Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S.T., M.M. adalah seorang perwira tinggi TNI-AU yang sejak 27 Mei 2025 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tedi Rizalihadi | |
|---|---|
| Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara ke-23 | |
| Mulai menjabat 27 Mei 2025 | |
| KSAU | Mohamad Tonny Harjono |
| Panglima Komando Operasi Udara Nasional ke-3 | |
| Masa jabatan 17 November 2023 – 27 Mei 2025 | |
| Komandan Kodiklatau | |
| Masa jabatan 4 November 2022 – 17 November 2023 | |
| Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional ke-2 | |
| Masa jabatan 29 Agustus 2022 – 4 November 2022 | |
| Panglima Komando Operasi Udara I ke-31 | |
| Masa jabatan 23 Februari 2021 – 29 Agustus 2022 | |
| Waasops Panglima TNI | |
| Masa jabatan 18 November 2020 – 23 Februari 2021 | |
| Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara I | |
| Masa jabatan 24 September 2019 – 18 November 2020 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 18 Juli 1970 Rangkasbitung, Lebak, Jawa Barat |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | R. Dewi Sabaria, S.H. |
| Anak | 2 |
| Almamater | Akademi Angkatan Udara (1991) |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1991—sekarang |
| Pangkat | |
| Satuan | Korps Penerbang (Tempur) |
Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S.T., M.M. (lahir 18 Juli 1970) adalah seorang perwira tinggi TNI-AU yang sejak 27 Mei 2025 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Tedi, merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1991. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Operasi Udara Nasional.[1]
Prestasi 1000 jam terbang merupakam prestasi yang membanggakan karena tak banyak penerbang tempur yang berhasil meraihnya, berhasil meraih 1000 jam terbang untuk pesawat tempur Hawk MK-53, merupakan sebuah prestasi setelah dalam kurun waktu dua tahun tanpa penerbang yang dapat meraih 1000 jam terbang untuk pesawat tempur Hawk MK-53. Letkol Pnb Tedi Rizalihadi, S.T. yang juga menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 15, meskipun harus menimba ilmu di ITB serta Seskoau dan berhasil menyelesaikannya tepat waktu, mampu mencapai prestasi yang membanggakan melebihi para pendahulunya yang tidak dapat meraih 1000 jam terbang disebabkan persoalan yang sama. Tedi demikian panggilan akrabnya, lulusan Fakultas Teknik Penerbangan ITB jurasan Mekanika Terbang yang diraihnya setelah menjadi Perwira Penerbang TNI Angkatan Udara, memulai kariernya setelah menamatkan pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1991 dan dilanjutkan Sekolah Penerbang TNI AU (Sekbang) angkatan 44 serta Seskoau angkatan 42 tahun 2005.[2]
Tanda Jasa dan Brevet
| Dada kanan | Dada kiri | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Brevet Kehormatan | |
|---|---|
| Pilot Wing Badge (Royal Malaysian Air Force) (2024)[18] | |