Tupolev Tu-214 adalah pesawat jet berbadan sempit (*narrow-body*) jarak menengah yang dikembangkan oleh Tupolev dan diproduksi oleh KAPO Gorbunov di Kazan, Rusia. Pesawat ini merupakan varian dari Tupolev Tu-204 dengan perbedaan utama pada berat lepas landas maksimum yang lebih tinggi dan kapasitas bahan bakar yang lebih besar. Tu-214 dirancang untuk melayani rute domestik dan internasional serta dapat dikonfigurasi sebagai pesawat penumpang, kargo, VIP, atau khusus militer.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Tu-214 | |
|---|---|
| Informasi umum | |
| Jenis | Pesawat jet berbadan sempit jarak menengah |
| Pabrikan | KAPO Gorbunov (sekarang bagian dari United Aircraft Corporation) |
| Perancang | |
| Status | Aktif, produksi terbatas |
| Sejarah | |
| Diproduksi | 1996–sekarang |
| Tanggal perkenalan | 1997 (dengan RA-214) |
Tupolev Tu-214 adalah pesawat jet berbadan sempit (*narrow-body*) jarak menengah yang dikembangkan oleh Tupolev dan diproduksi oleh KAPO Gorbunov di Kazan, Rusia. Pesawat ini merupakan varian dari Tupolev Tu-204 dengan perbedaan utama pada berat lepas landas maksimum yang lebih tinggi (110 ton vs 103 ton) dan kapasitas bahan bakar yang lebih besar.[1] Tu-214 dirancang untuk melayani rute domestik dan internasional serta dapat dikonfigurasi sebagai pesawat penumpang, kargo, VIP, atau khusus militer.
Pada akhir 1980-an, Tupolev mengembangkan Tu-204 sebagai pengganti Tupolev Tu-154 yang boros bahan bakar. Tu-204 pertama kali terbang pada 1989 dan diproduksi di Aviastar-SP di Ulyanovsk. Sementara itu, pabrik KAPO Gorbunov di Kazan, yang sebelumnya memproduksi Tu-22M dan Tu-160, mulai mengembangkan varian dengan berat lebih berat yang dikenal sebagai Tu-214.[1]
KAPO memulai produksi serial Tu-214 pada Maret 1992, dengan pesawat pertama kali terbang pada 21 Maret 1996. Pada Maret 2000, Tu-214 menerima sertifikasi tipe yang memenuhi standar Amerika dan Eropa.[1] Namun, produksi berjalan lambat; pada 2012, pabrik hanya mampu menghasilkan dua pesawat per tahun karena keterbatasan jumlah pekerja (sekitar 1.300 teknisi perakitan).[1] Sebagai perbandingan, pada masa puncak produksi Tu-16, pabrik memiliki 32.000 pekerja.[1]
Setelah invasi Rusia ke Ukraina 2022 dan sanksi Barat, Rusia mengintensifkan program substitusi impor untuk Tu-214. United Aircraft Corporation (UAC) mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi menjadi 10–12 pesawat per tahun pada 2025–2026. Pabrik Kazan direnovasi dan dilengkapi dengan sistem manufaktur digital. Pada Desember 2025, versi Tu-214 dengan 100% komponen produksi dalam negeri dilaporkan telah mendapatkan sertifikasi untuk produksi massal.[2][butuh rujukan]
Tu-214 memiliki konfigurasi sayap rendah (*low-wing*), dua mesin turbofan di bawah sayap, dan roda pendarat utama tiga sumbu (*tricycle landing gear*). Kokpitnya dilengkapi dengan sistem glass cockpit EFIS (awalnya menggunakan kolaborasi dengan Rockwell Collins, lalu digantikan oleh sistem buatan Rusia KSS-214).
Karakteristik utama yang membedakan Tu-214 dari Tu-204 standar:
Tu-214 ditenagai oleh dua mesin turbofan Aviadvigatel PS-90A buatan Rusia dengan dorongan masing-masing 16.000 kgf (157 kN). Mesin ini merupakan varian dari PS-90 yang digunakan pada Il-96 dan Tu-204. Upaya mengganti mesin dengan PS-90A2 atau mesin asing (seperti Rolls-Royce RB211) tidak pernah terealisasi.
Avionik awal Tu-214 menggunakan sistem digital flight control dan EFIS dari produsen Barat, namun setelah 2022, semua sistem digantikan oleh versi lokal: KSS-214 (Kompleks Sistemnogo Samolyetovostroyeniya).[butuh rujukan]
Hingga April 2026, Tu-214 tidak pernah mengalami kecelakaan fatal dengan korban jiwa. Namun, beberapa insiden non-fatal tercatat:
Data from GlobalSecurity.org,[1] Tupolev official data[butuh rujukan]
General characteristics
Performance