Gubernur Sulawesi merupakan bekas jabatan politik di Indonesia. Awalnya Pulau Sulawesi dijadikan sebuah provinsi sebagai Provinsi Soelawesi yang kemudian bermekaran menjadi beberapa provinsi. Pada saat kemerdekaan Indonesia, Sulawesi berstatus sebagai provinsi dengan bentuk pemerintahan otonom di bawah pimpinan seorang Gubernur. Provinsi Sulawesi ketika itu beribu kota di Makassar, dengan Gubernur DR.G.S.S.J. Ratulangi. Bentuk sistem pemerintahan provinsi ini merupakan perintis bagi perkembangan selanjutnya, hingga dapat melampaui masa-masa pada saat Sulawesi berada dalam Negara Indonesia Timur (NIT) dan kemudian NIT menjadi negara bagian dari negara federasi Republik Indonesia Serikat (RIS). Saat RIS dibubarkan dan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sulawesi statusnya dipertegas kembali menjadi provinsi. Status Provinsi Sulawesi ini kemudian terus berlanjut sampai pada tahun 1960.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Goebernoer Soelawesi | |
|---|---|
| Bekas jabatan politik | |
Andi Pangerang Pettarani, Gubernur Sulawesi terakhir | |
| Pejabat pertama | Sam Ratulangi |
| Pejabat terakhir | Andi Pangerang Pettarani |
| Pelantik | Presiden |
| Jabatan dimulai | 19 Agustus 1945 |
| Jabatan berakhir | 1960 |
| Jabatan pengganti | Gubernur Sulawesi Utara Gubernur Sulawesi Selatan |
Gubernur Sulawesi merupakan bekas jabatan politik di Indonesia. Awalnya Pulau Sulawesi dijadikan sebuah provinsi sebagai Provinsi Soelawesi yang kemudian bermekaran menjadi beberapa provinsi. Pada saat kemerdekaan Indonesia, Sulawesi berstatus sebagai provinsi dengan bentuk pemerintahan otonom di bawah pimpinan seorang Gubernur. Provinsi Sulawesi ketika itu beribu kota di Makassar, dengan Gubernur DR.G.S.S.J. Ratulangi.[1] Bentuk sistem pemerintahan provinsi ini merupakan perintis bagi perkembangan selanjutnya, hingga dapat melampaui masa-masa pada saat Sulawesi berada dalam Negara Indonesia Timur (NIT) dan kemudian NIT menjadi negara bagian dari negara federasi Republik Indonesia Serikat (RIS).[2] Saat RIS dibubarkan dan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sulawesi statusnya dipertegas kembali menjadi provinsi.[3] Status Provinsi Sulawesi ini kemudian terus berlanjut sampai pada tahun 1960.[4][5]

Berikut Daftar Gubernur Sulawesi dan Depedensi dari 1817 hingga 1937.[6]
| No | Gubernur (Lahir-Wafat) | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Willem Nicolaas Servatius (1785–1827) |
||||||
| Jan David van Schelle (1782–1825) |
||||||
| Jan Samuel Timmerman Thijssen (1782–1823) |
||||||
| Jan David van Schelle | ||||||
| Benjamin Bischoff (1787–1829) |
||||||
| Pieter le Clercq (1787–1839) |
||||||
![]() |
Jean Frédéric Theodore Mayor (1879–1948) |
|||||
| Reinier de Filliettaz Bousquet (1801–1878) |
||||||
| Pierre Jean Baptiste de Perez (1803–1859) |
||||||
| Pieter Vreede Bik (1806–1883) |
||||||
| Alexander van der Hart (1808–1855) |
||||||
![]() |
Cornelis Albert de Brauw (1809–1862) |
|||||
![]() |
Dirk François Schaap (1816–1864) |
|||||
| Albert Jacques Frédéric Jansen (?–1861) |
||||||
| Willem Egbert Kroesen (1817–1873) |
||||||
| Henri Maximiliaan Andrée Wiltens (1823–1889) |
||||||
| Johannes Anthonius Bakkers (1809–1876) |
||||||
| Charles Christiaan Tromp (1830–1884) |
||||||
| Daniel François van Braam Morris (1840–1918) |
||||||
| Gerrit Willem Wolter Carel Baron van Hoëvell (1848–1920) |
||||||
| Cornelis Alexander Kroesen (1854–1911) |
||||||
| Henri Nicolas Alfred Swart (1863–1946) |
||||||
| Alexander Johan Quarles de Quarles (1855–1914) |
||||||
| Willem Johannes Coenen (1861–1961) |
||||||
| Theodoor Anne Louis Heijting (1862–1941) |
||||||
| Wilhelmus Frijling (1872–1928) |
||||||
| François Cornelis Vorstman (1870–1961) |
||||||
| August Jules Louis Couvreur (1876–1944) |
||||||
| Pieter Cornelis Adriaan van Lith (1887–1968) |
||||||
| August Jules Louis Couvreur (1876–1944) |
||||||
| Leonardus Johannes Jacobus Caron (1880–1961) |
||||||
| Justinus Louis Marius Swaab (1885–1948) |
||||||
| No | Gubernur (Lahir-Wafat) | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan | Wakil Gubernur | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sam Ratulangi (1890–1949) |
||||||
| Raden Sudiro (1911–1992) |
||||||
| Lanto Daeng Pasewang (1900–1959) |
||||||
| Andi Pangerang Pettarani (1903–1975) |
||||||
| Pada tahun 1960 Provinsi Sulawesi mengalami pemekaran menjadi 2 bagian, yakni Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Berikut daftar Gubernur Sulawesi Utara dan Gubernur Sulawesi Selatan | ||||||
| Pejabat | Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Periode | Gubernur definitif | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bernard Wilhelm Lapian (Penjabat) |
Nonpartisipan | 17 Agustus 1950 | 1 Juli 1951 | 318 hari | — | Transisi | |||
| Andi Burhanuddin (Pelaksana harian) |
1953 | ||||||||