Theodoor Anne Louis Heijting adalah seorang pejabat tinggi Belanda di Hindia Belanda. Ia pernah menjabat sebagai Residen Jambi (1910−1913) dan Gubernur Sulawesi (1913−1915) di Hindia Belanda. Semasa hidupnya, Theodoor Anne Louis Heijting memiliki seorang istri bernama Constance Cydonie Cornelie le Rutte dan dua orang anak dan Theodoor Heijting dan Anna Gerardina Monod de Froideville.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Theodoor Anne Louis Heijting (Wonosobo, 10 Oktober 1862 − Den Haag, 19 Januari 1941) adalah seorang pejabat tinggi Belanda di Hindia Belanda.[1][2] Ia pernah menjabat sebagai Residen Jambi (1910−1913) dan Gubernur Sulawesi (1913−1915) di Hindia Belanda.[2][3] Semasa hidupnya, Theodoor Anne Louis Heijting memiliki seorang istri bernama Constance Cydonie Cornelie le Rutte dan dua orang anak dan Theodoor Heijting dan Anna Gerardina Monod de Froideville.[1]
Theodoor Anne Louis Heijting dilahirkan pada tanggal 10 Oktober 1862 di Distrik Wonsobo, Afdeling Wonosobo. Lokasi kelahirannya saat ini terletak dalam wilayah Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Ayah dari Theodoor Anne Louis Heijting bernama Louis Constant Heijting. Theodoor Anne Louis Heijting memiliki beberapa saudara yang bernama Henri Johan Heijting, levenloos Heijting dan Ida Jacoba Heijting. Theodoor Anne Louis Heijting menikah dengan Constance Cydonie Cornelie le Rutte. Dari pernikahannya dengan istrinya, ia memiliki dua orang anak yaitu Theodoor Heijting dan Anna Gerardina Monod de Froideville.[1]
Pada tahun 1910, Theodoor Anne Louis Heijting menjabat sebagai Residen Jambi yang ketiga. Ia menggantikan posisi Residen Jambi sebelumnya yaitu Arie Jacob Nicolaas Engelenberg yang telah menjabat sejak tahun 1908 hingga tahun 1910. Masa jabatan Theodoor Anne Louis Heijting sebagai Residen Jambi berlangsung hingga tahun 1913.[2] Pada tahun 1913, Theodoor Anne Louis Heijting menjabat sebagai Gubernur Sulawesi dalam wilayah Hindia Belanda. Cakupan wilayah pemerintahan Theodoor Anne Louis Heijting ketika menjabat sebagai Gubernur Sulawesi meliputi seluruh wilayah pulau Sulawesi. Masa jabatan Theodoor Anne Louis Heijting sebagai Gubernur Sulawesi berakhir pada tahun 1915.[3] Pada masa pemerintahannya sebagai Gubernur Sulawesi, kondisi wilayahnya hanya dijaga oleh tentara dalam jumlah yang sedikit karena ara tentara dikirim ke pulau Jawa untuk mendukung Pemerintah Hindia Belanda yang terlibat dalam Perang Dunia I yang dimulai sejak tahun 1914.[4]
Theodoor Anne Louis Heijting meninggal pada tanggal 19 Januari 1941. Lokasi kematiannya adalah di Kota Den Haag, Holland Selatan, Belanda. Theodoor Anne Louis Heijting meninggal dalam usia 78 tahun.[1]