Yehezkiel 34 adalah bagian dari Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi Yehezkiel bin Busi, yang turut dibawa ke dalam pembuangan oleh Kerajaan Babilonia pada zaman raja Yoyakhin dari Kerajaan Yehuda dan raja Nebukadnezar dari Babel sekitar abad ke-6 SM.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Yehezkiel 34 | |
|---|---|
Yehezkiel 34:23 dst. ditulis dalam teks Ibrani dengan vokalisasi Babel pada suatu fragmen geniza. Bodley Library, University of Oxford (shelfmark Ms. heb. d. 64). | |
| Kitab | Kitab Yehezkiel |
| Kategori | Nevi'im |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 26 |
Yehezkiel 34 (disingkat Yeh 34) adalah bagian dari Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi (dan juga imam) Yehezkiel bin Busi, yang turut dibawa ke dalam pembuangan oleh Kerajaan Babilonia pada zaman raja Yoyakhin dari Kerajaan Yehuda dan raja Nebukadnezar dari Babel sekitar abad ke-6 SM.[1][2]
Karena kegagalan para pemimpin Israel, Tuhan sendiri akan turun tangan mengatur umat-Nya. Dia akan memelihara domba-domba-Nya (ayat Yeh 34:11-16), menghakimi antara domba, domba jantan dan kambing (ayat Yeh 34:17-24), dan mengikat perjanjian damai dengan umat itu (ayat Yeh 34:25-31).[3]
Gembala ini ialah Yesus Kristus sang Mesias, seorang keturunan Daud (bandingkan Mazmur 89:5,21,30; Yeremia 23:5–6). Ia menggembalakan umat Allah sebagai imam, nabi dan raja yang benar. Dia adalah "gembala yang baik" (Yohanes 10:14) yang menyerahkan nyawa-Nya untuk domba (Yohanes 10:1–18; 1 Yohanes 3:1; bandingkan 1 Petrus 2:25; 5:4). Pada masa depan, apabila umat Allah telah dikembalikan ke negeri mereka, Mesias akan mendirikan kerajaan-Nya yang damai sejahtera dan adil (lihat Yehezkiel 34:25).[3]
Mesias-Gembala akan memulihkan damai sejahtera dan kesempurnaan yang merupakan ciri kehidupan sebelum dosa memasuki dunia (Kejadian 1:1–3:24). Perjanjian ini juga disebut "Perjanjian Baru" (lihat Yeremia 31:31-34), dan akan mencapai penggenapan sempurna di langit baru dan bumi baru (Wahyu 21:1–22:21). Ketika itulah akan turun "hujan yang membawa berkat" bagi orang tebusan (Yehezkiel 34:26) dan kepenuhan kehadiran Allah di antara umat-Nya (Yehezkiel 34:30).[3]