Stasiun Kutowinangun (KWN) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kuwarisan, Kutowinangun, Kebumen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Letak stasiun sekitar 450 m dari Jalan Raya Kutowinangun dan dihubungkan dengan Jalan Stasiun. Stasiun ini tidak jauh dari Kantor Kecamatan Kutowinangun dan tempat pemakaman mantan Bupati Kebumen, KRT Aroengbinang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

|
JS07
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Bangunan baru Stasiun Kutowinangun | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lokasi |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketinggian | +13 m | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Operator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Letak | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jumlah peron | 3 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jumlah jalur | 4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Layanan | Lintas selatan Jawa: Kutojaya Selatan (reguler & tambahan) Lintas tengah Jawa: Kutojaya Utara (arah Jakarta), Bangunkarta (arah Jakarta), Progo, Bogowonto, Gajahwong, Jaka Tingkir, Logawa, dan Ranggajati Aglomerasi: Joglosemarkerto (rute melingkar) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Konstruksi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jenis struktur | Atas tanah | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi lain | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kode stasiun |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Klasifikasi | II[2] | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Operasi layanan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Fasilitas dan teknis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Fasilitas | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jenis persinyalan |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lokasi pada peta | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Stasiun Kutowinangun (KWN) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kuwarisan, Kutowinangun, Kebumen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Letak stasiun sekitar 450 m dari Jalan Raya Kutowinangun dan dihubungkan dengan Jalan Stasiun. Stasiun ini tidak jauh dari Kantor Kecamatan Kutowinangun dan tempat pemakaman mantan Bupati Kebumen, KRT Aroengbinang.[4]
Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas Butuh-Wonosari dioperasikan per 13 Desember 2019, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Emplasemen stasiun ini digeser dan diperpanjang ke arah barat laut hingga menjauhi tikungan yang terletak di sebelah tenggara stasiun. Terdapat satu jalur belok baru di sebelah barat laut posisi bangunan lama sebagai jalur 1 yang baru. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah Yogyakarta saja, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus untuk arah Bogor, dan jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4.[5]
| G | Bangunan utama stasiun | ||
| Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah barat | |||
| Jalur 1 | ← | Sepur belok | → |
| Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah barat | |||
| Jalur 2 | ← | Sepur lurus arah Yogyakarta | |
| Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur | |||
| ← (Kutoarjo) | JS Joglosemarkerto, tujuan Solo Balapan–Semarang Tawang (rute memutar) | ||
| Jalur 3 | Sepur lurus arah Bogor | → | |
| Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat | |||
| Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri kedatangan KA dari arah timur | |||
| Jalur 4 | → | ||
| JS Joglosemarkerto, tujuan Tegal–Solo Balapan (rute memutar) | → (Kebumen) | ||
Bangunan lama stasiun yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen sudah dibongkar dan digantikan dengan bangunan baru yang berukuran sedikit lebih besar; berjarak sekitar 100 m di sebelah barat posisi bangunan lama dan diberi kanopi/overcapping. Selain itu, persinyalan elektrik lama produksi Westinghouse Rail Systems yang telah beroperasi sejak 1999 sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.
Di ujung stasiun sebelah tenggara dahulu terdapat perlintasan sebidang, tetapi kini sudah dibongkar setelah proyek jalur ganda tersebut rampung. Sementara di sebelah baratnya, terdapat rumah dinas pegawai KAI dan menara yang tinggi. Dahulu persis di dekat jalur 4, seberang posisi bangunan stasiun yang lama, terdapat gudang yang kini tidak terpakai dan menjadi sarang kelelawar. Kelelawar-kelelawar itu keluar setiap kali waktu magrib tiba.[4]
Stasiun ini kembali melayani penumpang sehubungan dengan operasional kereta api Bandara Internasional Yogyakarta (KA Bandara YIA). Terkait dengan kelengkapan fasilitas, stasiun ini melayani tiket kereta api melalui penjualan langsung maupun daring sejak 20 Desember 2019.[6] Namun, layanan kereta bandara tersebut dihapus per 1 September 2021 karena perubahan rutenya menjadi Yogyakarta–YIA pp.[7]
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 11 Maret 2026.[8]
| Nama kereta api | Kelas | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|---|
| Ekonomi | ||||
| Kutojaya Selatan (reguler & tambahan) | Ekonomi | Kiaracondong | Kutoarjo | Via Tasikmalaya–Kroya |
| Nama kereta api | Kelas | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|---|
| Campuran | ||||
| Kutojaya Utara | Eksekutif | Kutoarjo | Pasar Senen | Via Purwokerto–Cirebon Prujakan
Pemberhentian hanya untuk perjalanan menuju Jakarta Dijalankan pada hari tertentu
|
| Ekonomi | ||||
| Bangunkarta | Eksekutif | Jombang | Via Purwokerto–Cirebon
Pemberhentian hanya untuk perjalanan menuju Jakarta | |
| Ekonomi | ||||
| Bogowonto | Eksekutif | Pasar Senen | Lempuyangan | Via Cirebon Prujakan–Purwokerto |
| Ekonomi | ||||
| Gajahwong | Eksekutif | |||
| Ekonomi Premium | ||||
| Logawa | Eksekutif | Purwokerto | Ketapang | Via Lempuyangan–Surabaya Gubeng |
| Ekonomi Premium | ||||
| Ranggajati | Eksekutif | Cirebon | Jember | Via Purwokerto–Surabaya Gubeng |
| Ekonomi | ||||
| Ekonomi | ||||
| Progo | Ekonomi | Pasar Senen | Lempuyangan | Via Cirebon Prujakan–Purwokerto |
| Jaka Tingkir | Solo Balapan | |||
| Nama kereta api | Kelas | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|---|
| JS Joglosemarkerto | Eksekutif-Ekonomi | Solo Balapan | Semarang Tawang | Perjalanan berlawanan arah jarum jam mulai dari pagi hari via Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Yogyakarta–Solo Balapan hingga berakhir di Semarang Tawang pada petang hari. |
| Solo Balapan | Perjalanan searah jarum jam mulai dari pagi hari via Yogyakarta–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang hingga berakhir di Solo Balapan pada petang hari. | |||
Pada siang hari tanggal 23 September 2007, kereta api Pasundan anjlok sekitar 500 m di timur Stasiun Kutowinangun. Tidak ada korban dalam kejadian ini, tetapi ratusan penumpang telantar dan baru dapat melanjutkan perjalanan setelah menunggu hampir 4 jam.[9]
Pada 14 Maret 2014, ruang PPKA Stasiun Kutowinangun diserang pedagang asongan karena pemberlakuan jadwal kereta api berdasarkan Gapeka 2013 sehingga kereta api Bengawan—yang menjadi tumpuan hidup mereka—tidak lagi berhenti di stasiun tersebut. Pada saat itu, PT KAI membuat kebijakan mengenai larangan pedagang asongan dan pengamen naik kereta api.[10]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api
| Stasiun sebelumnya | Stasiun berikutnya | |||
|---|---|---|---|---|
| Wonosari menuju Cilacap Pelabuhan |
Cilacap–Yogyakarta | Prembun menuju Yogyakarta | ||