Weapons adalah film horor misteri Amerika Serikat tahun 2025 yang ditulis, diproduseri, dan disutradarai oleh Zach Cregger. Film ini dibintangi oleh Josh Brolin, Julia Garner, Cary Christopher, Alden Ehrenreich, Austin Abrams, Benedict Wong, dan Amy Madigan. Alur ceritanya mengikuti kasus tujuh belas anak dari kelas yang sama yang secara misterius berlari keluar rumah menuju target yang tidak diketahui di tengah malam, dan semuanya menghilang tanpa alasan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Weapons | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Zach Cregger |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Zach Cregger |
| Pemeran |
|
| Penata musik |
|
| Sinematografer | Larkin Seiple |
| Penyunting | Joe Murphy |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Warner Bros. Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 128 menit[1] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $38 juta[2] |
Pendapatan kotor | 262,7 juta[3][4] |
Weapons adalah film horor misteri Amerika Serikat tahun 2025 yang ditulis, diproduseri, dan disutradarai oleh Zach Cregger.[5] Film ini dibintangi oleh Josh Brolin, Julia Garner, Cary Christopher, Alden Ehrenreich, Austin Abrams, Benedict Wong, dan Amy Madigan. Alur ceritanya mengikuti kasus tujuh belas anak dari kelas yang sama yang secara misterius berlari keluar rumah menuju target yang tidak diketahui di tengah malam, dan semuanya menghilang tanpa alasan.
Weapons ditayangkan di Amerika Serikat oleh Warner Bros. Pictures pada 8 Agustus 2025. Film ini mendapat ulasan positif dari para kritikus dan menghasilkan $262,7 juta secara global. Penampilan Madigan secara khusus mendapat pujian dari para kritikus. Atas perannya tersebut, ia memenangkan Academy Award, Actor Award, dan Critics' Choice Award untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik. Selain itu, ia juga dinominasikan untuk Golden Globe Award dalam kategori yang sama.
Seorang narator anak yang tidak dikenal menjelaskan bahwa pada hari Rabu, dua tahun sebelumnya, di Maybrook Elementary School, di kota Maybrook, McCarren County,[a] tujuh belas anak dari kelas seorang guru sekolah dasar baru bernama Justine Gandy tiba-tiba berlari keluar dari rumah mereka pada pukul 02.17 pagi dan menghilang. Hanya satu siswa, Alex Lilly, yang tidak hilang dan tetap pergi ke sekolah.
Hampir sebulan setelah insiden tersebut, Kepala Sekolah Marcus Miller menempatkan Justine dalam cuti sementara di tengah kecurigaan para orang tua murid akan keterlibatannya dalam hilangnya anak-anak tersebut. Justine juga mendapatkan teror dari telepon dan seseorang yang mendatangi rumahnya serta mencoret-coret mobilnya. Tertekan dan diasingkan, ia mulai minum alkohol dan menghubungi mantan pacarnya yang seorang polisi dan sudah menikah, Paul Morgan. Khawatir akan kondisi Alex, Justine mengikuti Alex pulang ke rumahnya. Saat mengintip ke dalam rumah Alex yang sebagian besar jendelanya tertutup koran, dia melihat orang tuanya duduk diam dalam kegelapan. Ia mendesak Marcus untuk memeriksanya, tetapi Marcus meminta Justine untuk tidak ikut campur dan menyerahkan semuanya pada polisi. Justine yang tidak mau pasrah begitu saja, memutuskan untuk menyelidikinya sendiri. Saat melakukan pengintaian di rumah Alex, Justine tertidur di mobilnya. Ibu Alex masuk ke mobil dan memotong sehelai rambut Justine.
Archer Graff, ayah dari salah satu anak yang hilang (Matthew) yang frustrasi dengan kemajuan yang lambat dari polisi, memulai penyelidikannya sendiri. Setelah meninjau rekaman CCTV Matthew dan seorang anak lain, dia menyadari bahwa jalur lari anak-anak tersebut berakhir di satu titik. Pada saat berkendara, secara tidak sengaja Archer melihat mobil Justine masuk ke sebuah pom bensin. Archer menghampiri Justine untuk menanyainya mengenai kasus hilangnya 17 anak didiknya. Dari kejauhan, Marcus yang wajahnya bersimbah darah berlari mendekat dan mencoba membunuh Justine. Archer menghalanginya dan Justine masuk ke dalam toko serba ada.
Saat sedang patroli, Paul menangkap James, seorang gelandangan yang kecanduan narkoba, karena dicurigai hendak melakukan pencurian. Saat memeriksa James, Paul secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik di saku James dan memukulnya hingga pingsan. Namun, ia terpaksa membebaskannya setelah menyadari kamera mobilnya merekam serangan tersebut. Setelah beberapa waktu berlalu, Paul melihat James yang berjalan menuju ke kantor polisi. Khawatir dengan tuntutan atas kejadian sebelumnya, Paul meneriakinya sehingga membuat James kabur di mana Paul mengejarnya.
James tinggal di sebuah tenda di tengah hutan. Aktivitas sehari-harinya adalah mengkonsumsi narkoba dan mencari peluang untuk mencuri barang dari mobil-mobil yang tidak terkunci dan rumah-rumah yang bisa dimasuki. Suatu hari dia memasuki rumah Alex, di mana dia menemukan orang tua Alex dan anak-anak yang hilang di basement dalam keadaan katatonik. Ia berusaha melaporkan temuannya ke polisi dengan harapan mendapatkan hadiah $50.000, tetapi pada saat hendak menebus hadiah tersebut ke kantor polisi, Paul yang baru keluar meneriakinya serta mengejarnya. James melarikan diri ke hutan, bersembunyi di tendanya setelah melihat seorang wanita misterius. Saat ditangkap oleh Paul, James bersikeras bahwa ia tahu di mana anak-anak yang hilang berada. Paul mengemudi ke rumah Alex, meninggalkan James terikat di mobil sementara dia masuk ke dalam rumah untuk menyelidiki. Berjam-jam kemudian, Paul muncul kembali dan menyeret James ke dalam rumah.
Seorang wanita misterius bernama Gladys yang mengaku sebagai bibi Alex mengunjungi Marcus di sekolah. Dia menjelaskan bahwa dia adalah pengasuh keluarga setelah orang tua Alex sakit. Marcus bersikeras ingin mendatangi rumah Alex untuk memastikan semua baik-baik saja. Gladys kemudian mengunjungi Marcus dan suaminya Terry di rumah mereka. Gladys melakukan ritual dengan tongkat kayu yang dibalutnya dengan pita yang diambilnya diam-diam dari Marcus dan rambut Terry. Pada saat, Gladys membunyikan lonceng dan mematahkan kayu tersebut, Marcus secara mendadak menyerang Terry dan membunuhnya. Setelah itu, Gladys membalut tongkat tersebut dengan rambut Justine dan mematahkannya, yang membuat Marcus berlari keluar rumah dan menuju ke lokasi Justine. Marcus menyerang Justine di pom bensin, tetapi berhasil dihalangi oleh Archer. Justine berhasil melarikan diri menggunakan mobilnya, yang kemudian diikuti oleh Marcus yang terus berlari mengejarnya, hingga akhirnya tewas tertabrak mobil yang sedang melintas. Setelah kejadian itu, Archer membagikan temuannya kepada Justine mengenai lokasi yang diduga adalah tempat anak-anak sekolah menghilang. Justine langsung tahu bahwa titik lokasi tersebut adalah rumah Alex.
Alex adalah anak yang sering dirundung di sekolah. Suatu hari ayahnya mengatakan bahwa saudara dari ibunya, Gladys, akan mulai menginap di rumah mereka akibat sakit yang dideritanya. Keesokan harinya, saat pulang sekolah, ayah Alex tidak datang menjemputnya, sehingga Alex harus berjalan kaki pulang. Di rumah, dia menemukan ayah dan ibunya yang terdiam duduk di meja makan. Besoknya, Gladys memperagakan ritualnya di depan Alex sehingga ayah dan ibunya menusuk wajahnya sendiri dengan menggunakan garpu. Dengan ancaman tersebut, dia lalu memerintahkan Alex untuk membawa barang-barang pribadi dari masing-masing teman sekelasnya, yang dia gunakan untuk menarik anak-anak berlari ke rumah Alex pada hari rabu jam 02.17. Gladys menahan mereka semua di basement dan mengisap energi hidup mereka untuk memulihkan kondisinya.
Justine dan Archer yang tahu lokasi anak-anak hilang mengintai rumah Alex dari kejauhan. Saat melihat Paul, mereka masuk ke rumah Alex, di mana mereka diserang oleh Paul dan James yang telah dikutuk. Justine mengambil pistol Paul dan menembak keduanya hingga tewas. Archer mencari Matthew di basement, tetapi Gladys mengutuknya dan mengirimnya untuk menyerang Justine. Sementara itu, Alex yang berhasil menghindari kejaran orang tuanya yang berusaha membunuhnya meniru ritual yang dilakukan Gladys menggunakan sehelai rambut dari wignya. Pada saat Alex mematahkan kayu tersebut, semua anak-anak yang ada di basement keluar dan mengejar Gladys. Gladys berlari keluar dan menerobos rumah-rumah tetangga, di mana terus dikejar oleh segerombolan anak-anak. Pada akhirnya, anak-anak tersebut berhasil menangkapnya dan membunuhnya dengan merobek tubuhnya menjadi berkeping-keping. Kematiannya membebaskan kutukan beberapa korban yang baru tersihir, salah satunya Archer, sementara yang lain tetap dalam keadaan katatonik.
Saat Archer membawa Matthew pulang, narator menjelaskan bahwa Alex pindah ke luar kota untuk tinggal bersama bibinya yang lain. Sementara semua anak pulang ke rumahnya masing-masing, dan beberapa di antaranya mulai berbicara lagi.
* Josh Brolin sebagai Archer Graff: ayah dari Matthew, salah satu anak yang hilang.[6]

Setelah kesuksesan film Barbarian (2022) baik secara kritik maupun komersial, Zach Cregger mulai bekerja pada naskah spekulatif baru berjudul Weapons. Film ini digambarkan sebagai “epik horor” dengan cerita yang lebih “personal” bagi sang sutradara, terinspirasi oleh film Paul Thomas Anderson, Magnolia (1999), film Denis Villeneuve, Prisoners (2013), dan novel Jennifer Egan, A Visit from the Goon Squad.[7][8][9] Cregger terinspirasi untuk menulis naskah tersebut setelah kematian sahabat dekat dan rekan kerjanya, Trevor Moore.[10][11] Naskah tersebut masuk ke pasar pada 22 Januari 2023 dan memicu perang penawaran antara Netflix, New Line Cinema, TriStar Pictures dan Universal Pictures.[12][13]
Menurut Cregger, naskah tersebut diserahkan melalui aplikasi perangkat lunak Embershot kepada studio pada tanggal 23 Januari 2023 pukul 08.00 pagi, dan pada pukul 09.30 pagi, Michael De Luca, CEO Warner Bros. Pictures, menghubunginya untuk menuntaskan kesepakatan.[14] New Line memperoleh hak dalam waktu 24 jam setelah menawarkan $38 juta untuk menutupi semua biaya, termasuk produksi dan gaji, dengan Cregger menerima $10 juta sebagai penulis, sutradara, dan produser, serta hak penyuntingan akhir (tergantung dari reaksi penayangan uji coba film) selain jaminan penayangan di bioskop.[12] Universal menawarkan $7 juta lebih sedikit daripada Warner Brothers.[15] Jordan Peele, yang perusahaannya Monkeypaw Productions ikut serta dalam perang penawaran bersama Universal, berpisah dengan manajer yang telah lama bersamanya Joel Zadak dan Peter Principato, yang terakhir juga merupakan manajer Cregger, setelah kalah dalam lelang tersebut.[16]
Agen CAA Cregger, Joe Mann, menegosiasikan bayaran di muka sebesar $10 juta, di mana Cregger menunda $2 juta sebagai imbalannya dia akan mendapatkan 50 poin backend belakangan dari film tersebut.[17]
Antara Mei dan Juli 2023, Pedro Pascal, Renate Reinsve, Brian Tyree Henry, Austin Abrams, Tom Burke, dan June Diane Raphael diumumkan sebagai pemeran dalam film.[18][19][20] Namun, akibat penundaan produksi dan perselisihan buruh Hollywood pada 2023, Pascal, Reinsve, Henry, dan Burke terpaksa mundur dari film tersebut karena konflik jadwal,[21] dengan Pascal khususnya harus keluar dari film karena bentrok dengan komitmennya dalam film Marvel Cinematic Universe (MCU), The Fantastic Four: First Steps (2025).
Pada Februari 2024, Josh Brolin bergabung dalam jajaran pemeran untuk menggantikan Pascal.[22] Pada April, Julia Garner (menggantikan Reinsve) dan Alden Ehrenreich (menggantikan Burke) bergabung sebagai pemeran.[23][24] Pada Mei, Benedict Wong (menggantikan Henry), Amy Madigan dan Cary Christopher diumumkan turut bergabung.[25][26]
Menurut Cregger, Madigan telah "menyelamatkan" film tersebut. Saat membahas karakternya, ia menyatakan bahwa ia memberi Madigan dua opsi mengenai asal-usul Gladys: satu, di mana ia adalah orang biasa yang menggunakan ilmu hitam untuk mencegah kematiannya akibat penyakit tak tersembuhkan; dan satu lagi, di mana ia justru merupakan makhluk abadi yang melakukan simulakrum mirip manusia, tetapi ia tidak menanyakan pilihan mana yang diambil oleh Madigan.[27]
Pengambilan gambar utama dilakukan di Atlanta pada Mei 2024[23] dan selesai pada Juli 2024.[28] Maybrook Elementary School berlokasi di Tucker, Georgia.[28] Menurut Time Out, pada hari-hari tersibuk selama syuting, produksi tersebut menampung lebih dari 170 anak. Koordinator tenaga kerja anak dilibatkan untuk menjaga anak-anak tetap terhibur saat tidak syuting.[28] Adegan di pom bensin direkam selama tiga hari di pom bensin dan toko serba ada BP di Covington, Georgia.[28]
Akhir film awalnya direncanakan berakhir dengan adegan diam Matthew. Namun, setelah mendapat tanggapan negatif dari pemutaran uji awal film, suara narasi ditambahkan[29]
Soundtrack film Weapons dirilis oleh WaterTower Music pada 1 Agustus 2025. Soundtrack ini berisi 36 lagu yang dikomposisikan oleh Ryan Holladay, Hays Holladay, dan sutradara Zach Cregger.[30][31] Selain itu, adegan pembuka film menghadirkan lagu "Beware of Darkness" karya George Harrison[31][32] dan kredit akhir menghadirkan lagu "Under the Porch" karya MGMT.
| No. | Judul | Durasi |
|---|---|---|
| 1. | "Maddie" | 1:44 |
| 2. | "Main Theme" | 1:59 |
| 3. | "Who's There?" | 0:38 |
| 4. | "Following" | 0:47 |
| 5. | "Newspaper" | 1:25 |
| 6. | "Don't You Find It Odd?" | 1:02 |
| 7. | "What Could've Happened" | 0:56 |
| 8. | "Nightmares" | 0:33 |
| 9. | "Snip" | 1:21 |
| 10. | "Daybreak" | 0:41 |
| 11. | "Troubled Person" | 1:04 |
| 12. | "Where Are You?" | 4:16 |
| 13. | "Map" | 1:00 |
| 14. | "Waiting Game" | 0:49 |
| 15. | "Gasoline" | 1:11 |
| 16. | "Stop Right There" | 0:51 |
| 17. | "Serious Hot Water" | 1:01 |
| 18. | "Donna" | 1:00 |
| 19. | "James" | 1:13 |
| 20. | "Room to Room" | 1:51 |
| 21. | "What Did I Tell You?" | 0:50 |
| 22. | "On a Mission" | 0:45 |
| 23. | "Drag" | 0:30 |
| 24. | "I Think She Cut My Hair" | 2:45 |
| 25. | "Gasoline II" | 1:40 |
| 26. | "Homesickness" | 1:57 |
| 27. | "Are You Watching?" | 0:27 |
| 28. | "Campbell's" | 1:47 |
| 29. | "If I Got Better" | 1:37 |
| 30. | "Nametag" | 1:07 |
| 31. | "The Flight" | 3:42 |
| 32. | "Into the Lair" | 2:12 |
| 33. | "One Shot" | 0:57 |
| 34. | "Locked" | 1:21 |
| 35. | "Swarm" (feat. Mary Lattimore) | 1:32 |
| 36. | "I Found You" | 2:32 |
| Durasi total: | 42:14 | |
Weapons awalnya dijadwalkan untuk ditayangkan di bioskop di Amerika Serikat dan Kanada pada 16 Januari 2026, sebelum akhirnya dijadwalkan ulang untuk ditayangkan pada 8 Agustus 2025, berkat tanggapan positif yang kuat dari pemutaran uji coba.[33][34] Penayangan paling awal diadakan pada hari kamis pukul 02:17 pm, sebagai referensi terhadap adegan kunci dalam film yang terjadi pada pukul 02.17[35]
Film ini dirilis di platform VOD pada 9 September 2025, dan akan dirilis dalam format DVD, Blu-ray dan Ultra HD Blu-Ray pada 14 Oktober 2025.[36][37]
Hingga September 19, 2025[update], Weapons telah meraup pendapatan sebesar $149 juta di Amerika Serikat dan Kanada, serta $113 juta di wilayah lain, dengan total pendapatan global sebesar $262 juta.[3][4] Pada September 2025, Variety melaporkan bahwa film ini diperkirakan akan menghasilkan keuntungan teater sebesar setidaknya $65 juta.[38]
Di Amerika Serikat dan Kanada, Weapons dirilis bersamaan dengan Freakier Friday dan Sketch, dan diperkirakan akan meraih pendapatan $25–40 juta dari 3.200 bioskop pada akhir pekan pembukaannya.[39][40] Film ini meraih $18,2 juta pada hari pertama, termasuk $5,7 juta dari pemutaran pratinjau pada Kamis.[41][42] Film ini debut dengan $43,5 juta, memuncaki box office dan menjadikan Warner Bros. sebagai studio pertama dalam sejarah yang memiliki enam film berturut-turut debut di posisi #1 dengan lebih dari $40 juta.[43][44] Film ini mengalami penurunan hanya 44% pada akhir pekan kedua, meraih $24,4 juta sambil mempertahankan posisi teratas.[45] Film ini turun ke posisi kedua pada akhir pekan ketiganya di belakang versi sing along KPop Demon Hunters, yang meraih $19,2 juta, sementara Weapons meraih $15,4 juta.[46]

Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, 93 dari 393 ulasan kritikus positif. Konsensus situs web menyatakan: "Zach Cregger merangkai kisah yang dibuat dengan ahli tentang misteri yang menakutkan dan intrik yang mendebarkan dalam Weapons, sebuah karya kedua yang sukses dan mengukuhkan statusnya sebagai maestro horor."[47] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 81 dari 100, berdasarkan 48 kritikus, yang menunjukkan "pengakuan universal".[48] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberi film ini nilai rata-rata "A−" pada skala A+ hingga F, sementara mereka yang disurvei oleh PostTrak memberi film ini rata-rata 4 dari 5 bintang, dengan 65% mengatakan mereka "pasti akan merekomendasikannya".[49][50]
San Francisco Chronicle menjuluki Cregger sebagai seorang "sutradara horor sejati".[51] Empire memberikan Weapons 5/5 bintang, takjub melihat Cregger tampaknya dengan mudah mengubah kesedihan orang tua atas anak-anak yang hilang menjadi subjek yang disukai banyak orang.[52] Brian Tallerico dari RogerEbert.com memberikan film tersebut 3,5/4 bintang dan menganggapnya lebih unggul daripada Barbarian, "Salah satu kekuatan terbesar dari naskah ambisius Cregger adalah penolakannya yang mutlak untuk menghubungkan setiap titik dengan cara yang telah dilakukan oleh begitu banyak 'horor tingkat tinggi' dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, tidak terlalu sulit untuk membaca peristiwa pemicu Weapons sebagai alegori penembakan di sekolah."[53] Variety memuji film tersebut, "Terlepas dari bagaimana perasaan Anda tentang akhir yang pahit manis (dan banyak yang akan dengan senang hati menerima akhir film yang pahit manis dan komedi gelap ini), Cregger telah mencapai sesuatu yang luar biasa di sini, menciptakan cerita pengantar tidur yang kejam dan menyimpang seperti yang mungkin diceritakan oleh Grimm Bersaudara—bukan versi Disney yang ramah anak, namun perlu diingat, ini jenis film di mana karakter membunuh atas perintah dan penonton kesulitan tidur setelah menontonnya."[54]
Tim Grierson dari Screen Daily merasa adegan penutupnya "diatur dengan sangat baik" dan memuji Cregger karena "menjawab teka-teki yang telah ia singgung sepanjang durasi film".[55] Lisa Wright dari London Evening Standard menyatakan bahwa "Jika Anda menikmati alur cerita gila dari The Substance, kemungkinan besar Anda akan menyukai ini. Semua itu menjadikan film ini tontonan yang menarik, dengan lebih banyak lapisan daripada film horor biasa dan kilauan di mata jahatnya."[56] Charles Pulliam-Moore dari The Verge Film tersebut dipuji karena merenungkan "bagaimana masyarakat sering kali menciptakan sosok kambing hitam yang mudah disalahkan, daripada menghadapi hal-hal yang sebenarnya membahayakan anak-anak."[57]
Tom Jorgensen dari IGN memberi film itu nilai 9/10 dan menyebutnya "Sebuah karya genre yang benar-benar terwujud dan sempurna, di mana penulis-sutradara Zach Cregger mengasah perpaduan ketegangan yang tak tertahankan dan humor gelap dalam Barbarian ke tingkat ketajaman yang baru."[58] Associated Press memberikan film tersebut 4,5/5 bintang, "Jika Barbarian muncul secara tiba-tiba tiga tahun lalu dan menandai munculnya suara baru yang menarik dalam dunia perfilman, Weapons tidak mengecewakan, tetapi tidak memiliki keunggulan berupa kejutan."[59]
Dalam ulasannya untuk The New York Times, Manohla Dargis merasa struktur yang dibuat Cregger tidak sepenuhnya berhasil, "segmentasi dan tumpang tindihnya terasa seperti taktik penundaan belaka."[60] William Bibbiani dari TheWrap memuji sinematografi karena menemukan "sudut kamera paling menyeramkan di hampir setiap adegan, baik itu secara terang-terangan mengejutkan atau secara terselubung biasa saja", tetapi dia menganggap akhir cerita itu dibuat-buat, terutama mengingat bagaimana Cregger "Ia mengajak kami merenungkan kemungkinan-kemungkinan yang lebih dahsyat selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya mengungkapkan rencananya."[61]
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Academy Awards | 15 Maret 2026 | Aktris Pendukung Terbaik | Amy Madigan | Menang | [62] |
| Critics' Choice Movie Awards | 4 Januari 2026 | Aktris Pendukung Terbaik | Amy Madigan | Menang | [63] |
| Aktor/Aktris Muda Terbaik | Cary Christopher | Nominasi | |||
| Skenario Asli Terbaik | Zach Cregger | Nominasi | |||
| Tata Rambut dan Riasan Terbaik | Leo Satkovich, Melizah Wheat, and Jason Collins | Nominasi | |||
| Golden Globe Awards | 11 Januari 2026 | Aktris Pendukung Terbaik dalam Film | Amy Madigan | Nominasi | [64] |
| Pencapaian Sinematik dan Box Office | Weapons | Nominasi |
Cregger membahas kemungkinan sekuel dari Weapons dalam sebuah wawancara dengan Variety, mengatakan, “Saya punya ide lain mengenai sesuatu di dunia ini yang membuat saya cukup antusias. Saya tidak akan membuatnya sebagai karya selanjutnya, dan kemungkinan besar tidak juga tidak akan membuatnya setelah film saya berikutnya, tapi saya memang punya ide dan saya ingin melihatnya di layar lebar suatu hari nanti.”[65]