Spathius agrili adalah tawon parasit non-penyengat dari keluarga Braconidae yang berasal dari Asia Utara. Spesies ini berperan sebagai parasitoid bagi penggerek tiken zamrud, serangga invasif yang telah merusak puluhan juta pohon tiken di wilayah Amerika Utara. Sebagai bagian dari upaya pengendalian penggerek tiken zamrud, sejak 2003 para ilmuwan Amerika bekerja sama dengan Akademi Kehutanan Tiongkok untuk mencari musuh alami serangga ini di alam liar, yang menghasilkan penemuan beberapa tawon parasitoid, termasuk Spathius agrili. S. agrili ditemukan di Tianjin, Tiongkok, dan dikenal sebagai parasitoid umum larva penggerek tiken zamrud pada pohon tiken yang diperkenalkan maupun tiken endemik. Tawon ini mampu menyerang dan membunuh hingga 90 persen larva penggerek tiken zamrud.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Spathius agrili | |
|---|---|
| Spathius agrili dewasa | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Insecta |
| Ordo: | Hymenoptera |
| Famili: | Braconidae |
| Genus: | Spathius |
| Spesies: | S. agrili |
| Nama binomial | |
| Spathius agrili Yang 2005[1] | |
Spathius agrili adalah tawon parasit non-penyengat dari keluarga Braconidae yang berasal dari Asia Utara. Spesies ini berperan sebagai parasitoid bagi penggerek tiken zamrud (Agrilus planipennis), serangga invasif yang telah merusak puluhan juta pohon tiken di wilayah Amerika Utara. Sebagai bagian dari upaya pengendalian penggerek tiken zamrud, sejak 2003 para ilmuwan Amerika bekerja sama dengan Akademi Kehutanan Tiongkok untuk mencari musuh alami serangga ini di alam liar, yang menghasilkan penemuan beberapa tawon parasitoid, termasuk Spathius agrili. S. agrili ditemukan di Tianjin, Tiongkok, dan dikenal sebagai parasitoid umum larva penggerek tiken zamrud pada pohon tiken yang diperkenalkan (Fraxinus velutina) maupun tiken endemik (Fraxinus mandshurica). Tawon ini mampu menyerang dan membunuh hingga 90 persen larva penggerek tiken zamrud.[1][2]
Tawon ini merupakan ektoparasitoid yang bersifat sosial dalam bertelur, artinya ia menempatkan banyak telur di permukaan inangnya, sementara larvanya berkembang dengan memakan inang dari luar. Siklus hidup S. agrili selaras dengan tahap perkembangan larva inangnya, dengan kemunculan tawon dewasa terjadi saat larva penggerek tiken zamrud berada pada instar ketiga dan keempat. Betina bertelur melalui kulit pohon, melumpuhkan larva inang, dan menempatkan telur di dalam tegumen. Setelah menetas, larva tawon memakan inang yang lumpuh hingga matang, kemudian membuat kepompong di dalam galeri inang. Selama musim dingin, S. agrili bertahan sebagai kepompong di bawah kulit pohon abu dan muncul sebagai tawon dewasa pada musim panas berikutnya.[3]
Spathius agrili, bersama dua spesies tawon parasitoid lainnya, Tetrastichus planipennisi dan Oobius agrili, diperkenalkan ke Amerika Serikat sebagai agen pengendalian hayati terhadap penggerek tiken zamrud. Di antara ketiganya, Tetrastichus planipennisi terbukti paling efektif dalam menginfestasi penggerek tiken zamrud dan membentuk populasi yang mandiri.[4][5]
Sebelum pelepasan, penelitian mendalam dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebagai agen kontrol biologis. Metode laboratorium dikembangkan untuk pemeliharaan berkelanjutan tawon-tawon ini, dan uji ekstensif terhadap spesifisitas inang dilakukan pada kumbang asli dan serangga lain. Hasil uji laboratorium tanpa pilihan menunjukkan bahwa S. agrili dapat menyerang spesies Agrilus lain, namun tingkat keberhasilan parasitisme jauh lebih rendah dibandingkan pada penggerek tiken zamrud. Selain itu, S. agrili hanya tertarik pada spesies tertentu dari genus Fraxinus dan Salix babylonica, sehingga dalam kondisi alamiahnya sangat kecil kemungkinan ia akan menyerang larva non-target. Temuan ini, bersama dengan uji spesifisitas tambahan, mendukung persetujuan pelepasan terkontrol tawon ini di lokasi studi tertentu di Amerika Serikat untuk penelitian lebih lanjut.[5][2]