Bandar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 18 Km dari ibu kota Kabupaten Batang ke arah tenggara. Pusat pemerintahannya berada di Desa Bandar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Bandar | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Batang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Drs. HARYONO, MM | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 72.451 jiwa | ||||
| Kode pos | 51254 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.25.02 | ||||
| Kode BPS | 3325020 | ||||
| Luas | 73,33 km² | ||||
| Kepadatan | 916 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 17 Desa | ||||
| |||||
Bandar (bahasa Jawa: ꦧꦤ꧀ꦢꦂcode: jv is deprecated , translit. Bandar) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 18 Km dari ibu kota Kabupaten Batang ke arah tenggara. Pusat pemerintahannya berada di Desa Bandar.
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
| Utara | Kecamatan Tulis |
| Timur | Kecamatan Blado, Kecamatan Pecalungan dan Kecamatan Subah |
| Selatan | Kabupaten Pekalongan |
| Barat | Kecamatan Wonotunggal dan Kabupaten Pekalongan |
Pada tahun 2020, wilayah Kecamatan Bandar telah terbagi menjadi 17 desa yaitu:[2]
Bandar adalah salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten batang. Pada awalnya, Bandar hanyalah sebuah daerah yang dijadikan distrik telekomunikasi oleh pemerintah kolonial Belanda dengan nama Bandar-Sedayu. Bekas kantor dan stasiun telekomunikasi milik pemerintahan kolonial itu kini menjadi aset PT TELKOM Indonesia.
Bandar merupakan penghasil utama pete, cengkih dan pisang. Setiap hari pasaran pahing dan wage pasar Bandar banyak dikunjungi masyarakat yang akan berbelanja. Pada hari pasaran Pahing dan Wage pula banyak tengkulak hasil bumi dari Bandung, Jakarta, Semarang dan Surabaya yang memborong hasil bumi dari wilayah di sekitar Bandar.
Bandar merupakan daerah pusat perekonomian terbesar kedua di Kabupaten Batang setelah limpung. Pasar Bandar sendiri menjadi pasar terluas di Kabupaten Batang.
Salah stau objek wisata yang terkenal saat ini adalah Kolam Renang Bandar, dengan menggunakan air alam yang tersembul langsung dari mata airnya, membuat kolam renang ini sangat jernih dengan airnya yang begitu dingin, dan terbebas dari kaporit.
Ciri kesenian tradisional yang banyak dijumpai di Kecamatan Bandar adalah Rebana, Kuda Lumping, Kuntulan dan Kesenian Dengklung yang pernah pentas di TMII Jakarta. Adat istiadat atau budaya yang menonjol adalah Peringatan Legenanan disetiap desa dan biasanya pada bulan itu masing - masing desa mengadakan Pagelaran Wayang Kulit atau wayang Golek semalam suntuk. Peringatan Legenan itu dilaksanakan setiap setahun sekali sebagai wujud rasa syukur pada Allah SWT atas Limpahan rahmat-Nya.
Perekonomian Kecamatan Bandar merupakan salah satu motor penggerak utama di Kabupaten Batang, dengan karakteristik wilayah yang dinamis dan berorientasi pada pertumbuhan. Kecamatan Bandar dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat dan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kecamatan Bandar juga dikenal sebagai pusat perdagangan di Kabupaten Batang. Sektor perdagangan menjadi tulang punggung utama perekonomian, dengan keberadaan Pasar Bandar sebagai pusat aktivitas ekonomi yang melayani distribusi hasil bumi dan kebutuhan pokok dalam skala luas. Tingginya intensitas transaksi serta keterlibatan pelaku usaha dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya daya tarik wilayah ini sebagai simpul distribusi regional.
Di sektor pertanian dan perkebunan, Kecamatan Bandar dikenal sebagai penghasil komoditas bernilai ekonomi seperti petai, cengkeh, dan pisang. Komoditas ini memiliki permintaan pasar yang stabil dan berkontribusi terhadap rantai pasok antarwilayah, sehingga membuka peluang pengembangan industri hilir berbasis agribisnis.
Selain itu, Kecamatan Bandar merupakan bagian dari koridor kawasan industri di Kabupaten Batang yang mencakup wilayah Bandar dan Kecamatan Tulis. Kawasan ini terintegrasi dengan Batang Industrial Park sebagai pusat industri utama, sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah Bandar, khususnya dalam peningkatan aktivitas perdagangan, jasa, serta peluang investasi.
Kecamatan Bandar juga dilalui oleh koridor jalan strategis Bandar–Kota Pekalongan yang berfungsi sebagai jalur perdagangan utama di wilayah tersebut. Selain itu, jalur ini juga merupakan salah satu rute favorit menuju kawasan wisata dataran tinggi Dieng Plateau. Kondisi ini meningkatkan arus mobilitas barang dan wisatawan, yang berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata lokal.
Meskipun berjarak relatif dari pusat pemerintahan di Kabupaten Batang, Kecamatan Bandar memiliki potensi pengembangan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan yang masih luas, posisi strategis antarwilayah, serta keterkaitannya dengan kawasan industri di sekitarnya.
Selain sektor perdagangan dan industri, potensi ekonomi Kecamatan Bandar juga didukung oleh sektor pariwisata. Salah satu destinasi yang berkembang adalah Puncak Tombo, yang menawarkan panorama alam dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal. Keberadaan destinasi wisata ini turut mendorong pertumbuhan usaha mikro, sektor kuliner, serta jasa pariwisata di sekitarnya.
Keunggulan lain terletak pada posisi geografis Kecamatan Bandar yang berada pada jalur penghubung strategis antarwilayah di Jawa Tengah. Kondisi ini mendorong tingginya mobilitas barang dan jasa, serta memperkuat potensi pengembangan sektor logistik, perdagangan, dan jasa penunjang lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang ekonomi menunjukkan arah transformasi menuju kawasan semi-perkotaan yang semakin modern dan terintegrasi. Perkembangan ini memberikan sinyal positif terhadap iklim investasi yang kondusif.
Secara keseluruhan, Kecamatan Bandar menawarkan kombinasi antara kekuatan ekonomi berbasis lokal, peran sebagai pusat perdagangan regional, keterlibatan dalam koridor industri modern, posisi strategis pada jalur perdagangan dan pariwisata, serta potensi wisata, menjadikannya sebagai kawasan dengan prospek ekonomi dan investasi yang menjanjikan di wilayah Jawa Tengah.