Tabrakan kereta api Purwosari 2010 adalah kecelakaan yang terjadi di Stasiun Purwosari pada 2 Oktober 2010 pukul 02.31, antara KA 34 Bima jurusan Stasiun Gambir–Surabaya Gubeng yang menyerempet kereta terakhir dari KA 144 Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta Kota–Surabaya Gubeng.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Tabrakan kereta api Purwosari 2010 | |
|---|---|
| Rincian | |
| Tanggal | Oktober 2, 2010 (2010-10-02) |
| Waktu | 02.31 WIB |
| Letak | Stasiun Purwosari, Solo |
| Negara | Indonesia |
| Operator | PT Kereta Api Indonesia |
| Jenis kecelakaan | Kereta api Bima menyerempet gerbong terakhir Kereta api Gaya Baru Malam Selatan |
| Penyebab | Kereta api Gaya Baru Malam Selatan belum masuk sepenuhnya hingga batas ruang bebas |
| Statistik | |
| Kereta api | 2 |
| Meninggal dunia | 1 |
| Luka-luka | 4 |
Tabrakan kereta api Purwosari 2010 adalah kecelakaan yang terjadi di Stasiun Purwosari pada 2 Oktober 2010 pukul 02.31, antara KA 34 Bima jurusan Stasiun Gambir–Surabaya Gubeng yang menyerempet kereta terakhir dari KA 144 Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta Kota–Surabaya Gubeng.[1][2][3]
Sesuai jadwal, KA 144 Gaya Baru Malam Selatan berhenti di jalur satu Stasiun Purwosari, untuk disusul oleh KA 34 Bima, akan tetapi bagian akhir rangkaian belum sepenuhnya masuk batas ruang bebas, sehingga bagian tersebut menghalangi laju KA 34 Bima hingga akhirnya terserempet.[4][5]
Penyebab kecelakaan kereta api ini adalah petugas pengatur perjalanan kereta api yang tidak memastikan bahwa KA 144 Gaya Baru Malam Selatan telah masuk batas ruang bebas dengan sempurna.[5] Pada saat yang bersamaan, terdapat massa yang melempari rangkaian KA 144 Gaya Baru Malam Selatan karena menduga bahwa di dalam kereta tersebut ada suporter sepak bola Persib Bandung yang akan pulang menuju Bandung setelah bertandang ke Sidoarjo.[6][7]
Kecelakaan ini menyebabkan kereta terakhir kereta api Gaya Baru rusak parah, empat orang penumpang mengalami luka dan satu orang meninggal dunia di rumah sakit.[1][5]