Ad-Din dan Al-Millah adalah Istilah Islam yang di dalam bahasa Indonesia berarti "agama". Kata Din dan Millah adalah kata yang bersinonim tetapi pada asalnya memiliki sedikit perbedaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Januari 2023) |
| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|
Ad-Din dan Al-Millah adalah Istilah Islam yang di dalam bahasa Indonesia berarti "agama". Kata Din dan Millah adalah kata yang bersinonim tetapi pada asalnya memiliki sedikit perbedaan.
Dalam KBBI kata Din merupakan kata benda yang berarti "agama". Contoh; dinul-Islam, agama Islam.[1] Sedangkan kata millah tidak ditemukan serapannya, meskipun begitu kata ini banyak ditemukan di dalam buku-buku Islam berbahasa arab terjemahan Indonesia, yang memiki arti semakna dengan Din. Contoh; Millah Ibrahim, agamanya Ibrahim. Dalam penggunaan khusus millah berarti negara, Yakni penggunaan Istilah Millah di dalam Kesultanan Utsmaniyah. Millah (Millet) berarti: "Seluruh masyarakat yang tinggal di tanah yang sama, orang yang berasal dari asal yang sama dan yang memiliki kesamaan sejarah, tradisi dan bahasa".[2]
Dalam Istilah Syar'i, kata Din dan Millah berarti: Makna kata Ad-Din dalam al-Qur`an adalah perhitungan (al-hisab), pembangkitan (al-ba`ts), pembalasan (al-jaza), ketetapan (al-qodho), ganjaran (ats-tsawab), siksaan (al-iqob), ibadah, doa, tauhid, ketaatan, agama, dan hukum. Sedangkan kata Al-Millah disebut dalam al-Quran mempunyai makna agama dan syariat.
Kedua istilah tersebut digunakan dalam konteks yang berlainan. Millah digunakan ketika dihubungkan dengan nama Nabi yang kepadanya agama itu diwahyukan dan Din digunakan ketika dihubungkan dengan salah satu agama, atau sifat agama, atau dihubungkan dengan Allah yang mewahyukan agama itu.[3]
Jumlah kata Ad-Din disebutkan sebanyak 92 kali dalam Al-Qur`an yang terdapat dalam 82 ayat. Kata Al-Millah disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 10 kali. Sedangkan penggunaan kedua kata tersebut dalam al-Qur'an adalah:[4]