Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perang Saudara Spanyol

Perang Saudara Spanyol adalah perang saudara di Spanyol yang berlangsung dari 17 Juli 1936 hingga 1 April 1939, adalah konflik antara kaum Nasionalis yang dipimpin oleh Jenderal Francisco Franco yang mengalahkan kaum Loyalis yang dipimpin oleh Presiden Manuel Azaña dari Republik Spanyol Kedua. Kaum Loyalis mendapatkan senjata dan relawan dari Uni Soviet dan gerakan Komunis internasional, sementara kaum Nasionalis didukung oleh negara-negara Fasis, termasuk Italia dan Jerman. Kaum Republikan terdiri atas kaum sentris (tengah) yang mendukung demokrasi liberal kapitalis hingga komunis dan kaum revolusioner anarkis. Basis kekuatan mereka terutama adalah sekuler dan urban dan khususnya kuat di wilayah-wilayah industri seperti Asturias dan Catalunya. Negeri Basque yang konservatif juga memihak dengan Republik, terutama karena ia, bersama-sama dengan tetangganya Catalunya, berusaha mendapatkan otonomi dari pemerintahan pusat yang belakangan ditindas dengan menciptakan sentralisasi terhadap kaum nasionalis. Kaum Francois umumnya memiliki basis dukungan di pedesaan, masyarakat yang kaya dan konservatif. Pada umumnya mereka Katolik Roma, dan mendukung sentralisasi kekuasaan. Sebagian dari taktik-taktik militer dalam perang ini - termasuk penggunaan taktik-taktik teror terhadap kaum sipil - mendahului apa yang kelak terjadi dalam Perang Dunia II, meskipun baik kaum Nasionalis maupun Republikan sangat mengandalkan pasukan infantri ketimbang menggunakan taktik-taktik modern seperti blitzkrieg dengan tank dan pesawat-pesawat terbang.

perang antara kaum Republik dan Nasionalis di Spanyol dari 1936 hingga 1939
Diperbarui 5 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Saudara Spanyol
Artikel ini adalah tentang Perang Saudara Spanyol pada 1936-1939. Lihat pula Perang Saudara Spanyol, 1820-1823.
Perang Saudara Spanyol
Bagian dari periode antarperang, dan pendahuluan Perang Dunia II
Searah jarum jam dari kiri atas:
  • Anggota Brigade Internasional XI di atas tank T-26 dalam Pertempuran Belchite
  • Granollers setelah dibom oleh Aviazione Legionaria pada tahun 1938
  • Pengeboman landasan udara di Maroko Spanyol
  • Tentara Republik dalam Pertempuran Teruel
  • Tentara nasionalis mengoperasikan meriam anti-pesawat
  • Batalyon Lincoln
Tanggal17 Juli 1936 – 1 April 1939
Lokasi
    • Spanyol
    • Maroko
    • Sahara Barat
    • Guinea
Hasil
  • Kemenangan Nasionalis
  • Pembentukan Negara Spanyol di bawah pemerintahan Francisco Franco
  • Berakhirnya Republik Spanyol Kedua dan penindasan Revolusi Spanyol
  • Pembantaian massal dan penindasan pasca-perang oleh rezim Franco
  • Maquis Spanyol terus melakukan perang gerilya secara sporadis hingga tahun 1965
Pihak terlibat

Republikan (Republik Spanyol)

  • Tentara Rakyat
  • Front Populer
  • UGT
  • CNT-FAI
  • POUM
  • Pemerintah Katalonia
  • Euzko Gudarostea
  • Relawan asing
    • Brigade Internasional
 Uni Soviet

Nasionalis (Negara Spanyol)

  • Tentara Nasional
  • FET y de las JONS
  • Falange Española de las JONS
  • Requeté/CT
  • Tentara Afrika
  • CEDA
  • Renovasi Spanyol
  • Persatuan Militer Spanyol
  • Relawan asing
 Italia
 Jerman
 Portugal
Tokoh dan pemimpin
  • Manuel Azaña
  • Francisco Largo Caballero
  • Juan Negrín
  • Indalecio Prieto
  • Segismundo Casado
  • Vicente Rojo Lluch
  • Toribio Martínez Cabrera Dihukum mati
  • José Miaja
  • Juan Modesto
  • Juan Hernández Saravia
  • Dolores Ibárruri
  • Buenaventura Durruti ⚔
  • Joaquín Ascaso
  • Lluís Companys Dihukum mati
  • País Vasco José Antonio Aguirre
  • Francisco Franco
  • Emilio Mola ⚔
  • José Sanjurjo ⚔
  • Gonzalo Queipo de Llano
  • Juan Yagüe
  • Miguel Cabanellas ⚔
  • José Enrique Varela
  • Fidel Dávila Arrondo
  • Francisco Gómez-Jordana
  • Manuel Hedilla
  • Manuel Fal Conde
  • Manuel Goded Llopis Dihukum mati
  • Mohamed Meziane
Kekuatan
Kekuatan tahun 1936:
  • 446.800 pejuang[1]
  • 31 kapal
  • 12 kapal selam
  • 13.000 pelaut

Kekuatan tahun 1938:[2]
  • 450.000 infanteri
  • 350 pesawat
  • 200 tank

  • 59.380 relawan internasional
  • 3.015 teknisi Soviet
  • 772 pilot Soviet
Kekuatan tahun 1936:
  • 58.000 tentara
  • 68.500 anggota gendarmerie
  • 16 kapal operasional
  • 7.000 pelaut[3]

Kekuatan tahun 1938:[4]
  • 600.000 infanteri
  • 600 pesawat
  • 290 tank

  • 80.000-90.000 pasukan Maroko
  • 70.000–75.000 pasukan Italia
  • 16.000 pasukan Jerman
  • ~10.000 relawan Portugis
Korban
  • 110.000 tewas dalam pertempuran (termasuk eksekusi)[5][6]

50.000–200.000 warga sipil tewas di dalam zona Nasionalis[7][8][9]

  • 90.000 tewas dalam pertempuran[5][6]

38.000–110.965 warga sipil tewas di dalam zona Republik [10][11][12]

Perkiraan sangat beragam

Perang Saudara Spanyol (bahasa Spanyol: Guerra Civil Españolacode: es is deprecated ) adalah perang saudara di Spanyol yang berlangsung dari 17 Juli 1936 hingga 1 April 1939, adalah konflik antara kaum Nasionalis yang dipimpin oleh Jenderal Francisco Franco yang mengalahkan kaum Loyalis yang dipimpin oleh Presiden Manuel Azaña dari Republik Spanyol Kedua. Kaum Loyalis mendapatkan senjata dan relawan dari Uni Soviet dan gerakan Komunis internasional, sementara kaum Nasionalis (atau Francois) didukung oleh negara-negara Fasis, termasuk Italia dan Jerman. Kaum Republikan terdiri atas kaum sentris (tengah) yang mendukung demokrasi liberal kapitalis hingga komunis dan kaum revolusioner anarkis. Basis kekuatan mereka terutama adalah sekuler dan urban (meskipun juga termasuk kaum buruh tani yang tidak memiliki tanah) dan khususnya kuat di wilayah-wilayah industri seperti Asturias dan Catalunya. Negeri Basque yang konservatif juga memihak dengan Republik, terutama karena ia, bersama-sama dengan tetangganya Catalunya, berusaha mendapatkan otonomi dari pemerintahan pusat yang belakangan ditindas dengan menciptakan sentralisasi terhadap kaum nasionalis. Kaum Francois umumnya memiliki basis dukungan di pedesaan, masyarakat yang kaya dan konservatif. Pada umumnya mereka Katolik Roma, dan mendukung sentralisasi kekuasaan. Sebagian dari taktik-taktik militer dalam perang ini - termasuk penggunaan taktik-taktik teror terhadap kaum sipil - mendahului apa yang kelak terjadi dalam Perang Dunia II, meskipun baik kaum Nasionalis maupun Republikan sangat mengandalkan pasukan infantri ketimbang menggunakan taktik-taktik modern seperti blitzkrieg (serangan kilat) dengan tank dan pesawat-pesawat terbang.

Sementara perang itu berlangsung hanya sekitar tiga tahun, situasi politiknya sudah penuh dengan kekerasan selama beberapa tahun sebelumnya. Jumlah korbannya dipertikaikan. Perkiraan umum menyebutkan antara 300.000 hingga 1 juta orang terbunuh. Banyak di antara para korban ini disebabkan oleh pembunuhan-pembunuhan massal yang dilakukan kedua belah pihak. Perang ini dimulai dengan pemberontakan militer di seluruh Spanyol dan koloni-koloninya, yang diikuti oleh pembalasan kaum Republikan terhadap Gereja, yang dipandang kaum Republikan radikal sebagai lembaga yang menindas yang mendukung orde lama.

Setelah pemberontakan di Maroko Spanyol, pasukan nasionalis di jantung Spanyol, memberontak. Mereka melancarkan serangan kilat ke Madrid dan mengkudeta pemerintahannya, tetapi berhasil dihalau pada November 1936 dengan bantuan persenjataan Soviet. Seiring waktu, pasukan nasionalis Franco terus berjaya. Mereka merebut garis pantai utara pada tahun 1937 dan mengepung Madrid, perlahan-lahan memperketat cengkeraman mereka di negara itu. Kemenangan kaum nasionalis difasilitasi oleh perpecahan di dalam pihak Republik, yang terganggu oleh perselisihan internal di antara komunis, anarkis, dan kaum sayap kiri lainnya.[13]

Pada bulan Maret 1939, Kolonel Casado, komandan pusat militer Republik, meluncurkan kudeta terhadap pemerintahnya sendiri. Didorong oleh ketidakpuasan dengan kebijakan perlawanan yang terus berlanjut, dia merasa dapat bernegosiasi untuk perdamaian. Usahanya ditolak oleh Franco dan dia dipaksa untuk menyerah. Pada tanggal 27 Maret, para pemberontak memasuki Madrid, empat hari kemudian, seluruh Spanyol berada di tangan Nasionalis. Keesokan harinya, Franco mengumumkan akhir dari perang.[14]

Terjadi pembantaian terhadap rohaniwan-rohaniwati Katolik dan gereja-gereja. Biara-biara dibakar. Dua belas uskup, 283 biarawati, 2.365 biarawan dan 4.184 imam Katolik dibunuh.[15][16] Bekas pemilik tanah dan kaum industrialis juga diserang. Selama dan menjelang pecahnya perang, kaum Nasionalis melaksanakan program pembunuhan massal terhadap lawan-lawan mereka. Dilakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, dan orang-orang yang tidak disukai sering kali dipenjarakan atau dibunuh. Para aktivis serikat buruh, yang dikenal sebagai simpatisan kaum Republikan dan yang sering mengkritik rezim Franco merupakan orang-orang pertama yang diincar. Kaum Nasionalis juga melakukan pengeboman udara terhadap wilayah-wilayah sipil dengan bantuan angkatan udara Jerman dan Italia. Kebrutalan biasa dilakukan oleh semua pihak.

Dampak perang ini sangat hebat: Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan kembali ekonomi Spanyol. Dampak politik dan emosional dari perang ini terus dirasakan jauh melampaui batas-batas negara Spanyol dan menyulut semangat kaum komunitas intelektual dan politik internasional, yang hingga kini masih ditemukan dalam politik Spanyol.

Para simpatisan Republikan menyatakannya sebagai perjuangan antara "tirani dan demokrasi", atau "fasisme dan kebebasan", dan banyak pembaharu muda dan kaum revolusioner yang mempunyai komitmen tinggi bergabung dengan Brigade Internasional, yang merasa bahwa menyelamatkan Republik Spanyol berada di garis depan peperangan melawan fasisme. Namun para pendukung Franco, khususnya anggota-anggota muda dari korps perwira, memandanganya sebagai pertempuran antara gerombolan merah komunisme dan anarkisme di satu pihak melawan "peradaban Kristen" di pihak lain.

Duta Besar AS Claude Bowers menyatakan bahwa dia sedang menyaksikan 'gladi resik' Perang Dunia II[16].

Penyebab

Kondisi ekonomi Spanyol sangatlah buruk saat diktator Miguel Primo de Rivera berkuasa dan Spanyol terdampak Depresi Besar. Miguel sendiri mundur pada 1930. Selanjutnya, kubu Liberal dan Sosialis memenangkan pemilu 1931, membuat Raja Spanyol saat itu, Alfonso XIII, mengasingkan diri. Republik Spanyol Kedua diproklamasikan pada 14 April 1931[17][14][18]

Untuk para politisi Republikan dan Sosialis, serta untuk jutaan orang Spanyol, negara baru ini menjadi simbol modernisasi, demokrasi, dan keadilan sosial yang menjanjikan. Sebuah koalisi Republikan-Sosialis memulai program perubahan yang ambisius, mencoba reformasi buruh dan pertanian, pemisahan agama dan negara, serta pelemahan dan pemisahan politik pada tentara.[14][17] Tetapi karena itu poltik terpecah antara kubu Republikan, Komunis, Sosialis, Monarkis, Anarkis, Carlisme, dan Fasis. Situsai makin tegang saat Pemilihan Umum 1936, dimana koalisi politik "Front Populer" yang beraliran sayap kiri memenangkan pemilu. Sejak saat itu, kondisi Spanyol mulai tegang. Politisi anti-komunis diam-diam mulai merencanakan pemberontakan. Seiring berkembangnya fasisme, kelompok Falangis, salah satu aliran fasis di Spanyol, bentrok dengan aktivis sayap kiri di jalan-jalan. [17][14]

Francisco Franco, 1930
Emilio Mola

Pada tanggal 13 Juli, seorang politikus sayap kanan terkemuka, José Calvo Sotelo, dibunuh oleh dua polisi yang pro-republikan sebagai pembalasan atas pembunuhan Letnan José Castillo. Hal itu memberikan alasan bagi para jenderal, yang dipimpin oleh Emilio Mola, untuk melakukan kudeta mereka yang dimulai dari pemberontakan di Maroko Spanyol, yang akan membagi negara tersebut menjadi dua, secara politik, geografis, dan militer. [17][14]

Emilio Mola adalah perencana utama dan dalang pencobaan kudeta 1936. Dia pernah bertugas di Perang Rif dan menjadi Direktur Jenderal Keamanan pada tahun 1930, sebuah tonggak yang membawa konflik dengan Partai Republik. Bersama dengan Francisco Franco, pemimpin Spanyol seusai perang, dia mengoordinasi dan mengatur aksi teror brutal di Spanyol yang dikuasai nasionalis. Dia tewas pada bulan Juni 1937 dalam kecelakaan pesawat. [14]


Jalannya Perang

Keberpihakan Internasional

Tanda penghormatan untuk anggota Brigade Internasional dari Derry, Donegal dan Tryone

Saat itu, kaum Nasionalis (Pemberontak) mendapat pasokan senjatan dan bantuan dari Jerman Nazi dan Italia Fasis[13]

Dan kaum Republik mendapat dukungan dari Uni Soviet dan Meksiko[13]

Berdasarkan Perjanjian Non-Intervensi Liga Bangsa-Bangsa, kedua pihak dalam konflik tidak boleh membeli atau menerima bahan perang.[14]

Namun, perjanjian tersebut terus-menerus dilanggar, terutama oleh Jerman, Italia, dan Uni Soviet. Akan tetapi, saat Republik berjuang untuk mendapatkan senjata dan peralatan, bahkan dengan bantuan Soviet, Nasionalis menerima aliran senjata fasis secara tetap. Itu menjadi faktor kunci dalam kemenangan Franco, dan berarti kehancuran bagi Republik.[14]

Brigade Internasional

Poster Propaganda selama perang

Sisa Eropa dan Amerika Serikat secara resmi tetap netral, meskipun banyak sukarelawan dari negara-negara ini bergabung dengan Brigade Internasional untuk memperjuangkan Republik.[13]

Brigade Internasional adalah relawan yang berjuang untuk mempertahankan Republik. Mereka diatur dan direkrut oleh Komunis Internasional. Lebih dari 35.000 orang bergabung; banyak dari mereka adalah orang buangan dari kediktatoran fasis Eropa. Sebagian besar anggota berasal dari Prancis, Jerman Nazi, Polandia dan Italia, namun relawan juga datang dari Britania Raya, Amerika Serikat, dan Kanada.[14]

Madrid, Málaga, Guadalajara, Guernica, hingga Basque

Setelah pemberontakan di Maroko Spanyol, pasukan nasionalis di jantung Spanyol, memberontak. Mereka melancarkan serangan kilat ke Madrid dan mengkudeta pemerintahannya, tetapi berhasil dihalau pada November 1936 dengan bantuan persenjataan Soviet. Seiring waktu, pasukan nasionalis Franco terus berjaya. Mereka merebut garis pantai utara pada tahun 1937 dan mengepung Madrid, perlahan-lahan memperketat cengkeraman mereka di negara itu. Kemenangan kaum nasionalis difasilitasi oleh perpecahan di dalam pihak Republik, yang terganggu oleh perselisihan internal di antara komunis, anarkis, dan kaum sayap kiri lainnya. [14][13]

Lukisan "Guernica" karya Pablo Picasso
Kuburan massal saat pembantaian oleh kaum Nasionalis di Burgos

Pada tanggal 7 Februari 1937, pasukan Italia dan Nasionalis menakhlukan kota Málaga, yang pertahanannya tidak memadai; kelompok Republik dieksekusi secara massal. [14]Setelah keberhasilan ini, Mussolini membujuk Franco untuk meluncurkan serangan dua pasukan di bagian timur Madrid. Pasukan Italia akan menyerang Guadalajara, dan pasukan Spanyol bergerak ke Alcalá de Henares dari Jarama, sesudah kemenangan di Pertempuran Jalama. Namun, Italia terhalang oleh kondisi cuaca yang sangat buruk dan perlawanan Republik yang penuh semangat. Ketika Franco tidak berhasil menyerang, Mussolini terpaksa menyaksikan pasukannya yang basah kuyup dipukul mundur.[14] Bahkan pasukan Nasionalis menghina pasukan Italia dengan lagu ini:

"Guadalajara bukanlah Abyssinia,

Orang Spanyol, yang berwarna apapun, sangat berani,

Yang Anda butuhkan adalah sedikit truk dan lebih banyak kejantanan"

5 November 1938, Novelis Amerika Ernest Hemingway di garis depan perang
Peta Perang Saudara Spanyol

Meskipun menganut Katolik, wilayah Basque di bagian utara negara ini tetap setia kepada Republik. Saat pemberontak mendekati Bilbao, Legiun Condor Jerman Nazi mengebom kota Guernica hingga rata dengan tanah. Peristiwa ini dinamakan Pengeboman Guernica. Pelukis Pablo Picasso membuat lukisan "Guernica" yang menceritakan kekejaman perang kala itu. Bilbao akhirnya jatuh pada bulan Juni 1937; Republik berusaha untuk meluncurkan serangan di Brunete, tetapi Nasionalis unggul dalam jumlah dan memukul mundur mereka. Para pemberontak melanjutkan serangan mereka di utara, bergerak menuju Santander pada akhir Agustus. Republik merespons dengan merebut Quinto dan Belchite. Pada bulan Oktober, wilayah Basque dan Asturias telah jatuh ke tangan nasionalis. [17][14]

Sungai Ebro, Aragon, dan Katalonia

Republik meluncurkan serangan mendadak di Teruel pada bulan Desember 1937, namun pasukan Franco merebutnya kembali pada bulan Februari 1938. Kemudian, datang serangan Nasionalis di Aragon yang memotong wilayah Republik menjadi dua. Valencia pun diserang. Bertujuan untuk meredakan tekanan, Republik dan Brigadir Internasional bergerak maju melintasi Sungai Ebro. Pertempuran berlangsung selama tiga bulan, tetapi mereka, kelelahan, terpaksa kembali ke seberang sungai. Pada musim dingin tahun 1938, Franco merebut Katalonia; pasukannya memasuki Barcelona pada bulan Januari 1939. [14]

Pengungsi

Menyusul jatuhnya Katalonia pada bulan Februari 1939, lautan pengungsi melintasi perbatasan menuju Prancis. Lebih dari setengah juta warga sipil Republik, tentara, dan anggota Brigade Internasional yang melarikan diri dari pasukan Franco yang bergerak maju, melakukan perjalanan yang tak terelakkan ini. Lelah dan ketakutan, di sisi lain perbatasan, mereka dipenjara di kamp-kamp tahanan oleh otoritas Perancis. Mereka menderita kondisi yang memprihatinkan, banyak yang meninggal karena penyakit dan kelaparan. Di antara yang paling terkenal dari para pengungsi ini adalah penyair Antonio Machado yang meninggal beberapa hari setelah dia menyeberangi perbatasan dan dimakamkan di dekat laut di Collioure. Salah satu puisinya yang paling terkenal, 'Caminante no camio hay' (Petualang, tidak ada jalan) adalah ekspresi pedih akan rasa kehilangan, keberanian, dan keterasingan dari para pengungsi[14]

Akhir Perang

Pada bulan Maret 1939, Kolonel Casado, komandan pusat militer Republik, meluncurkan kudeta terhadap pemerintahnya sendiri. Didorong oleh ketidakpuasan dengan kebijakan perlawanan yang terus berlanjut, dia merasa dapat bernegosiasi untuk perdamaian. Usahanya ditolak oleh Franco dan dia dipaksa untuk menyerah. Pada tanggal 27 Maret, para pemberontak memasuki Madrid, empat hari kemudian, seluruh Spanyol berada di tangan Nasionalis. Keesokan harinya, Franco mengumumkan akhir dari perang.[14]

Akibat perang ditandai dengan pengaiayaan yang keras. Ratusan ribu pendukung Republik melarikan diri ke Prancis, sementara mereka yang tetap menghadapi penganiayaan dan eksekusi oleh rezim Franco. Franco mengkonsolidasikan kekuasaannya, membangun kediktatoran yang akan bertahan sampai kematiannya pada tahun 1975. Perang Saudara Spanyol meninggalkan bekas luka yang dalam di negara itu dan menjadi terkenal karena kekejaman yang dilakukan oleh kedua belah pihak, dengan pembersihan dan eksekusi massal yang dilakukan di wilayah Nasionalis dan Republik. Perang gerilya masih terjadi sampai tahun 1950-an.[13]

Film-film terkait

  • Raza (Jose Luis Saenz de Heredia, 1942)

    Seri Sejarah Spanyol
    Spanyol Prasejarah
    Penaklukan Romawi
    - Spanyol Romawi
    Spanyol Abad Pertengahan
    Kerajaan Suebi
    - Bangsa Goth (Kerajaan Visigoth)
    Spania Bizantium
    Penaklukan Muslim
    - Al-Andalus
    - Penaklukan Kembali
    Monarki Katolik
    Zaman Ekspansi
    Kolonisasi Spanyol di Amerika
    Zaman Pencerahan
    Reaksi dan Revolusi
    Republik Spanyol Pertama
    Restorasi
    Republik Spanyol Kedua
    Perang Saudara Spanyol
    Pemerintahan Diktatur
    Transisi menuju demokrasi
    Spanyol modern
    Topik
    Sejarah Ekonomi
    Sejarah Militer
    Sejarah Sosial
    For Whom the Bell Tolls (Sam Wood, 1943, dari Ernest Hemingway novel)
  • The Heifer (La vaquilla) (Luis García Berlanga, 1985)
  • ¡Ay, Carmela! (Disutradarai oleh Carlos Saura, Spanyol/Italia 1990) Judulnya merupakan Referensi kepada nyanyian "Quinta Brigada", yang membanggakan keberanian pasukan-pasukan Republikan dan meratapi kurangnya pasokan dan dukungan udara mereka
  • Land and Freedom (Ken Loach, 1995)
  • Libertarias (Vicente Aranda, 1996)
  • "Vivir la Utopia" (Living Utopia) oleh Juan Gamero, Arte-TVE, Catalunya 1997
  • La Lengua de las Mariposas (The Tongue of the Butterflies), José Luis Cuerda, 1999)
  • Soldados de Salamina (David Trueba, 2002)
  • The Anarchist's Wife (2008)
  • Guernica (2016)

Catatan kaki

  1. ↑ Larrazáhal, R. Salas. "Aspectos militares de la Guerra Civil española". Diarsipkan dari asli tanggal 19 March 2022. Diakses tanggal 11 September 2018.
  2. ↑ Thomas 1961, hlm. 491.
  3. ↑ "Warships of the Spanish Civil War (1936–1939)". kbismarck.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 June 2020. Diakses tanggal 22 January 2008.
  4. ↑ Thomas 1961, hlm. 488.
  5. 1 2 Thomas, Hugh. The Spanish Civil War. Penguin Books. London. 1977 (and later editions).
  6. 1 2 Clodfelter 2017, hlm. 339.
  7. ↑ Casanova 2010, hlm. 181.
  8. ↑ Maestre, Francisco; Casanova, Julián; Mir, Conxita; Gómez, Francisco (2004). Morir, matar, sobrevivir: La violencia en la dictadura de Franco. Grupo Planeta. ISBN 978-8484325062.
  9. ↑ Jackson, Gabriel (1967). The Spanish Republic and the Civil War, 1931–1939. Princeton University Press. ISBN 0691007578.
  10. ↑ Beevor, Antony. The Battle for Spain; The Spanish Civil War 1936-1939. Penguin Books. 2006. London. p. 87
  11. ↑ Zubiński, Tadeusz (2015). Wojna domowa w Hiszpanii 1936-1939. Fronda. hlm. 423. ISBN 9788371779732.
  12. ↑ Vidal, César (2004). Checas de Madrid. Debolsillo. ISBN 84-9793-168-8.
  13. 1 2 3 4 5 6 "Perang Saudara Spanyol". History Maps. Diakses tanggal 2026-02-05.
  14. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 "Perang Saudara Spanyol". Google Arts and Culture. Diakses tanggal 2026-02-05.
  15. ↑ Statistik mengenai pembunuhan, penghancuran gedung-gedung keagamaan, dll. tak lama sebelum pecahnya perang berasal dari Historia de la Persecución Religiosa en España (1936-1939) oleh Antonio Montero Moreno (Biblioteca de Autores Cristianos, edisi ke-3, 1999).
  16. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-03-28. Diakses tanggal 2006-08-05.
  17. 1 2 3 4 5 "Perang Sipil Spanyol, Perang Saudara di Ujung Barat Eropa". Republik Eusosialis Tawon. Diakses tanggal 2026-02-05.
  18. ↑ Payne, Stanley J. Spain's First Democracy: The Second Republic, 1931–1936. hlm. 24–32. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

  • Republik Spanyol Kedua
  • Anarkisme di Spanyol
  • Revolusi Spanyol
  • Brigade Internasional
  • Irlandia dan perang Saudara Spanyol
  • Pengeboman Guernica
  • Perang proxi
  • Perang Saudara Eropa
  • Francisco Franco

Bacaan lebih lanjut

  • Alpert, Michael (2004). A New International History of the Spanish Civil War. Basingstoke: Palgrave Macmillan. ISBN 1-4039-1171-1.
  • Beevor, Antony (penerbitan ulang 2001). The Spanish Civil War. London: Penguin. ISBN 0-14-100148-8. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  • Brenan, Gerald (penerbitan ulang 1990). The Spanish labyrinth: an account of the social and political background of the Civil War. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-39827-4. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  • Carr, Raymond (Introduction; tak disebutkan editornya), Images of the Spanish Civil War, London (Allen & Unwin) 1986.
  • Graham, Helen (2002). The Spanish republic at war, 1936-1939. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-45932-X.
  • Enzensberger, Christian, "The short summer of Anarchy".
  • Howson, Gerald (1998). Arms for Spain. New York: St. Martin’s Press. ISBN 0-312-24177-1.
  • Jackson, Gabriel (1965). The Spanish Republic and the Civil War, 1931-1939. Princeton: Princeton University Press. ISBN 0-691-00757-8.
  • Koestler, Arthur (1983). Dialogue with death. London: Macmillan. ISBN 0-333-34776-5.
  • Kowalsky, Daniel. La Union Sovietica y la Guerra Civil Espanola. Barcelona: Critica. ISBN 84-8432-490-7.
  • Malraux, André (1941). L'Espoir (Man's Hope). New York: Modern Library. ISBN 0-394-60478-4.
  • Moa, Pío; Los Mitos de la Guerra Civil, La Esfera de los Libros, 2003.
  • Orwell, George (2000, pertama kali terbit pada 1938). Homage to Catalonia. London: Penguin Books dalam kerja sama dengan Martin Secker & Warburg. ISBN 0-14-118305-5. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  • Payne, Stanley (2004). The Spanish Civil War, the Soviet Union, and Communism. New Haven ; London: Yale University Press. ISBN 0-300-10068-X.
  • Preston, Paul, A Concise History of the Spanish Civil War, London (Fontana Press) 1996.
  • Puzzo, Dante Anthony (1962). Spain and the great powers, 1936-1941. Freeport, N.Y: Books for Libraries Press (aslinya Columbia University Press, N.Y.). ISBN 0-8369-6868-9.
  • Radosh, Ronald (2001). Spain betrayed: the Soviet Union in the Spanish Civil War. New Haven and London: Yale University Press. ISBN 0-300-08981-3.
  • Thomas, Hugh (diterbitkan kembali pada 2003). The Spanish Civil War. London: Penguin. ISBN 0-14-101161-0. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)

Literatur terkait

  • For Whom the Bell Tolls oleh Ernest Hemingway (1940)
  • The Living and the Dead oleh Patrick White (1941)
  • The Blind Assassin oleh Margaret Atwood (2000)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Spanish Civil War.
  • (Inggris) Perang Saudara Spanyol Diarsipkan 2006-03-26 di Wayback Machine., oleh George Orwell
  • (Spanyol) Constitución de la República Española (1931) Diarsipkan 2009-05-31 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Profesor Marek Jan Chodakiewicz tentang Perang Saudara Spanyol Diarsipkan 2006-09-04 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Kumpulan esai oleh Albert dan Vera Weisbord dengan puluhan esai yang ditulis selama dan mengenai Perang Saudara Spanyol.
  • (Inggris) Anarkisme dalam Revolusi Spanyol Diarsipkan 2012-11-30 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Anarko-Statis Spanyol, sebuah pandangan lain tentang kaum anarkis dalam Perang Saudara Spanyol
  • (Inggris) Tanggapan terhadap hal di atas oleh seorang anarkis
  • (Spanyol) Gambaran, menurut Vatikan, tentang penganiayaan agama yang dialami oleh orang Katolik selama Perang Saudara Spanyol.
  • (Inggris) Sejarah Perang Saudara Spanyol Diarsipkan 2007-09-30 di Wayback Machine., diringkas dari studi negara oleh pemerintah AS.
  • (Inggris) Informasi tentang Perang Saudara Spanyol Diarsipkan 2009-10-04 di Wayback Machine. dari Spartacus Educational
  • (Inggris) La Cucaracha, Buku Harian Perang Saudara Spanyol Diarsipkan 2005-02-08 di Wayback Machine., sebuah catatan yang sangat baik dan terinci mengenai kejadian-kejadian dalam perang ini
  • (Inggris) Yahudi Amerika dalam Perang Saudara Spanyol Diarsipkan 2006-02-21 di Wayback Machine.
  • Ronald Hilton, Spain, 1931-36, Dari Monarki hingga Perang Saudara, Laporan Saksi Mata
  • (Inggris) Columbia Historical Review Dutch Involvement in Spanish Civil War
  • (Inggris) Noam Chomsky's Objectivity and Liberal Scholarship
  • (Inggris) Dokumentasi Perang Saudara, dibuat oleh CNT Diarsipkan 2020-04-06 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Arsip teks Perang Saudara Spanyol dan Revolusi Diarsipkan 2006-10-12 di Wayback Machine. dalam perpustakaan libcom.org
  • (Inggris) Galeri gambar Perang Saudara Spanyol dan Revolusi Diarsipkan 2010-09-13 di Wayback Machine. - foto dan poster dari konflik itu
  • (Inggris) Revolusi Spanyol dan Perang Saudara 1936-1939 Artikel yang berisi tinjauan, situs web, artikel, buku dan pamflet (dalam Tidsskriftcentret.dk)
  • Situs yang memuat sejumlah film yang diproduksi oleh CNT Diarsipkan 2021-01-28 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebab
  2. Jalannya Perang
  3. Keberpihakan Internasional
  4. Madrid, Málaga, Guadalajara, Guernica, hingga Basque
  5. Sungai Ebro, Aragon, dan Katalonia
  6. Akhir Perang
  7. Film-film terkait
  8. Catatan kaki
  9. Lihat pula
  10. Bacaan lebih lanjut
  11. Literatur terkait
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Benito Mussolini

pemimpin Partai Fasis Nasional Italia

Francisco Franco

jenderal dan diktator Spanyol yang memimpin pasukan Nasionalis dalam menggulingkan Republik Spanyol Kedua selama Perang Saudara Spanyol dan selanjutnya

Blok Poros

koalisi militer pada Perang Dunia II

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026