Tata bahasa Jawa atau bisa disebut Paramasastra Jawa adalah sebuah aturan yang menggambarkan struktur ungkapan dalam bahasa Jawa, termasuk di dalamnya struktur kata, frasa, klausa, dan kalimat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Tata bahasa Jawa atau bisa disebut Paramasastra Jawa adalah sebuah aturan yang menggambarkan struktur ungkapan dalam bahasa Jawa, termasuk di dalamnya struktur kata, frasa, klausa, dan kalimat.
Tembung kalau dalam bahasa Indonesia artinya adalah "kata". Kata berasal dari suku kata. Suku kata berasal dari huruf. Kata bisa dipakai untuk membuat kalimat. Contoh dari tembung adalah sebagai berikut:
Semua tentu sudah pada tahu yang namanya tembung (kata) dalam bahasa Jawa, mungkin agak bingung untuk membedakan antara tembung, wanda, ukara, dan aksara. Berikut arti ke-4 Paramasastra dalam bahasa Indonesia:
Tembung dalam bahasa Indonesia artinya kata. Artinya kumpulan wanda (suku kata) yang memiliki arti. Tembung yang memiliki satu suku kata (amung sawanda) disebut tembung wod. Tembung lingga (kata dasar) adalah kalimat tembung yang belum berubah dari asalnya. Tembung andhahan (kata jadian) adalah kalimat tembung yang sudah berubah dari asalnya, karena diberi ater-ater (awalan), seselan (sisipan), atau panambang (akhiran).
Silah-silahing tembung atau jenis kata (grammar) dalam bahasa Jawa ada 10 macam:
Ater-ater (awalan), seselan (sisipan), panambang (akhiran).
Ater-ater hanuswara:
Ater-ater tripurasa:
Ater-ater liya:
Homonim yaitu tembung-tembung kata sama ucapannya sama penulisannya tetapi beda arti karena asal kata beda. Contoh:
Antonim / tembung kosok-balèn yaitu tembung kata yang memiliki arti berkebalikan dengan yang lain. Kata-kata antonim antara lain: padhang-peteng, bungah-susah, gedhé-cilik, beja-cilaka, kasar-alus, dan sebagainya. Contoh:
Sinonim (nunggal misah) merupakan dua kata atau lebih yang bentuk penulisannya beda, arti sama atau hampir sama, arti yang sama persis itu jarang. Contoh:
Homograf merupakan tembung-tembung kata yang penulisannya beda artinya beda. Contoh:
Di dalam bahasa Jawa, kalimat atau ukara bisa dibagi menjadi jejer, wasésa, lésan, geganep, dan panerang.
Dalam bahasa Indonesia kita mengenal adanya struktur atau susunan kalimat, seperti subjek, predikat dan objek. Dalam bahasa Jawa pun juga memiliki hal yang sama akan tetapi bernama lain:
Seperti halnya dalam bahasa Indonesia, jejer dikenai pekerjaan dengan pola sama seperti bahasa Indonesia tidak seperti bahasa Inggris yang dibolak-balik.
Contoh kalimatnya:
Untuk bagian kalimat seperti keterangan (katrangan) sama saja seperti bahasa Indonesia.
Silah-silahing ukara (jenis-jenis kalimat dalam bahasa Jawa)
Bila dibandingkan dengan bahasa Melayu atau Indonesia, bahasa Jawa memiliki sistem bilangan yang agak rumit.
| Bahasa | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kuno | sa | rwa | telu | pat | lima | enem | pitu | walu | sanga | sapuluh |
| Kawi | eka | dwi | tri | catur | panca | sad | sapta | asta | nawa | dasa |
| Krama | setunggal | kalih | tiga | sekawan | gangsal | enem | pitu | wolu | sanga | sedasa |
| Ngoko | siji | loro | telu | papat | lima | enem | pitu | wolu | sanga | sepuluh |