Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin

Pada tanggal 14 Mei 1876, Pangeran Soeria ditetapkan sebagai calon pewaris takhta Kesultanan Pasir. Setelah Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin wafat pada tanggal 13 Desember 1886, Pangeran Soeria dikukuhkan sebagai sultan Pasir kedelapan (ke-8) dengan gelar Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin, melalui akta perjanjian & pengesahan pada tanggal 14 Februari 1888. Turut menandatangani akta tersebut adalah Willem Broers, Pangeran Moeda, Imam Mas Moeda, Pangeran Mas, Pangeran Sjarif Achmid, Adjie Kasoema, & Raden Adipati. Akta perjanjian dan pengukuhan ini disetujui dan disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu yaitu C. Pijnacker Hordijk pada tanggal 13 Juli 1889.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin

Pada tanggal 14 Mei 1876, Pangeran Soeria ditetapkan sebagai calon pewaris takhta Kesultanan Pasir. Setelah Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin wafat pada tanggal 13 Desember 1886, Pangeran Soeria dikukuhkan sebagai sultan Pasir kedelapan (ke-8) dengan gelar Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin, melalui akta perjanjian & pengesahan pada tanggal 14 Februari 1888. Turut menandatangani akta tersebut adalah Willem Broers (De resident der Zuider- ea Oosterafdeeling van Borneo tahun 1880 - 1891), Pangeran Moeda, Imam Mas Moeda, Pangeran Mas, Pangeran Sjarif Achmid, Adjie Kasoema, & Raden Adipati. Akta perjanjian dan pengukuhan ini disetujui dan disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu yaitu C. Pijnacker Hordijk pada tanggal 13 Juli 1889. [1] [2] [3]

Akte van Verband & Akte van Bevestiging Sultan van Pasir. den 14den Februari 1888.

Biografi

Adjie Tiga bergelar Pangeran Soeria merupakan salah satu anak (dari sumber lain disebut sebagai anak tunggal) dari Sultan Machmoed Han (Sultan ke-6) dari Kesultanan Pasir. Mempunyai beberapa anak yaitu Pangeran Karta, Pangeran Praboe Anom Kesoema Adiningrat, Adji Oentai, dan Adji Noedin. [4]

Interaksi dengan Belanda

Pada tanggal 3 Desember 1889 Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin sebagai representasi Kesultanan Pasir dan Willem Broers sebagai wakil dari pemerintah Hindia Belanda menandatangani kontrak politik. [5]

Pada tahun 1892 kesultanan Pasir mengalami masalah internal yang mengakibatkan ketidakstabilan politik dan keamanan, kontrolir Afdeeling Pasir en Tanah Boemboe pada saat itu (J.A.J.C. Pieters-Controleur der 2de Klasse) berusaha meredam ketegangan tetapi kondisi belum berangsur membaik. [6] Pada bulan Mei 1895, resident (J. Boers, menjabat sebagai resident zuider- en oosterafdeling van borneo mulai tahun 1894 s.d 1899) mengunjungi Pasir untuk memperbaiki perselisihan antara sultan dan para bangsawan, yang pada 1894 hanya berhasil sebagian. Dalam kunjungan tersebut, resident berhasil mencapai kesepakatan mengenai penunjukan dan pemberhentian para bangsawan serta pembagian pendapatan negara. Namun, masalahnya belum benar-benar teratasi. [7]

Pada tanggal 12 Oktober 1896, residen bertempat di ibukota kesultanan dan dihadiri oleh Radja Moeda, para bangsawan, kepala suku, dan tetua masyarakat, mengumumkan atas nama Gubernur Jenderal bahwa sultan telah diturunkan dari tahta dan sultan telah menerima keputusan tersebut dan akan pergi ke Banjarmasin bersama keluarganya. [8]

Kematian

Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin meninggal dunia pada bulan Oktober 1898 di Banjarmasin. [9]

Lihat Pula

  1. Onderafdeeling Pasir.
  2. Linimasa Paser pra-kemerdekaan.
  3. Sultan Adam van Pasir.
  4. Sultan Machmoed Han.
Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin
Lahir: N/A Meninggal: 1898
Gelar
Didahului oleh:
Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin
Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin
1888 ‒ 1896
Diteruskan oleh:
Sultan Abdul Rachman

Galeri

Salah Satu versi Silsilah Kesultanan Pasir (termuat dalam karya S.W. Reeman (Militiare Memorie Betreffende de onderafdeling Pasir, 1927). Sumber: nationaalarchief.nl
Principal Indigenous Princes (Government Almanac for the Dutch East Indies, Part 2, 1890)

Referensi

  1. ↑ ZITTING 1888 1889. 103 1890, hlm. No. 8 & No. 9.
  2. ↑ Nusselein 1905, hlm. 568.
  3. ↑ Regerings-almanak, Deel 2 1890, hlm. 287.
  4. ↑ Reeman 1927, hlm. 81.
  5. ↑ ZITTING 1890 1891. 112 1890, hlm. No. 18.
  6. ↑ Koloniaal Verslag van 1892, Hoofdstuk C 1892, hlm. 19.
  7. ↑ Koloniaal Verslag van 1895, Hoofdstuk C 1895, hlm. 22 & 23.
  8. ↑ Koloniaal Verslag van 1897, Hoofdstuk C 1897, hlm. 24 & 25.
  9. ↑ Koloniaal Verslag van 1899, Hoofdstuk C 1899, hlm. 35.

Daftar Pustaka

  1. Reeman, S.W (1927). Militiare Memorie Betreffende de Onderafdeling Pasir (dalam bahasa Belanda). Collection of Afd. Cult En Phys. Anthropologie van het Kon. Instituut Voor De Tropen. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  2. Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, Deel: 2 (dalam bahasa Belanda). 1890.
  3. Nusselein, A.H.P.J (1905). Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, Deel 58, 1905. (Beschrijving van het Landschap Pasir) (dalam bahasa Belanda). 's Gravenhage (The Hague): Martinus Nijhoff. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  4. Gedrukte stukken der Tweede Kamer, zitting 1889-1890 (Overeenkomsten met inlandsche vorsten in den Oost-Indischen Archipel) (PDF) (dalam bahasa Belanda). 's Gravenhage (The Hague). 1890. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. Gedrukte stukken der Tweede Kamer, zitting 1890 1891. Netherlands. Staten-Generaal. Tweede Kamer. 1890. (Overeenkomsten met inlandsche vorsten in den Oost-Indischen Archipel).
  6. Tweede Kamer, Bijlage C (1892). Koloniaal Verslag van 1892, Hoofdstuk C (dalam bahasa Belanda).
  7. Tweede Kamer, Bijlage C (1894). Koloniaal Verslag van 1893, Hoofdstuk C (dalam bahasa Belanda).
  8. Tweede Kamer, Bijlage C (1895). Koloniaal Verslag van 1894, Hoofdstuk C (dalam bahasa Belanda).
  9. Tweede Kamer, Bijlage C (1896). Koloniaal Verslag van 1895, Hoofdstuk C (dalam bahasa Belanda).
  10. Koloniaal Verslag van 1897, Hoofdstuk C.
  11. Tweede Kamer, Bijlage C (1899). Koloniaal Verslag van 1898, Hoofdstuk C (dalam bahasa Belanda).
  12. Tweede Kamer, Bijlage C (1900). Koloniaal Verslag van 1899, Hoofdstuk C (dalam bahasa Belanda).

Bacaan Lanjutan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Interaksi dengan Belanda
  3. Kematian
  4. Lihat Pula
  5. Galeri
  6. Referensi
  7. Daftar Pustaka
  8. Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Mohamad Sepoeh

Chalifatoel Moeminin (dikenal dengan gelar Sultan Mohamad Sepoeh). Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin merupakan putra dari Adji Kemis (ada yg menyebut

Sultan Abdul Rachman

Alie Adil Chalifat'oel Moeminin, dengan gelar Pangeran Moeda. Setelah Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin diturunkan sebagai sultan pada tanggal

Lini masa Paser pra-kemerdekaan

24–25. - Pencopotan Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin sebagai sultan & pengukuhan Sultan Abdul Rachman menjadi sultan ke-9. Gedrukte stukken

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026