Lorong Waktu adalah serial televisi Indonesia produksi Citra Sinema yang ditayangkan perdana pada 1 Maret 2025 pukul 04.20 dan 15.00 WIB di SCTV berdasarkan serial berjudul sama yang skenarionya ditulis oleh Wahyu H.S. Serial ini disutradarai oleh Tito Kurnianto dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Inara Azalea Ramadhania, dan Miqdad Addausy. Secara garis besar, alur cerita ini tetap mempertahankan konsep utama dari versi asli yang pertama kali dirilis pada tahun 1999, yakni kisah petualangan Haji Husin dalam menembus ruang dan waktu dengan menggunakan mesin waktu canggih. Perbedaannya terletak pada pengendalian mesin waktu yang pada versi ini dilakukan oleh Zidan, bukan lagi oleh Ustaz Addin. Selain itu, diperkenalkan pula tokoh santriwati cilik baru bernama Cantika. Perbedaan lainnya dalam versi ini adalah penggambaran Zidan yang telah beranjak dewasa dan terlibat dalam alur cerita romantis dengan seorang perempuan bernama Tamara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lorong Waktu | |
|---|---|
Kartu judul di Vidio | |
| Nama alternatif | Lorong Waktu 7 |
| Genre |
|
| Berdasarkan | Lorong Waktu |
| Cerita | Wahyu H.S. |
| Skenario | Syaikhu Luthfi |
| Sutradara | Tito Kurnianto |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Yovial Virgi |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Bahasa Indonesia |
| Jml musim | 2 |
| Jml episode | 30 |
| Produksi | |
| Produser eksekutif |
|
| Produser | Deddy Mizwar |
| Sinematografi | Gunung Nusa Pelita |
| Editor |
|
| Pengaturan kamera | Multi-kamera |
| Durasi | ±60 menit |
| Rumah produksi | Citra Sinema |
| Distributor | Surya Citra Media |
| Rilis asli | |
| Jaringan | SCTV |
| Rilis | 1 Maret (2025-03-01) – 30 Maret 2025 (2025-3-30) |
Lorong Waktu adalah serial televisi Indonesia produksi Citra Sinema yang ditayangkan perdana pada 1 Maret 2025 pukul 04.20 dan 15.00 WIB di SCTV berdasarkan serial berjudul sama yang skenarionya ditulis oleh Wahyu H.S. Serial ini disutradarai oleh Tito Kurnianto dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Inara Azalea Ramadhania, dan Miqdad Addausy.[1][2] Secara garis besar, alur cerita ini tetap mempertahankan konsep utama dari versi asli yang pertama kali dirilis pada tahun 1999, yakni kisah petualangan Haji Husin dalam menembus ruang dan waktu dengan menggunakan mesin waktu canggih. Perbedaannya terletak pada pengendalian mesin waktu yang pada versi ini dilakukan oleh Zidan, bukan lagi oleh Ustaz Addin. Selain itu, diperkenalkan pula tokoh santriwati cilik baru bernama Cantika. Perbedaan lainnya dalam versi ini adalah penggambaran Zidan yang telah beranjak dewasa dan terlibat dalam alur cerita romantis dengan seorang perempuan bernama Tamara.
Untuk versi tahun 2025 ini, Lorong Waktu mengambil skema soft reboot, yaitu reboot yang mempertahankan beberapa kontinuitas dengan seri aslinya, tetapi mengubah gaya, nada, atau tujuannya.[3] Biasanya, ini bertujuan untuk memberikan kebebasan kreatif lebih kepada penulis sambil sebagian besar mempertahankan setting yang telah dikenal oleh audiens.[4] Secara garis besar, alur cerita sinetron Lorong Waktu tetap mengusung tema perjalanan waktu, dengan Haji Husin dan Zidan memanfaatkan mesin waktu canggih untuk menolong orang-orang yang membutuhkan.[5]
Zidan, yang diceritakan telah beranjak dewasa, memiliki peran yang lebih signifikan. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pendamping Haji Husin, tetapi juga sebagai operator komputer serta ustaz muda yang bijaksana. Dalam alur cerita, Zidan juga digambarkan memiliki ketertarikan terhadap teman satu kampusnya, Tamara.
Sementara itu, Haji Husin yang diperankan oleh Deddy Mizwar tetap menjadi tokoh sentral dengan menghadirkan kebijaksanaan dan pengalaman dalam setiap perjalanan waktu yang dilakukan. Selain itu, diperkenalkan tokoh baru bernama Cantika, seorang gadis kecil yang ceria. Kehadiran karakter ini menambah dinamika cerita sekaligus menghadirkan sudut pandang anak-anak. Cantika turut menemani Zidan dan Haji Husin dalam menjelajahi berbagai periode waktu, sembari mempelajari kehidupan serta memahami nilai-nilai moral yang berperan dalam pembentukan karakternya.
| Musim | Episode | Waktu tayang | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Awal tayang | Akhir tayang | Jaringan | ||||
| 1 | 30 | 1 Maret 2025 (2025-03-01) | 30 Maret 2025 (2025-3-30) | SCTV | ||
| 2 | 30 | 19 Februari 2026 (2026-02-19) | sekarang | |||
Pada tahun 2018, Deddy Mizwar kerap mendapatkan pertanyaan dan masukan dari masyarakat mengenai kemungkinan pembuatan ulang sinetron Lorong Waktu.[6] Pada saat itu, masyarakat juga menilai bahwa Para Pencari Tuhan (yang juga digarap oleh Deddy Mizwar) mulai terlihat monoton apalagi semenjak ditinggalkan beberapa pemain utamanya seperti Trio Bajaj, Agus Kuncoro dan Zaskia Adya Mecca.[7] Namun disisi lain Deddy Mizwar juga tidak bisa membuat ulang sinetron Lorong Waktu dikarenakan faktor pemain, salah satunya sulit untuk mencari sosok pengganti Jourast Jordy untuk memerankan karakter Zidan.[8] Sebagai alternatif untuk mengobati kerinduan penonton, Deddy Mizwar kemudian memilih untuk memproduksi Lorong Waktu dalam versi animasi.[9] Serial animasi ini ditayangkan pada tahun 2019.[10]
Proses produksi Lorong Waktu mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2024 dengan Miqdad Addausy yang mengunggah pekerjaan proses pengambilan gambar melalui akun Instagramnya. Masjid Raya Baitussalam yang berada di Komplek Billy Moon, Duren Sawit, Jakarta Timur, kembali digunakan sebagai lokasi utama cerita.[11] Masjid ini sebelumnya pernah digunakan dalam musim kedua sampai dengan musim keenam.[12]
Para pemain lama yang terakhir muncul di musim keenam seperti Hefri Olifian (Ustaz Addin)[a], Zaskia Adya Mecca (Sabrina)[b], Jourast Jordy (Zidan kecil), Opie Kumis (Havid), Ramdhani Qubil AJ (Jambrong), dan Asrul Dahlan (Jagur) tidak dimunculkan dalam musim terbaru Lorong Waktu ini. Jourast sendiri tidak bisa ikut serta karena ia sudah memutuskan pensiun sebagai pemeran sejak tahun 2012 dan kini ia bekerja di sebuah perusahaan bumbu masak yang berlokasi di Surabaya.[13] Agus Kuncoro menjadi satu-satunya pemeran lama yang diikutkan. Sebelumnya ia pernah memerankan karakter bernama Jardin dalam musim ketiga yang dirilis pada tahun 2002.
Serial ini juga didistribusikan di vidio.com beberapa jam setelah penayangan.