Sultan Adam Van Pasir menjadi sultan keempat (ke-4) Kesultanan Pasir menggantikan Sultan Machmoed alias Soeltan Adipati Anoem.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Sultan Adam Van Pasir menjadi sultan keempat (ke-4) Kesultanan Pasir menggantikan Sultan Machmoed alias Soeltan Adipati Anoem (sultan ketiga).[1] [2]
Sultan Adam Van Pasir adalah putra dari dari Sultan Soeleiman (sultan ke-2) dan mempunyai ibu bernama (Adji) Ratoe yang merupakan putri dari Sultan Sepoeh (sultan pertama). Sultan Adam mempunyai anak yaitu Ratoe Anoem dan Pangeran Moeda (yang kelak kemudian menjadi sultan bergelar Soeltan Abdoerachman, sultan ke-9).[2]
Dari dokumen Belanda, diketahui bahwa pada masa Sultan Adam Van Pasir membuat kesepakatan (kontrak politik) dengan Arnoldus Laurens Weddik (Kommissaris Inspecteur) sebagai wakil dari pemerintah Hindia Belanda bertanggal 25 Oktober 1844 (terdiri dari 13 pasal)-lihat galeri.
Pada masa ini juga, Kesultanan Pasir terjadi perselisihan dengan Kesultanan Kutai dalam persoalan memperebutkan wilayah aliran Sungai Telake.[3]
Sebuah koran (surat kabar) bernama “Nederlandsche Staats-Courant” bertanggal 29 Oktober 1847 pada halaman 2 memberitakan meninggalnya Sultan Adam Van Pasir dan Pangeran Mangkoe-Boemi menggantikannya dengan nama dan gelar Sultan Mohamed Anom serta sebagai konsekuensinya lanjutannya, Pangeran Moeda dianugerahi gelar Pangeran Mangkoe-Boemi (lihat galeri).
Adam van Pasir Lahir: N/A Meninggal: 1847 | ||
| Gelar | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Sultan Machmoed |
Sultan Adam van Pasir N/A ‒ 1847 |
Diteruskan oleh: Sultan Ibrahim Chaliel-Oeddien |


