Jakarta Aktual – 10 Juni 2026 | Musim kemarau telah menjadi fenomena tahunan di Indonesia, dan tahun ini tidak terkecuali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai daerah berstatus siaga kekeringan.
Kabupaten Bima masuk dalam peringatan dini level siaga kekeringan meteorologis seiring dengan menguatnya fenomena El Nino. Menurut Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini, Kecamatan Donggo di Kabupaten Bima tercatat mengalami kondisi tanpa hujan paling lama, yakni mencapai 40 hari berturut-turut.
BMKG juga menetapkan sejumlah daerah masuk kategori waspada kekeringan, yang meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Langgudu, Palibelo, Parado di Kabupaten Bima. Status serupa juga terjadi di Kecamatan Kempo dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Empang, Lape, dan Plampang di Kabupaten Sumbawa.
Seluruh wilayah di NTB saat ini telah memasuki musim kemarau, sehingga masyarakat diimbau agar mengantisipasi potensi krisis air bersih dengan menggunakan air secara hemat dan efisien. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Musim kemarau juga berdampak pada fenomena alam lainnya, seperti fenomena ‘salju’ embun upas yang muncul di kawasan Gunung Bromo. Fenomena ini terjadi karena suhu udara yang rendah, sehingga uap air yang berada di permukaan rumput, daun, pasir, maupun tanah membeku akibat suhu yang sangat rendah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, telah menyiapkan tim untuk menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
BMKG juga memprediksi bahwa suhu udara di wilayah Jakarta akan terasa lebih gerah pada September-Oktober 2026. Dampak El Nino akan membuat cuaca di Jakarta terasa lebih panas disebabkan posisi matahari yang melintas di Pulau Jawa.
Musim kemarau memang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, dengan persiapan dan antisipasi yang baik, kita dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan efektif.