Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTransmisi fekal–oral
Artikel Wikipedia

Transmisi fekal–oral

Transmisi fekal–oral menggambarkan rute penularan penyakit ketika patogen dalam partikel tinja seseorang berpindah ke mulut orang lain. Penyebab utama penularan penyakit fekal–oral misalnya kurangnya sanitasi yang memadai dan praktik kebersihan yang buruk. Jika tanah atau air di suatu tempat tercemar tinja, maka manusia dapat terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui air atau penyakit yang ditularkan melalui tanah. Pangan yang terkontaminasi tinja merupakan bentuk lain dari transmisi fekal–oral. Mencuci tangan dengan benar setelah mengganti popok bayi atau setelah membersihkan dubur dapat mencegah penyebaran penyakit melalui makanan.

Wikipedia article
Diperbarui 7 November 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Transmisi fekal–oral
Diagram lima F: fingers (jari), flies (lalat), fields (lahan atau tanah), fluids (cairan), dan foods (makanan), yang menunjukkan jalur penularan fekal–oral. Garis vertikal berwarna biru menunjukkan hambatannya: toilet, penyediaan air, higiene, dan mencuci tangan.

Transmisi fekal–oral (disebut juga penularan fekal–oral atau rute fekal–oral) menggambarkan rute penularan penyakit ketika patogen dalam partikel tinja seseorang berpindah ke mulut orang lain. Penyebab utama penularan penyakit fekal–oral misalnya kurangnya sanitasi yang memadai (seperti buang air besar sembarangan) dan praktik kebersihan yang buruk. Jika tanah atau air di suatu tempat tercemar tinja, maka manusia dapat terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui air atau penyakit yang ditularkan melalui tanah. Pangan yang terkontaminasi tinja merupakan bentuk lain dari transmisi fekal–oral. Mencuci tangan dengan benar setelah mengganti popok bayi atau setelah membersihkan dubur dapat mencegah penyebaran penyakit melalui makanan.

Faktor umum yang menunjang alur transmisi fekal–oral dapat diringkas sebagai lima F dalam bahasa Inggris: fingers (jari), flies (lalat), fields (lahan atau tanah), fluids (cairan), dan food (makanan). Istilah lima F ini diciptakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1958.[1] Penyakit yang disebabkan oleh penularan fekal–oral di antaranya diare, demam tifoid, kolera, polio dan hepatitis.

Referensi

  1. ↑ Wagner, E. G., and Lanoix, L. N. (1958). Excreta disposal for rural and small communities (PDF). WHO, Geneva, Switzerland. hlm. 12. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • l
  • b
  • s
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
  • Infektivitas
    • Dosis infeksius
  • Patogenisitas
    • Tingkat serangan
  • Virulensi
    • Endotoksin
    • Eksotoksin
    • Tingkat kematian kasus
  • Resistansi antimikroba
Inang
  • Individu rentan
  • Infeksi oportunistik
  • Respons imun
    • Imunodefisiensi
    • Imunosupresi
Lingkungan
  • Akses pada air, sanitasi, dan higiene
  • Bencana alam
    • Banjir
  • Deforestasi
  • Ekologi
  • Hewan
  • Kemiskinan
  • Kelembapan
  • Pengendalian vektor
  • Penggunaan obat suntik
  • Perang dan konflik
  • Perdagangan
  • Perubahan iklim
  • Wisata
Penularan
Konsep dasar
  • Fomit
  • Inang
  • Individu tanpa gejala
  • Infeksi oportunistik
  • Infeksi subklinis
  • Jeda waktu
  • Kasus indeks
  • Masa infeksius
  • Masa inkubasi
  • Masa laten
  • Penyebar super
  • Rantai infeksi
  • Reservoir alami
Mode
  • Penularan manusia-ke-manusia
    • Horizontal
    • Vertikal
  • Penularan antarspesies
    • Infeksi limpahan
    • Vektor
    • Zoonosis
    • Zoonosis balik
  • Infeksi terobosan
Rute
  • Air
  • Darah
  • Fomit
  • Hubungan seksual
  • Makanan
  • Nyamuk
  • Rumah sakit
  • Tinja
  • Udara
Pemodelan
  • Angka reproduksi dasar
  • Kekuatan infeksi
  • Kekebalan kelompok
  • Laju infeksi
  • Laju serangan
  • Model kompartemen dalam epidemiologi
  • Risiko dan laju penularan
  • Serial interval
  • Ukuran komunitas kritis
Tingkat kejadian
  • Endemi
  • Epidemi
  • Hiperendemi
  • Holoendemi
  • Insidensi
  • Klaster
  • Mesoendemi
  • Pandemi
  • Prevalensi
  • Sporadik
  • Sindemi
  • Wabah
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
  • Antibiotik
  • Antijamur
  • Antimikroba
  • Antiseptik
  • Antivirus
  • Imunisasi
  • Imunoterapi
    • Terapi antibodi monoklonal
  • Inokulasi
  • Profilaksis prapajanan
  • Profilaksis pascapajanan
  • Reposisi obat
  • Terapi fag
  • Vaksinasi
    • efikasi
    • penguat
    • resistansi
Nonfarmasi
  • Cordon sanitaire
  • Disinfeksi
  • Higiene
    • Keamanan pangan
    • Mencuci tangan
    • Sarung tangan
  • Isolasi
  • Karantina
  • Larangan perjalanan
  • Pelacakan kontak
  • Pembatasan sosial
  • Penapisan
  • Pengendalian sumber penyakit pernapasan
    • Alat pelindung diri
    • Masker medis
  • Pengendalian vektor
  • Perintah untuk tinggal di rumah
  • Sanitasi
  • Sekuestrasi protektif
  • Seks aman
  • Sterilisasi
  • Surveilans penyakit
Infeksi baru
  • Penyakit X
  • Virus baru
Lainnya
  • Penemuan
  • Pemberantasan
  • Penyakit infeksius (spesialisasi medis)
  • Bioterorisme
  • Penyakit tropis
    • Kedokteran tropis


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Penularan penyakit

perpindahan patogen penyebab penyakit

Rotavirus

genus virus

Norovirus

usia dan ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi melalui transmisi fekal–oral. Infeksi ditandai oleh diare tak berdarah, muntah, dan mulas. "International

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026