Teleskop Timau adalah teleskop dengan cermin berdiameter 3,8 meter yang merupakan instrumen utama di Observatorium Nasional Timau di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Teleskop raksasa yang ditargetkan selesai pembangunannya sebelum akhir tahun 2025 ini akan menjadi teleskop optik terbesar di Asia Tenggara. Teleskop ini dilengkapi dengan kamera optik dan kamera inframerah dekat sebagai instrumen generasi pertamanya. Teleskop raksasa ini dioperasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan digunakan untuk riset astronomi dan antariksa lainnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025) |
| Bagian dari | Observatorium Nasional Timau |
|---|---|
| Lokasi | Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur |
| Koordinat | 9°35′49.5″S 123°56′50.2″E / 9.597083°S 123.947278°E / -9.597083; 123.947278 |
| Organisasi | Badan Riset dan Inovasi Nasional |
| Ketinggian | 1,347 m (4,419 ft) |
| Diameter | 3,8 m |
| Penyokong teleskop | Alt-Az |
Teleskop Timau adalah teleskop dengan cermin berdiameter 3,8 meter yang merupakan instrumen utama di Observatorium Nasional Timau di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Teleskop raksasa yang ditargetkan selesai pembangunannya sebelum akhir tahun 2025 ini akan menjadi teleskop optik terbesar di Asia Tenggara.[1] Teleskop ini dilengkapi dengan kamera optik dan kamera inframerah dekat sebagai instrumen generasi pertamanya. Teleskop raksasa ini dioperasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan digunakan untuk riset astronomi dan antariksa lainnya.
Teleskop Timau dan kubahnya mulai dibangun pada tahun 2017 oleh LAPAN. Pembuatannya dilakukan oleh Nishimura Co., Ltd. di Jepang yang telah membuat teleskop sejak tahun 1926.