Stasiun MRT Tanah Merah adalah stasiun konstruksi melayang di MRT Singapura dalam Jalur Timur Barat di antara Stasiun MRT Simei dan Bedok juga persimpangan menuju Stasiun MRT Changi Airport dan Expo
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
EW4 Tanah Merah MRT Station 丹那美拉地铁站 தானா மேரா | ||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Angkutan cepat | ||||||||||||||||
Peron tengah yang digunakan untuk melayani penumpang ke Stasiun MRT Changi Airport. | ||||||||||||||||
| Lokasi |
| |||||||||||||||
| Koordinat | 1°19′38.49″N 103°56′46.84″E / 1.3273583°N 103.9463444°E / 1.3273583; 103.9463444 | |||||||||||||||
| Jalur | Lua error in Modul:Adjacent_stations at line 464: attempt to concatenate local 'color' (a nil value). | |||||||||||||||
| Jumlah peron | Pulau ganda | |||||||||||||||
| Jumlah jalur | 3 | |||||||||||||||
| Layanan | Bus, Taksi | |||||||||||||||
| Konstruksi | ||||||||||||||||
| Jenis struktur | Melayang | |||||||||||||||
| Tinggi peron | 2 | |||||||||||||||
| Akses difabel | Yes | |||||||||||||||
| Informasi lain | ||||||||||||||||
| Kode stasiun | EW4 | |||||||||||||||
| Sejarah | ||||||||||||||||
| Dibuka | 4 November 1989 | |||||||||||||||
| Operasi layanan | ||||||||||||||||
| ||||||||||||||||
| Lokasi pada peta | ||||||||||||||||
Koordinat: 1°19′38.6″N 103°56′46.7″E / 1.327389°N 103.946306°E / 1.327389; 103.946306Lihat peta diperbesar Koordinat: 1°19′38.6″N 103°56′46.7″E / 1.327389°N 103.946306°E / 1.327389; 103.946306Lihat peta diperkecil | ||||||||||||||||


Stasiun MRT Tanah Merah (Kode EW4) adalah stasiun konstruksi melayang di MRT Singapura dalam Jalur Timur Barat di antara Stasiun MRT Simei dan Bedok juga persimpangan menuju Stasiun MRT Changi Airport dan Expo
Stasiun ini dirancang dengan warna dinding putih dan langit-langit berbentuk lengkung, dengan atap kaca sepanjang bagian tengah stasiun. Pada mulanya stasiun ini tidak direncanakan bersama-sama dengan Jalur Timur Barat pada tahun 1990 karena hanya ada perumahan pribadi disekitarnya, tetapi atas tekanan anggota parlemen dan rakyat ke pihak SMRT maka stasiun ini dioperasikan. Hal ini menimbulkan kontroversi pada Stasiun MRT Buangkok sepuluh tahun kemudian.
Stasiun ini satu-satunya persimpangan MRT yang hanya mempunyai satu nomor kode (berbeda dengan stasiun persimpangan lainnya yang memiliki minimal dua kode). Stasiun ini juga satu-satunya persimpangan yang bukan merupakan gabungan dua atau lebih jalur (mengingat stasiun ini merupakan persimpangan Jalur Timur Barat dan jalur ke Changi Airport).
| Tujuan | Kereta Pertama | Kereta Terakhir | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sen - Sab | Minggu & Hari Libur | Harian | ||||
| Jalur Timur Barat | ||||||
| ke EW1 Pasir Ris | 05.16 | 05.42 | 00.26 | |||
| ke EW29 Joo Koon | 05.35 | 06.02 | 23.31 | |||
| ke CG2 Changi Airport | 05.19 | 05.47 | 23.50 | |||
| L2 Peron |
Peron A | Jalur Timur Barat menuju EW1 Pasir Ris (→) |
arah Changi Airport pintu terbuka di dua sisi | ||
| Peron C/D | Jalur Timur Barat menuju CG2 Changi Airport (→) | |
arah Tuas Link pintu terbuka di kanan | ||
| Peron B | Jalur Timur Barat menuju EW33 Tuas Link (←) | |
| L1 | Gerbang EWL | Pintu Tiket, Mesin Tiket, Kontrol Stasiun |
| B1 | Penyeberangan bawah tanah | |
5000 penumpang tertunda perjalanannya ketika kereta arah timur terganggu pada 20 Maret 2010. Seorang pria 20an melompat ke rel stasiun MRT Tanah Merah dan tertabrak kereta yang mengarah ke Pasir Ris. Untuk melanjutkan layanan di jalur Timur Barat, kereta arah timur diputar di Stasiun MRT Eunos dan Tanah Merah, sementara peron tengah digunakan untuk kereta ke arah timur.
Pengumuman dilakukan di semua stasiun mengenai keterlambatan dan kemungkinan sesaknya kereta. Perjalanan kembali normal sekitar 15:40.[1]
Sekitar 800 penumpang diminta keluar dari kereta pada 25 Juli 2010. Suara keras dan percikan api terlihat di bawah kereta arah Joo Koon. Kereta ditarik ke Stasiun Tanah Merah sekitar 21:20 pada saat kejadian.
Suara dan percikan berhenti ketika kereta berhenti di stasiun. Untuk berjaga-jaga penumpang diminta pindah kereta dan Singapore Civil Defence Force dipanggil untuk penelitian. Jalur arah barat melalui Tanah Merah tidak terganggu, jalur dialihkan ke rel tengah. Tidak ada yang terluka dan SMRT menyelidiki insiden ini. [2]