Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mohamad Sepoeh

Pada tanggal 25 Agustus 1867, Pangeran Mangkoe diangkat menjadi sultan ketujuh (ke-7) Kesultanan Pasir menggantikan Sultan Machmoed Han dengan gelar Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pada tanggal 25 Agustus 1867, Pangeran Mangkoe (Mangkoe Boemi) diangkat menjadi sultan ketujuh (ke-7) Kesultanan Pasir menggantikan Sultan Machmoed Han (sultan keenam) dengan gelar Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin (dikenal dengan gelar Sultan Mohamad Sepoeh).[1] [2] [3]

Biografi

Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin merupakan putra dari Adji Kemis (ada yg menyebut Adji Kimas), beliau juga merupakan cucu dari Sultan Sulaiman (sultan ke-2) dan memiliki anak yaitu Adji Miki, Radja Besar, Adji Rina serta mempunyai cucu salah satunya adalah Pangeran Boeroek.[2]

Interaksi dengan Belanda

Pada saat pemerintahan Sultan Machmoed Han, pengelolaan pemerintahan sehari-hari dilaksanakan oleh Pangeran Mangkoe (setara dengan Perdana Menteri atau Patih) yang bertanggungjawab secara langsung kepada sultan. Kematian Sultan Machmoed Han pada tanggal 8 Februari 1866, menandai masa transisi ke depan untuk pergantian takhta. Selama masa transisi tersebut Pangeran Mangkoe selain menjalankan pemerintahan sehari-hari juga berfungsi sebagai sultan sementara. Sesuai dengan tradisi kesultanan, para bangsawan dan tokoh terkemuka negeri memilih Pangeran Mangkoe sebagai penerusnya (menjadi sultan ketujuh (ke-7)) kesultanan Pasir pada tanggal 25 Agustus 1867, yang sebelumnya juga sudah ditunjuk oleh sang sultan yang telah meninggal (ditunjuk sebagai pewaris takhta). Pilihan orang tersebut, seorang keponakan dari Sultan Machmoed Han, didasarkan pada kenyataan bahwa tidak ada dari putra-putra yang ditinggalkan yang dapat dipertimbangkan, baik karena usia mereka yang masih muda maupun karena kurangnya kelayakan mereka. [4]

Acte van Verband & Acte van Bevestiging (Overeenkomsten, Contracten enz. met Inlandsche Indische Vorsten)- November 18, 1875.

Meskipun telah diangkat menjadi sultan tahun 1867, namun karena berbagai macam hal, menyebabkan pengukuhan sultan secara resmi dalam pemerintahan Hindia Belanda tertunda hingga bertahun-tahun. Baru pada tanggal 18 November 1875 pengangkatan Pangeran Mangkoe sebagai sultan ketujuh (ke-7) bergelar Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin secara resmi dan pengukuhannya dapat dilaksanakan. Turut hadir dalam pengukuhan tersebut adalah Gerrit Jan Gersen (menjabat sebagai resident zuider- en Oosterafdeling van Borneo mulai tahun 1874-1877), dan pembesar kesultanan, antara lain Mohamad Saleh (Mantri), Raden Mohamad Taher (Mantri), Pangeran kapitan Riouw Abdul Karim (Mantri), Pangeran Bandahara Adjie Noepiah (Mantri Polisi), dan Etah Imam Maas Moeda (kepala pemuka agama). Dokumen tersebut diakui dan disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johan Wilhelm van Lansberge pada tanggal 14 Mei 1876. [5]

Kematian

Pada tanggal 13 Desember 1886 Sultan Sepoeh Adil Chalifat’oel Moeminin meninggal dunia. [6]

Lihat Pula

  1. Onderafdeeling Pasir.
  2. Linimasa Paser pra-kemerdekaan.
  3. Sultan Adam van Pasir.
Mohamad Sepoeh
Lahir: N/A Meninggal: 1886
Gelar
Didahului oleh:
Sultan Machmoed Han
Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin
1867 ‒ 1886
Diteruskan oleh:
Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin


Galeri

Salah Satu versi Silsilah Kesultanan Pasir (termuat dalam karya S.W. Reeman (Militiare Memorie Betreffende de onderafdeling Pasir, 1927). Sumber: nationaalarchief.nl
Principal Indigenous Princes, Borneo, 1868 (Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1868)

Referensi

  1. ↑ Nusselein 1905, hlm. 566.
  2. 1 2 Reeman 1927, hlm. 81.
  3. ↑ Nusselein 1905, hlm. 567.
  4. ↑ Koloniaal Verslag van 1866, Hoofdstuk C 1889, hlm. 20.
  5. ↑ ZITTING 1877 – 1878. 1878, hlm. 100.
  6. ↑ ZITTING 1888 1889 1889, hlm. 103.

Daftar Pustaka

  1. Reeman, S.W (1927). Militiare Memorie Betreffende de Onderafdeling Pasir (dalam bahasa Belanda). Collection of Afd. Cult En Phys. Anthropologie van het Kon. Instituut Voor De Tropen. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  2. Nusselein, A.H.P.J (1905). Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, Deel 58, 1905. (Beschrijving van het Landschap Pasir) (dalam bahasa Belanda). 's Gravenhage (The Hague): Martinus Nijhoff. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Bacaan Lanjutan

  1. Koloniaal Verslag van 1866, Hoofdstuk C. Netherlands. Departement van Kolonien. 1866. hlm. 20.
  2. Zitting 1877 – 1878. – 1OO. Overeenkomsten met inlandsche vorsten in den OostIndischen Archipel. Pasir. (Acten Van Verband En Van Bevestiging.) No. 4.
  3. 1869. Handleiding Bij De Beoefening Der Land-En Volkenkunde van Nederlandsch Oost-Indie.
  4. Eisenberger, Dr. J. (1936). Kroniek der Zuider- En Oosterafdeeling van Borneo. Bandjermasin: Drukkerij: Liem Hwat Sing. hlm. 62.
  5. Koloniaal Verslag van 1881, Hoofdstuk C, hlm. 17.
  6. Koloniaal Verslag van 1883, Hoofdstuk C, hlm. 16.
  7. Koloniaal Verslag van 1884, Hoofdstuk C, hlm. 21.
  8. Zitting 1888 1889. - 103. Overeenkomsten met inlandsche vorsten in den Oost-Indischen Archipel. Pasir. Akten Van Verband En Van Bevestiging. No. 8.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Interaksi dengan Belanda
  3. Kematian
  4. Lihat Pula
  5. Galeri
  6. Referensi
  7. Daftar Pustaka
  8. Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Lini masa Paser pra-kemerdekaan

Kesultanan Pasir dengan gelar Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin (dikenal dengan nama Sultan Mohamad Sepoeh). Tahun 1873 - Sebuah firma dari Batavia

Sultan Mohamad Alie Adil Chalifat'oel Moeminin

ditetapkan sebagai calon pewaris takhta Kesultanan Pasir. Setelah Sultan Sepoeh Adil Chalifatoel Moeminin wafat pada tanggal 13 Desember 1886, Pangeran

Onderafdeeling Pasir

almarhum Sultan Mohamad Ali. Pangeran Depati, bukan dari keturunan kerajaan, tetapi menikah dengan seorang putri dari almarhum Sultan Mohamad Sepoeh. Pejabat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026