Abu Nashr Tajuddin Abdul Wahhab bin Ali bin Abdul Kafi as-Subuki atau lebih dikenal dengan Tajuddin as-Subuki adalah seorang ulama di bidang fikih mazhab syafi'i, sejarah, dan seorang Qadi di Damaskus. Ia pindah ke Damaskus bersama ayahnya, Taqiyuddin as-Subuki ketika masih kecil, kemudian ia tinggal dan hidup disana, hingga ia menjadi salah satu Qadi yang terkenal di Damaskus, hingga ia wafat dan dimakamkan di kota tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Tajuddin as-Subuki | |
|---|---|
| Gelar | Tajuddin |
| Kunya | Abu Nashr |
| Nama | Abdul Wahhab |
| Nasab | bin Ali bin Abdul Kafi |
| Nisbah | as-Subuki |
| Etnis | Arab |
| Zaman | 1327 - 1370 |
| Wilayah aktif | Syam |
| Pekerjaan | Qadi |
| Denominasi | Sunni |
| Mazhab Fikih | Syafi'i |
| Mazhab Akidah | Asy'ariyah |
| Minat utama | Fikih, Sejarah |
| Karya | Thabaqat asy-Syafi'iyyah al-Kubra |
Dipengaruhi oleh
| |
Abu Nashr Tajuddin Abdul Wahhab bin Ali bin Abdul Kafi as-Subuki (bahasa Arab: أبو نصر تاج الدين عبد الوهاب بن علي بن عبد الكافي السبكيcode: ar is deprecated ) (lahir pada tahun 727 H/1327 wafat di Damaskus pada tahun 771 H/1370) atau lebih dikenal dengan Tajuddin as-Subuki adalah seorang ulama di bidang fikih mazhab syafi'i, sejarah, dan seorang Qadi di Damaskus. Ia pindah ke Damaskus bersama ayahnya, Taqiyuddin as-Subuki ketika masih kecil, kemudian ia tinggal dan hidup disana, hingga ia menjadi salah satu Qadi yang terkenal di Damaskus, hingga ia wafat dan dimakamkan di kota tersebut.