Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTiofenol
Artikel Wikipedia

Tiofenol

Tiofenol adalah sebuah senyawa organobelerang dengan rumus kimia C6H5SH, terkadang disingkat menjadi PhSH. Cairan tak berwarna yang berbau busuk ini adalah senyawa tiol aromatik yang paling sederhana. Struktur kimia tiofenol dan turunannya mirip dengan fenol, di mana atom oksigen dalam gugus hidroksil (−OH) yang terikat pada cincin aromatik dalam fenol digantikan oleh atom belerang. Awalan tio- menyiratkan senyawa yang mengandung belerang dan ketika digunakan sebelum nama kata dasar untuk senyawa yang biasanya mengandung atom oksigen, dalam kasus 'tiol', atom oksigen pada alkohol digantikan oleh atom belerang.

senyawa kimia
Diperbarui 24 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tiofenol
Artikel ini bukan mengenai Benzil merkaptan.
Tiofenol
Rumus kerangka
Rumus kerangka
Model bola-dan-tongkat
Model bola-dan-tongkat
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Benzenatiol[1]
Nama lain
  • Tiofenol (atau feniltiol)
  • Fenil merkaptan
  • Merkaptobenzena
Penanda
Nomor CAS
  • 108-98-5 checkY
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
Referensi Beilstein 506523
ChEBI
  • CHEBI:48498 checkY
ChEMBL
  • ChEMBL119405 checkY
ChemSpider
  • 7681 checkY
Nomor EC
PubChem CID
  • 7969
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • 7K011JR4T0 checkY
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID7026811 Sunting di Wikidata
InChI
  • InChI=1S/C6H6S/c7-6-4-2-1-3-5-6/h1-5,7H checkY
    Key: RMVRSNDYEFQCLF-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/C6H6S/c7-6-4-2-1-3-5-6/h1-5,7H
    Key: RMVRSNDYEFQCLF-UHFFFAOYAL
SMILES
  • Sc1ccccc1
Sifat
Rumus kimia
C6H6S
Massa molar 110,17 g·mol−1
Penampilan Cairan nirwarna
Bau Tak mengenakkan, menyengat
Densitas 1,0766 g/mL
Titik lebur −15 °C (5 °F; 258 K)
Titik didih 169 °C (336 °F; 442 K)
Kelarutan dalam air
0,08%[2]
Kelarutan Sebagian besar pelarut organik; basa berair
Tekanan uap 1 mmHg (18 °C)[2]
Keasaman (pKa)
  • 6,62 (H2O)[3]
  • 10,28 (DMSO)[4]
Suseptibilitas magnetik (χ)
−70,8·10−6 cm3/mol
Bahaya
Bahaya utama Beracun
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakarGHS05: KorosifGHS06: BeracunGHS07: Tanda SeruGHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
Pernyataan bahaya GHS
H226, H300, H310, H314, H315, H330, H410
Langkah perlindungan GHS
P210, P233, P240, P241, P242, P243, P260, P262, P264, P270, P271, P273, P280, P284, P301+P310, P301+P330+P331, P302+P350, P302+P352, P303+P361+P353, P304+P340, P305+P351+P338, P310, P312, P320, P321, P322, P330, P332+P313, P361, P362, P363, P370+P378, P391, P403+P233, P403+P235, P405, P501
Titik nyala 56 °C; 132 °F; 329 K[2]
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
Tak ada[2]
REL (yang direkomendasikan)
C 0,1 ppm (0,5 mg/m3) [15-menit][2]
IDLH (langsung berbahaya)
N.D.[2]
Senyawa terkait
Related tiol
1,2-Benzenaditiol
Benzenametanatiol
Senyawa terkait
Fenol
Benzenaselenol
Difenil disulfida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Tiofenol adalah sebuah senyawa organobelerang dengan rumus kimia C6H5SH, terkadang disingkat menjadi PhSH. Cairan tak berwarna yang berbau busuk ini adalah senyawa tiol aromatik yang paling sederhana. Struktur kimia tiofenol dan turunannya mirip dengan fenol, di mana atom oksigen dalam gugus hidroksil (−OH) yang terikat pada cincin aromatik dalam fenol digantikan oleh atom belerang. Awalan tio- menyiratkan senyawa yang mengandung belerang dan ketika digunakan sebelum nama kata dasar untuk senyawa yang biasanya mengandung atom oksigen, dalam kasus 'tiol', atom oksigen pada alkohol digantikan oleh atom belerang.

Tiofenol juga menggambarkan kelas senyawa yang secara formal berasal dari tiofenol itu sendiri. Semuanya memiliki gugus sulfhidril (–SH) yang terikat secara kovalen pada suatu cincin aromatik. Ligan organobelerang dalam obat tiomersal adalah sebuah tiofenol.

Sintesis

Terdapat beberapa metode sintesis untuk tiofenol dan senyawa terkait, meskipun tiofenol sendiri biasanya dibeli untuk operasi laboratorium. 2 metode tersebut adalah reduksi benzenasulfonil klorida dengan seng[5] dan aksi belerang elemental pada fenil magnesium halida atau fenillitium yang diikuti oleh pengasaman.

Melalui penataan ulang Newman–Kwart, fenol (1) dapat diubah menjadi tiofenol (5) melalui konversi menjadi O-aril dialkiltiokarbamat (3), diikuti oleh pemanasan untuk menghasilkan turunan S-aril isomerik (4).[6]

Dalam reaksi tiofenol Leuckart, bahan awalnya adalah anilin melalui garam diazonium (ArN2X) dan xantat (ArS(C=S)OR).[7][8] Sebagai alternatif, natrium sulfida dan triazena dapat bereaksi dalam larutan organik dan menghasilkan tiofenol.[9]

Tiofenol dapat diproduksi dari klorobenzena dan hidrogen sulfida pada alumina pada suhu 700 hingga 1.300 °F (371 hingga 704 °C). Disulfida adalah produk sampingan utama.[10] Media reaksinya bersifat korosif dan memerlukan lapisan reaktor keramik atau yang serupa. Aril iodida dan belerang dalam kondisi tertentu juga dapat menghasilkan tiofenol.[11]

Kegunaan

Tiofenol digunakan dalam produksi obat-obatan termasuk sulfonamida. Agen antijamur butokonazol dan mertiolat adalah turunan tiofenol.[9]

Sifat dan reaksi

Keasaman

Tiofenol memiliki keasaman yang jauh lebih besar daripada fenol, seperti yang ditunjukkan oleh nilai pKa mereka (6,62 untuk tiofenol dan 9,95 untuk fenol). Pola serupa terjadi pada H2S versus H2O, dan semua tiol versus alkohol terkait. Pereaksian PhSH dengan basa kuat seperti natrium hidroksida (NaOH) atau logam natrium akan menghasilkan garam natrium tiofenolat (PhSNa).

Alkilasi

Tiofenolat sangat bersifat nukleofilik, sehingga menghasilkan laju alkilasi yang tinggi.[12] Dengan demikian, pereaksian C6H5SH dengan metil iodida dengan adanya basa akan menghasilkan metil fenil sulfida, C6H5SCH3, suatu tioeter yang sering disebut sebagai tioanisol. Reaksi semacam itu cukup ireversibel. C6H5SH juga bereaksi dengan karbonil tak jenuh α,β melalui adisi Michael.

Oksidasi

Tiofenolat, terutama dengan adanya basa, mudah dioksidasi menjadi difenil disulfida:

4 C6H5SH + O2 → 2 C6H5S-SC6H5 + 2 H2O

Disulfida ini dapat direduksi kembali menjadi tiol menggunakan natrium borohidrida yang diikuti dengan pengasaman. Reaksi redoks ini juga dimanfaatkan dalam penggunaan C6H5SH sebagai sumber atom H.

Klorinasi

Fenilsulfenil klorida, suatu cairan berwarna merah darah (t.d. 41–42 °C, 1,5 mm Hg), dapat dibuat melalui reaksi tiofenol dengan klorin (Cl2).[13]

Koordinasi ke logam

Kation logam membentuk tiofenolat, beberapa di antaranya bersifat polimer. Salah satu contohnya adalah "C6H5SCu," yang diperoleh dengan mereaksikan tembaga(I) klorida dengan tiofenol.[14]

Keamanan

Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) AS telah menetapkan batas paparan yang direkomendasikan (recommended exposure limit, REL) pada batas tertinggi 0,1 ppm (0,5 mg m−3), dan paparan tidak lebih dari 15 menit.[15]

Referensi

  1. ↑ "Front Matter". Nomenclature of Organic Chemistry : IUPAC Recommendations and Preferred Names 2013 (Blue Book). Cambridge: The Royal Society of Chemistry. 2014. hlm. P001 – P004. doi:10.1039/9781849733069-FP001. ISBN 978-0-85404-182-4.
  2. 1 2 3 4 5 6 "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0050". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
  3. ↑ Cox, Brian G. Acids and Bases: Solvent Effects on Acid-base Strength. 1st ed. Oxford, UK: Oxford UP, 2013.
  4. ↑ Bordwell, Frederick G.; Hughes, David L. (1982). "Thiol acidities and thiolate ion reactivities toward butyl chloride in dimethyl sulfoxide solution. The question of curvature in Broensted plots". The Journal of Organic Chemistry. 47 (17): 3224–3232. doi:10.1021/jo00138a005.
  5. ↑ Adams, R.; C. S. Marvel, C. S.. "Thiophenol". Org. Synth.; Coll. Vol. 1: 504. .
  6. ↑ Melvin S. Newman and Frederick W. Hetzel (1971). "Thiophenols from Phenols: 2-Naphthalenethiol". Org. Synth. 51: 139. 
  7. ↑ Leuckart, J. prakt. Chem., [2] 41, 189 (1890).
  8. ↑ (1947) "m-Thiocresol". Org. Synth. 27; Coll. Vol. 3: 809. 
  9. 1 2 Kazem-Rostami, Masoud; Khazaei, Ardeshir; Moosavi-Zare, Ahmad; Bayat, Mohammad; Saednia, Shahnaz (2012). "One-pot synthesis of thiophenols". Synlett. 23 (13): 1893–1896. doi:10.1055/s-0032-1316557. S2CID 196805424.
  10. ↑ US Patent 2,490,257, Duncan J. Crowley & Alvin L. Kosak, "Mono- and Polyalkyl Mono- and Polynuclear Mercaptans", dikeluarkan tanggal 6 Desember 1949, diberikan kepada Socony-Vacuum Oil Co. 
  11. ↑ Jiang, Y.; Qin, Y.; Xie, S.; Zhang, X.; Dong, J.; Ma, D., A (2009). "General and Efficient Approach to Aryl Thiols: CuI-Catalyzed Coupling of Aryl Iodides with Sulfur and Subsequent Reduction". Organic Letters. 22 (1): 52–56. doi:10.1021/acs.orglett.9b03866. PMID 31833778. S2CID 209341111. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  12. ↑ Campopiano, O. (2004). "Thiophenol". Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. New York: John Wiley & Sons. doi:10.1002/047084289X. hdl:10261/236866. ISBN 9780471936237..
  13. ↑ Barrett, A. G. M.; Dhanak, D.; Graboski, G. G.; Taylor, S. J. (1993). "(Phenylthio)nitromethane". Org. Synth.; Coll. Vol. 8: 550. 
  14. ↑ Posner, G. H.; Whitten, C. E.. "Secondary and Tertiary Alkyl Ketones from Carboxylic Acid Chlorides and Lithium Phenylthio(alkyl)cuprate Reagents: tert-Butyl Phenyl Ketone". Org. Synth.; Coll. Vol. 6: 248. 
  15. ↑ CDC - NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards

Pranala luar

  • Thiophenol, Toxicology Data Network
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sintesis
  2. Kegunaan
  3. Sifat dan reaksi
  4. Keasaman
  5. Alkilasi
  6. Oksidasi
  7. Klorinasi
  8. Koordinasi ke logam
  9. Keamanan
  10. Referensi
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026