lagu tema serial ini berjudul Waktu yang diciptakan oleh Harry Budiman dan dinyanyikan oleh Novalina Nasution. Lagu ini dirilis di Apple Music pada 7 Juli 2019.[20]
Serial ini ditayangkan untuk pertama kalinya pada 11 Mei 2019 bertepatan dengan tanggal 7 Ramadan 1440 H di SCTV dengan slot setiap hari Sabtu dan Minggu jam 07.30 WIB dengan durasi 30 menit yang kemudian dibagi menjadi tiga segmen episode.[2] Karena jumlah segmen episodenya yang terbatas (18 segmen episode dengan durasi persegmen 7 menit), sering kali untuk penayangan di pekan-pekan berikutnya sampai Ramadan berakhir merupakan pengulangan dari episode-episode yang sudah tayang sebelumnya.[21] Serial ini kemudian ditayangkan ulang pada bulan September 2019[22] dan kemudian ditayangkan ulang kembali pada bulan April 2020 bertepatan dengan bulan Ramadan 1441 H.[23]
Saat ini seluruh segmen episode serial animasi Lorong Waktu bisa disaksikan secara gratis melalui streaming di situs Vidio.com yang juga masih satu grup dengan SCTV dibawah bendera Emtek.[6]
| Penghargaan | Tahun | Kategori | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| Anugerah Syiar Ramadan | 2020 | Program Film Animasi | Menang | [4] |