Tersono adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Tersono terdiri dari 20 desa. Kecamatan ini terletak di wilayah timur Kabupaten Batang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal di sebelah timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tersono | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Batang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Ristanto | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 40.929 jiwa | ||||
| Kode pos | - | ||||
| Kode Kemendagri | 33.25.06 | ||||
| Kode BPS | 3325060 | ||||
| Luas | - km² | ||||
| Desa/kelurahan | 20 | ||||
| |||||
Tersono (bahasa Jawa: ꦠꦼꦂꦱꦤcode: jv is deprecated , translit. Tersana) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Tersono terdiri dari 20 desa. Kecamatan ini terletak di wilayah timur Kabupaten Batang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal di sebelah timur.
Secara umum, wilayah Kecamatan Tersono terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara yang berada di kawasan dataran rendah, serta bagian selatan yang merupakan wilayah perbukitan, sebagai bagian dari terusan Pegunungan Dieng di sebelah selatan. Sebagian besar penduduk di Kecamatan Tersono bermata pencaharian sebagai petani, dengan menggarap sawah, ladang, atau kebun. Pusat pemerintahan Kecamatan Tersono berada di wilayah Desa Tersono. Sama seperti Kecamatan Limpung, Kecamatan Tersono juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil emping dari melinjo.
Kecamatan Tersono berbatasan dengan wilayah-wilayah berikut:
Di sebelah timur wilayah Kecamatan Tersono mengalir sebuah sungai besar yang bernama Sungai Lampir, atau yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Kali Lampir. Sungai ini juga berfungsi sebagai batas alami antara wilayah Kabupaten Batang dengan wilayah Kabupaten Kendal.
Di sebelah barat wilayah Kecamatan Tersono mengalir pula sungai besar yang bernama Sungai Arus, atau yang dikenal secara lokal sebagai Kali Arus. Sungai Arus berperan sebagai sumber irigasi pertanian bagi beberapa desa di Kecamatan Tersono, sekaligus sebagai batas antara wilayah Kecamatan Tersono dengan Kecamatan Limpung.
Selain itu, di tengah-tengah wilayah Kecamatan Tersono juga mengalir sebuah sungai besar yang bernama Sungai Belo, atau yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Kali Belo. Sungai Belo memiliki peran vital dalam mendukung kebutuhan irigasi pertanian bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Tersono bagian utara. Sungai ini juga berfungsi sebagai pemisah alami antara wilayah Kecamatan Tersono bagian timur dengan bagian barat.
Desa-desa dengan wilayah paling terluar di Kecamatan Tersono adalah sebagai berikut:
Pada tahun 2018, wilayah Kecamatan Tersono telah terbagi menjadi 20 desa yaitu:[2]