Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lai Ching-te

Lai Ching‑te juga dikenal dengan nama William Lai, adalah seorang politisi, dokter, dan nefrolog asal Taiwan yang sejak tahun 2024 menjabat sebagai presiden Republik Tiongkok (Taiwan) ke-8. Ia merupakan anggota Partai Progresif Demokrat (DPP) dan menjabat sebagai ketua partai sejak 2023.

Presiden Taiwan ke-8 (2024–Sekarang)
Diperbarui 27 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lai Ching-te
Lai Ching-te
賴清德
Potret resmi, 2024
Presiden Republik Tiongkok ke-8
Petahana
Mulai menjabat
20 Mei 2024
Perdana MenteriCho Jung-tai
Wakil PresidenHsiao Bi-khim
Sebelum
Pendahulu
Tsai Ing-wen
Pengganti
Petahana
Sebelum
Ketua Partai Progresif Demokrat ke-18
Petahana
Mulai menjabat
18 Januari 2023
Sekretaris JenderalHsu Li-ming
Andrea Yang (penjabat)
Lin Yu-chang
Ho Po-wen (penjabat)
Hsu Kuo-yung
Sebelum
Pendahulu
Chen Chi-mai (penjabat)
Pengganti
Petahana
Sebelum
Wakil Presiden Republik Tiongkok ke-12
Masa jabatan
20 Mei 2020 – 20 Mei 2024
PresidenTsai Ing-wen
Sebelum
Pendahulu
Chen Chien-jen
Pengganti
Hsiao Bi-khim
Sebelum
Perdana Menteri Republik Tiongkok ke-26
Masa jabatan
8 September 2017 – 14 Januari 2019
PresidenTsai Ing-wen
Wakil Perdana MenteriShih Jun-ji
Sebelum
Pendahulu
Lin Chuan
Pengganti
Su Tseng-chang
Sebelum
Wali Kota Tainan ke-1
Masa jabatan
25 Desember 2010 – 7 September 2017
WakilHsu He-chun
Sebelum
Pendahulu
Posisi ditetapkan
Pengganti
Li Meng-yen (penjabat)
Sebelum
Anggota Yuan Legislatif
Masa jabatan
1 Februari 2008 – 25 Desember 2010
Daerah pemilihanTainan II
Masa jabatan
1 Februari 1999 – 31 Januari 2008
Daerah pemilihanKota Tainan
Informasi pribadi
Lahir6 Oktober 1959 (umur 66)
Wanli, County Taipei, Taiwan (sekarang Wanli, Kota Taipei Baru, Taiwan)
Partai politikProgresif Demokrat
Suami/istri
Wu Mei-ju
​
(m. 1986)​
Anak2
Pendidikan
  • Universitas Nasional Taiwan (BS)
  • Universitas Nasional Koxinga (MD)
  • Universitas Harvard (MPH)
Karier militer
Dinas/cabang Angkatan Darat Republik Tiongkok
Masa dinas1984–1986
PangkatLetnan dua
Lai Ching-te
Hanzi tradisional: 賴清德code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 赖清德code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Lài Qīngdé
- Tongyong Pinyin: Lài Cing-dé
- Wade-Giles: Lai⁴ ChTemplat:Wg-aposing¹-tê²
- Gwoyeu Romatzyh: Lay Chingder
- Bopomofo: ㄌㄞˋ ㄑㄧㄥ ㄉㄜˊ
Min Nan
- Romanisasi POJ: Lōa Chheng-tek
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Laih Chīng-dàk
- Jyutping: Lai6 Cing1dak1
IMDB: nm15174071 Facebook: chingte X: ChingteLai Instagram: william_chingte Youtube: UCoeqttsITEaaPG2z78J00ZA Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Lai Ching‑te[1] (Hanzi: 賴清德; Pinyin: Lài Qīngdé; lahir 6 Oktober 1959) juga dikenal dengan nama William Lai, adalah seorang politisi, dokter, dan nefrolog asal Taiwan yang sejak tahun 2024 menjabat sebagai presiden Republik Tiongkok (Taiwan) ke-8. Ia merupakan anggota Partai Progresif Demokrat (DPP) dan menjabat sebagai ketua partai sejak 2023.

Lai lahir di Kabupaten Taipei dalam keluarga kelas pekerja. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Nasional Taiwan, kemudian di Universitas Nasional Cheng Kung, dan pada tahun 2003 meraih gelar magister di bidang kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard. Setelah berpraktik sebagai dokter spesialis cedera tulang belakang, Lai maju dalam pemilu Legislatif Yuan 1996 dan berhasil meraih kursi untuk mewakili Kota Tainan. Ia terpilih kembali empat kali berturut-turut sebelum maju dalam pemilihan Wali Kota Tainan 2010. Ia menjabat sebagai wali kota selama tujuh tahun dan kembali terpilih pada 2014. Pada September 2017, Presiden Tsai Ing-wen menunjuk Lai untuk menggantikan Lin Chuan sebagai perdana menteri.

Pada 24 November 2018, setelah DPP mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal, Lai mengumumkan pengunduran dirinya dan resmi meninggalkan jabatan pada 14 Januari 2019, digantikan oleh Su Tseng-chang. Tahun 2019, ia menantang Tsai dalam pemilihan pendahuluan presiden DPP, tetapi kalah, dan kemudian menjadi calon wakil presiden mendampingi Tsai dalam pemilihan umum 2020, yang berujung kemenangan. Pada April 2023, DPP resmi mencalonkan Lai sebagai kandidat presiden untuk pemilihan presiden Taiwan 2024. Ia terpilih dengan perolehan suara 40,05% dan dilantik sebagai Presiden Republik Tiongkok pada 20 Mei 2024.

Kepresidenan (2024–sekarang)

Pada 13 Januari 2024, Lai Ching-te terpilih menjadi Presiden Republik Tiongkok dengan sekitar 40% suara rakyat,[2] dan dilantik pada 20 Mei 2024.[3] Ia menunjuk Cho Jung-tai, mantan ketua umum Partai Progresif Demokrat (DPP) untuk menjadi Perdana Menteri Republik Tiongkok.[4] Di Yuan Legislatif, DPP hanya menguasai 51 kursi sementara Kuomintang mengambil 52 kursi sementara Partai Rakyat Taiwan (TPP) besutan Ko Wen-je menguasai 8, menyebabkan pemerintahan Lai berada di pemerintahan minoritas.[5]

Kebijakan dalam negeri

Pada September 2024, pemerintahan Lai memenjarakan ketua umum Partai Rakyat Taiwan Ko Wen-je atas tuduhan suap. TPP mengecam pemenjaraan tersebut sebagai persekusi politik dan penangkapan Ko memecah belah opini rakyat Taiwan.[6] Huang Kuo-chang menggantikan Ko Wen-je sebagai ketua umum dan meningkatkan kerja sama dengan Kuomintang, termasuk dalam hal mengesahkan Undang-Undang Interpretasi Konstitusi, Undang-Undang Pemilihan Umum dan Pemanggilan Kembali, dan Undang-Undang Anggaran yang bertujuan memperketat kekuatan eksekutif.[7] Setelah masa jabatan 7 hakim Makhamah Konstitusi telah berakhir pada akhir 2024, Makhamah Agung dibekukan secara fungsional karena Yuan Legislatif menolak ketujuh hakim baru yang dipilih oleh Lai, menciptakan krisis konstitusi.[8][9]

Pada awal sampai pertengahan 2025, DPP dengan dukungan Lai Ching-te beserta beberapa partai pro-kemerdekaan Taiwan lainnya mendukung upaya untuk memaksa pemilihan legislatif baru dengan menggulingkan politikus Kuomintang dan TPP melalui mekanisme pemanggilan kembali.[10] Walaupun memiliki optimisme kuat dari DPP, upaya tersebut pada akhirnya gagal dan ketua umum Kuomintang Eric Chu memeringati Lai untuk meminta maaf dan merenungkan tindakannya.[11] Angka ketidakpuasan terhadap Lai kemudian meningkat, melampaui angka kepuasannya.[12][13]

Pemerintahan Taiwan dibawah Lai mencoba melarang pengunaan aplikasi Xiaohongshu yang digunakan oleh 29% penduduk Taiwan karena risiko penipuan, menyebabkan pengunduhan aplikasi di Taiwan meningkat dan protes terhadap pemerintahannya.[14][15]

Pada Desember, Perdana Menteri Cho Jung-tai mulai secara selektif menolak untuk melaksanakan UU yang disahkan oleh Yuan Legislatif dan Lai Ching-te menuduh Kuomintang dan TPP atas penyalahgunaan kekuasaan legislatif yang hampir mirip dengan "diktator".[16] Sebagai reaksi, Lai dicap oleh oposisi sebagai Yuan Shikai yang dikenal sebagai autokrat dan kemudian berhasrat akan mengeluarkan mosi tidak percaya di Yuan Legislatif untuk memakzulkan Lai.[17][18] Pada 26 Desember, mosi pemakzulan terhadap Lai sudah disahkan di Yuan Legislatif.[19]

Diplomasi

Tiongkok

Lai melanjutkan kebijakan luar negeri yang dilaksanakan selama periode Tsai Ing-wen dan berpegang teguh terhadap separatisme Taiwan dari Tiongkok, menyatakan bahwa Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok bukan bawahan sesama lain, melainkan dua bangsa yang berbeda.[20] Pada 5 Oktober 2024 menjelang hari nasional Republik Tiongkok, Lai berkata:[20]

Barusan ini, tetangga kita, Republik Rakyat Tiongkok, telah merayakan hari jadi ke-75 mereka pada 1 Oktober, dan kita akan segera merayakan hari jadi ke-113. Maka dalam hal usia, sangat tidak mungkin bagi Republik Rakyat Tiongkok untuk menjadi tanah air rakyat Republik Tiongkok. Malah, Republik Tiongkok bisa saja menjadi tanah air rakyat Republik Rakyat Tiongkok yang berusia 75 tahun keatas. Karena Republik Tiongkok sudah lama mengakar di Taiwan, Penghu, Kinmen dan Matsu pada 75 tahun terakhir, hal ini tidak perlu dijajaki kembali. Namun jika siapapun memutuskan untuk merayakan hari jadi Republik Rakyat Tiongkok, mereka harus memperbaiki bahasa mereka dan jangan menyebut "tanah air".

— Lai Ching-te, 5 Oktober 2024

Lai juga menegaskan bahwa ia akan mempertahankan kedaulatan Taiwan dan melawan upaya aneksasi Tiongkok, mengacu terhadap kedaulatan negara selama periode hari nasional. Walaupun demikian, Lai berharap dapat berdialog dengan Tiongkok dengan basis sebagai negara berdaulat yang setara meskipun ada tekanan militer dan tensi politik.[21] Namun pada 2025, Lai menyatakan bahwa Tiongkok adalah "musuh bangsa" dibawah Undang-Undang Anti-Penyusupan dan mengumumkan akan memberlakukan kembali latihan militer untuk tentara aktif.

Jepang

Kontak Lai dengan Jepang berlangung minim pada saat pemerintahan Shigeru Ishiba namun hal tersebut semakin meningkat karena meningkatnya kekuatan maritim Tiongkok dan pelanggaran kedaulatan udara yang kerap dilakukan. Maka selama pemerintahan Lai, Taiwan dan Jepang menandatangani beberapa perjanjian kerja sama, termasuk latihan militer bersama antara Angkatan Laut Republik Tiongkok dengan Angkatan Laut Bela Diri Jepang dan Penjaga Pantai Jepang dan memperbolehkan kapal perusak Jepang untuk masuk ke wilayah Taiwan tanpa pengecualian.[22] Jepang juga memasukan Taiwan di buku putih pertahanan mereka dalam skenario invasi oleh Tiongkok dan juga menandatangani kerja sama imigrasi dengan Taiwan. Pada 2025, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung mengunjungi Jepang atas undangan anggota Parlemen Jepang pro-Taiwan, membuatnya menjadi menteri luar negeri pertama yang mengunjungi Jepang sejak putus hubungan diplomatik pada 1972.[23]

Referensi

  1. ↑ 賴淸德 [William Lai] (dalam bahasa Chinese). Legislative Yuan. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Tan, Clement (2024-01-13). "China skeptic Lai Ching-te wins Taiwan's presidential election". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-27.
  3. ↑ "China skeptic wins Taiwan presidency in snub to Beijing". POLITICO (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2024-01-13. Diakses tanggal 2025-12-27.
  4. ↑ "Taiwan appoints ruling party's former chairman as new premier". Reuters (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-27.
  5. ↑ "【Data Reporter】35張圖表,帶你看2024大選關鍵結果 - 報導者 The Reporter". www.twreporter.org (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). 2024-01-15. Diakses tanggal 2025-12-27.
  6. ↑ 中央通訊社 (2024-09-06). "民眾黨全台開講聲援柯文哲 集體決策由黃國昌發言 | 政治". 中央社 CNA (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2025-12-27.
  7. ↑ "立院激烈衝突後通過選罷法、憲訴法、財劃法修正案:罷免連署、大法官違憲裁判門檻提高,中央增釋3千億給地方 - 報導者 The Reporter". www.twreporter.org (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). 2024-12-20. Diakses tanggal 2025-12-27.
  8. ↑ "All 7 of Lai's judicial nominees rejected - Taipei Times". www.taipeitimes.com. 2024-12-25. Diakses tanggal 2025-12-27.
  9. ↑ "Legislature rejects all of Lai's judicial nominees | Taiwan News | Jul. 25, 2025 16:04". taiwannews.com.tw (dalam bahasa Inggris). 2025-07-25. Diakses tanggal 2025-12-27.
  10. ↑ "Deep Cuts to Government Budget Spark Widespread Recall Efforts Against KMT Legislators in Taiwan". thediplomat.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-27.
  11. ↑ Lee, Yimou (27 Juli 2025). "Taiwan move to recall opposition lawmakers fails". Reuters.
  12. ↑ "September 2025 Public Opinion Poll – English Excerpt" (PDF). Taiwan Public Opinion Foundation. 16 September 2025. Diakses tanggal 17 December 2025.
  13. ↑ "聚焦台海 - 台湾政府以打诈理由禁小红书一年 究竟是打压言论自由还是捍卫台湾民主?". RFI - 法国国际广播电台 (dalam bahasa Simplified Chinese). 2025-12-10. Diakses tanggal 2025-12-27.
  14. ↑ "台灣以「打擊詐騙」為由封鎖小紅書一年,為何引發爭議?". BBC News 中文 (dalam bahasa Traditional Chinese). 2025-12-05. Diakses tanggal 2025-12-27.
  15. ↑ "聚焦台海 - 台湾政府以打诈理由禁小红书一年 究竟是打压言论自由还是捍卫台湾民主?". RFI - 法国国际广播电台 (dalam bahasa Simplified Chinese). 2025-12-10. Diakses tanggal 2025-12-27.
  16. ↑ "Global credibility threatened by controversial laws: Lai - Taipei Times". www.taipeitimes.com. 2025-12-16. Diakses tanggal 2025-12-27.
  17. ↑ "KMT, TPP vow to impeach President Lai - Focus Taiwan". Focus Taiwan - CNA English News (dalam bahasa American English). 2025-12-19. Diakses tanggal 2025-12-27.
  18. ↑ "一文看清台湾在野党提案"弹劾赖清德"的来龙去脉". BBC News 中文 (dalam bahasa Simplified Chinese). 2025-12-19. Diakses tanggal 2025-12-27.
  19. ↑ "Legislature passes motion to start impeachment proceedings against Lai - Focus Taiwan". Focus Taiwan - CNA English News (dalam bahasa American English). 2025-12-26. Diakses tanggal 2025-12-27.
  20. 1 2 "Lai Ching-te and the 'Republic of China' and 'Motherland' Theories" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-27.
  21. ↑ "China can't represent Taipei, should work with it on global challenges: Taiwan's President Lai". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 2024-10-10. ISSN 0585-3923. Diakses tanggal 2025-12-27.
  22. ↑ 聯合新聞網. "牽制中國大陸 日本海上自衛隊護衛艦「首度單獨穿越台灣海峽」". 聯合新聞網 (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2025-12-27.
  23. ↑ 中央通訊社 (2025-09-23). "林佳龍訪日菲歐 涉外人士:突破外交限制創戰略新局 | 政治". 中央社 CNA (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2025-12-27.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai William Lai.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: William Lai.
  • Lai Ching-te di Facebook
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Hsu Tain-tsair
Wali kota Tainan
2010–2017
Diteruskan oleh:
Lee Meng-yen
Pelaksana jabatan
Didahului oleh:
Lin Chuan
Perdana Menteri Republik Tiongkok
2017–2019
Diteruskan oleh:
Su Tseng-chang
  • l
  • b
  • s
Presiden Republik Tiongkok
Pemerintahan Provisional
(1912–1913)
  • Sun Yat-sen
  • Yuan Shikai
Bendera Republik Tiongkok 1912-1928
Bendera Republik Tiongkok sejak 1928
Lambang Presiden Republik Tiongkok
Pemerintahan Beiyang
(1913–1928)
  • Yuan Shikai
  • Li Yuanhong
  • Feng Guozhang
  • Xu Shichang
  • Zhou Ziqi
  • Li Yuanhong
  • Gao Lingwei
  • Cao Kun
  • Huang Fu
  • Duan Qirui
  • Hu Weide
  • Yan Huiqing
  • Du Xigui
  • Gu Weijun
  • Zhang Zuolin
Pemerintahan Nasionalis
(1928–1948)
  • Chiang Kai-shek
  • Lin Sen
Pemerintahan Konstitusional
(sejak 1948)
  • Chiang Kai-shek
  • Li Zongren
  • Yen Chia-kan
  • Chiang Ching-kuo
  • Lee Teng-hui
  • Chen Shui-bian
  • Ma Ying-jeou
  • Tsai Ing-wen
  • Lai Ching-te
Yang dimiringkan menandakan pelaksana jabatan Presiden
  • l
  • b
  • s
Kepala pemerintahan Republik Tiongkok
Perdana Menteri Kabinet
  • Tang Shaoyi
  • Lou Tseng-Tsiang
  • Zhao Bingjun
  • Duan Qirui*
  • Xiong Xiling
  • Sun Baoqi*
Bendera Republik Tiongkok (1912-1928)

Bendera Republik Tiongkok
Sekretaris Negara
  • Xu Shichang
  • Lou Tseng-Tsiang*
Perdana Menteri Dewan Negara
  • Duan Qirui
  • Wu Tingfang*
  • Li Jingxi
Perdana Menteri Qing Raya
  • Zhang Xun (di bawah dinasti Qing yang direstorasi)
Perdana Menteri State Council
  • Duan Qirui
  • Wang Daxie*
  • Wang Shizhen*
  • Qian Nengxun*
  • Gong Xinzhan*
  • Jin Yunpeng
  • Sa Zhenbing
  • Yan Huiqing*
  • Liang Shiyi
  • Zhou Ziqi*
  • Wang Ch'unghui*
  • Wang Zhengting*
  • Zhang Shaozeng
  • Gao Lingwei
  • Sun Baoqi
  • Vi Kyuin Wellington Koo*
  • Huang Fu*
  • Xu Shiying
  • Jia Deyao*
  • Hu Weide*
  • Du Xigui*
  • Pan Fu
Presiden Yuan Eksekutif
(Tiongkok Daratan)
  • Tan Yankai
  • T. V. Soong
  • Chiang Kai-shek
  • Chen Mingshu
  • Sun Fo
  • Wang Jingwei
  • H. H. Kung
  • Zhang Qun
  • Weng Wenhao
  • He Yingqin
Presiden Yuan Eksekutif
(Taiwan)
  • Yan Xishan
  • Chen Cheng
  • Yu Hung-chun
  • Yen Chia-kan
  • Chiang Ching-kuo
  • Sun Yun-suan
  • Yu Kuo-hwa
  • Lee Huan
  • Hau Pei-tsun
  • Lien Chan
  • Vincent Siew
  • Tang Fei
  • Chang Chun-hsiung
  • Yu Shyi-kun
  • Frank Hsieh
  • Su Tseng-chang
  • Liu Chao-shiuan
  • Wu Den-yih
  • Sean Chen
  • Jiang Yi-huah
  • Mao Chi-kuo
  • Chang San-cheng
  • Lin Chuan
  • William Lai
  • Su Tseng-chang
  • Chen Chien-jen
  • Cho Jung-tai
*pelaksana jabatan
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Taiwan
  • Polandia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kepresidenan (2024–sekarang)
  2. Kebijakan dalam negeri
  3. Diplomasi
  4. Referensi
  5. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026