Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

8,8 cm Flak 18/36/37/41

8,8 cm Flak 18/36/37/41 atau juga dikenal sebagai Flak 88, memiliki nama lengkap Flugabwehrkanone 18 adalah sebuah meriam antipesawat dan antitank yang digunakan oleh Tentara Jerman Nazi selama Perang Dunia II, sementara angka "88" dalam nama "Flak 88" diambil dari kaliber peluru yang digunakan oleh meriam ini, yaitu 88 milimeter.

meriam anti-pesawat Jerman
Diperbarui 20 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

8,8 cm Flak 18/36/37/41
8,8 cm Flak 18-36
Jenis Antipesawat
Antitank
Negara asal Jerman Nazi
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1936–1945
Digunakan oleh Jerman Nazi
Spanyol
Finlandia
Yunani
Uni Soviet
Amerika Serikat
Republik Tiongkok
Kekaisaran Jepang
Pada perang Perang Saudara Spanyol, Perang Sino-Jepang Kedua, Perang Dunia II
Sejarah produksi
Perancang Krupp
Tahun 1928
Produsen Krupp, Rheinmetall
Biaya produksi 33,600
Diproduksi 1933–1945
Jumlah produksi 21,310
Spesifikasi
Selongsong peluru 88×571mm R
Kaliber 88 mm (3.46 in)
Lop/Laras Satu
Popor Horizontal semi-automatic sliding block
Tolak balik Hydro-pneumatic
Rangka pembawa Sonderanhänger 202
Elevasi −3° to +85°
Sudut putar 360°
Rata² tembakan 15–20 peluru permenit
Kecepatan peluru 840 m/s (2,690 ft/s)
Jarak efektif 14,860 m (16,250 yards) target darat
8000 m (26,240 kaki) target udara
Jarak jangkauan 9900 m (32,500 ft) maksimal
Alat bidik ZF.20
Flak 88 peninggalan Perang Saudara Spanyol di Museum Artileri di Cartagena, Spanyol

8,8 cm Flak 18/36/37/41 atau juga dikenal sebagai Flak 88, memiliki nama lengkap Flugabwehrkanone 18 adalah sebuah meriam antipesawat dan antitank yang digunakan oleh Tentara Jerman Nazi selama Perang Dunia II, sementara angka "88" dalam nama "Flak 88" diambil dari kaliber peluru yang digunakan oleh meriam ini, yaitu 88 milimeter.

Profil

Flak 88 menjadi meriam yang paling populer selama Perang Dunia II, baik di Front Barat maupun di Front Timur. Flak 88 populer karena menciptakan momok yang mengerikan bagi Tentara Sekutu karena Flak 88 memiliki jangkauan tembak yang jauh, yaitu sekitar 14.000 meter untuk target darat dan 7.000 meter untuk target udara, ditambah dengan kaliber peluru sebesar 88 milimeter yang dilontarkan dari laras meriam sepanjang 4,93 meter. Spesifikasi yang dimiliki Flak 88 itulah yang membuat tank Sherman milik Amerika Serikat ataupun T-34 milik Uni Soviet lebih baik menghindar atau memutari lokasi untuk mengatisipasi tembakan Flak 88.[1]

Kemampuan Flak 88 dalam menyerang tank dan pesawat itu karena Flak 88 memiliki sifat fleksibel. Flesibilitas Flak 88 dapat berputar 360 derajat dan menaikan laras mereka sampai kemiringan 85 derajat, jadi Flak 88 bisa diarahkan secara horizontal ataupun vertikal, oleh karena itu tak heran jika Flak 88 juga bisa menyerang pesawat. Kemampuan merusak yang cukup besar juga membuat meriam atau laras Flak 88 kemudian diaplikasikan pada tank berat, seperti Tiger I dan Tiger II (King Tiger) pada pertengahan Perang Dunia II.[1][2]

Riwayat

Flak 88 memulai debutnya dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939). Bersama Legiun Condor di bawah kepemimpinan Wolfram Freiherr von Richthofen, Flak 88 digunakan untuk membatu Nasionalis Spanyol di bawah pimpinan Jenderal Francisco Franco melawan pasukan Loyalis Republik Spanyol yang dibantu oleh Uni Soviet dan Komunis Internasional.[1][3]

Flak 88 dan kru-nya di Berlin-Karow

Setelah membantu Francisco Franco dalam Perang Saudara Spanyol, Flak 88 ikut serta dalam perang yang sesungguhnya, Perang Dunia II. Selama Perang Dunia II, Jerman Nazi memproduksi lebih banyak Flak 88 untuk keperluan sistem pertahanan, Wehrmacht dan Luftwaffe menjadi pengguna Flak 88 terbanyak dalam Angkatan Bersenjata Jerman saat itu. Hampir semua front yang menjadi medan perang Jerman Nazi ditempatkan juga Flak 88, seperti Afrika Utara, Eropa Barat, dan Eropa Timur.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 Nino Oktorino, Neraka di Front Timur, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013) hal. 74
  2. 1 2 "WWII Weapons: The German 88mm Gun". warfarehistorynetwork.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-06. Diakses tanggal 2017-12-06.
  3. ↑ "German 88mm Artillery: Flak 18/36/37 | Defense Media Network". Defense Media Network (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-12-06.
  • l
  • b
  • s
Artileri Jerman pada Perang Dunia II
Meriam tank
  • 2 cm KwK 30
  • 3,7 cm KwK 36
  • 3,7 cm KwK 34(t)
  • 3.7 cm KwK 38(t)
  • 5 cm KwK 38
  • 5 cm KwK 39
  • 7,5 cm KwK 37
  • 7,5 cm KwK 40
  • 7,5 cm KwK 42
  • 8,8 cm KwK 36
  • 8,8 cm KwK 43
  • 12,8 cm KwK 44
Meriam antitank
  • 2,8 cm sPzB 41
  • 3,7 cm Pak 36
  • 4,2 cm Pak 41
  • 4,7 cm Pak 38(t)
  • 4,7 cm Pak 181(f)
  • 5 cm Pak 38
  • 7,5 cm Pak 97/38
  • 7,5 cm Pak 39
  • 7,5 cm Pak 40
  • 7,5 cm Pak 41
  • 7,5 cm PaK 42
  • 7,62 cm Pak 36(r)
  • 8 cm PAW 600
  • 10 cm PAW 1000
  • 8,8 cm Pak 43
  • 12,8 cm Pak 44
Meriam infanteri dan gunung
  • 7,5 cm leIG 18
  • 7,5 cm IG 37
  • 7,5 cm IG 42
  • 7,5 cm GebH 34
  • 7,5 cm GebG 36
  • 10,5 cm GebH 40
  • 15 cm sIG 33
Meriam tanpa tolak balik
  • 7,5 cm LG 40
  • 10,5 cm LG 40
  • 10,5 cm LG 42
Mortir
  • 5 cm leGrW 36
  • 8 cm GrW 34
  • kz 8 cm GrW 42
Mortir berat
  • 10 cm NbW 35
  • 10 cm NbW 40
  • 12 cm GrW 42
  • 20 cm leLdgW
  • 21 cm GrW 69
  • 38 cm schwerer Ladungswerfer
Artileri roket
  • 7,3 cm Föhn-Gerät
  • 7,3 cm Propagandawerfer 41
  • 8 cm Raketen-Vielfachwerfer
  • 8.8 cm Raketenwerfer 43
  • 15 cm Do-Gerät
  • 15 cm NbW 41
  • 21 cm NbW 42
  • 28/32 cm NbW 41
  • 30 cm NbW 42
  • 30 cm Raketenwerfer 56
  • Wurfrahmen 40
Artileri medan, sedang, dan berat
  • 7,5 cm FK 16 nA
  • 7,5 cm FK 18
  • 7,5 cm FK 38
  • 7,5 cm FK 7M85
  • 10 cm K 17
  • 10 cm sK 18
  • 10,5 cm leFH 16
  • 10,5 cm leFH 18
  • 10,5 cm leFH 18M
  • 10,5 cm leFH 18/40
  • 10,5 cm sK 18/40
  • 15 cm sFH 13
  • 15 cm sFH 18
  • 15 cm sFH 36
  • 15 cm K 16
  • 15 cm K 18
  • 15 cm K 39
  • 15 cm SK C/28
  • 17 cm K 18
  • 21 cm Mrs 16
  • 21 cm Mrs 18
Artileri superberat dan pengepungan
  • 21 cm K 38
  • 21 cm K 39
  • 24 cm H 39
  • 24 cm K (t)
  • 24 cm Kanone L/46
  • 24 cm K 3
  • 28 cm H L/12
  • 35,5 cm Haubitze M1
  • 42 cm Gamma Mörser
  • Karl-Gerät
  • 80 cm K (E) Gustav
Artileri jalur kereta
  • 15 cm K (E)
  • 17 cm K (E)
  • 20,3 cm K (E)
  • 21 cm K 12 (E)
  • 24 cm Th K (E)
  • 24 cm ThBr K (E)
  • 28 cm kzBr K (E)
  • 28 cm lgBr K (E)
  • 28 cm sBr K (E)
  • 28 cm Br NK (E)
  • 28 cm K 5 (E)
  • 38 cm Siegfried K (E)
  • 80 cm K (E) Gustav
Artileri laut
  • 3,7 cm SK C/30
  • Meriam laut 8,8 cm SK L/45
  • Meriam laut 8,8 cm SK C/30
  • Meriam laut 8,8 cm SK C/32
  • Meriam laut 8,8 cm SK C/35
  • Meriam laut 12,7 cm SK C/34
  • 15 cm SK L/45
  • 15 cm SK C/25
  • 15 cm SK C/28
  • Meriam laut 15 cm TbtsK C/36
  • Meriam laut 20,3 cm SK C/34
  • Meriam laut 28 cm SK C/28
  • Meriam laut 28 cm SK C/34
  • Meriam laut 38 cm SK C/34
  • Meriam laut 40,6 cm SK C/34
Meriam antipesawat
  • 2 cm Flak 30/38/Flakvierling
  • 2 cm Gebirgsflak 38
  • 3 cm MK 303 Flak
  • 3,7 cm Flak 18/36/37
  • 3,7 cm SK C/30
  • 3,7 cm Flak M42
  • 3,7 cm Flak 43
  • 5 cm Flak 41
  • 8,8 cm Flak 18/36/37/41
  • 10,5 cm FlaK 38
  • 12,8 cm FlaK 40
Peledak
  • Stielgranate 41
  • Stielgranate 42
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Profil
  2. Riwayat
  3. Referensi

Artikel Terkait

Pertahanan udara

operasi tempur dan doktrin yang bertujuan mengalahkan pasukan udara musuh

Meriam antipesawat swagerak

kendaraan dengan kemampuan antipesawat terdedikasi

Invasi Denmark oleh Jerman (1940)

serangan Jerman terhadap Denmark pada 9 April 1940

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026