Siti Masitha Soeparno atau lebih dikenal dengan nama Bunda Sitha, adalah Wali kota Tegal (nonaktif) Jawa Tengah yang menjabat sejak 23 Maret 2014, berpasangan dengan Drs. H. M. Nursholeh, M.M.Pd.. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Siti Masitha Soeparno | |
|---|---|
| Wali Kota Tegal 17 | |
| Masa jabatan 23 Maret 2014 – 29 Agustus 2017 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono Joko Widodo |
| Gubernur | Ganjar Pranowo |
| Wakil | Nursholeh |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 10 Januari 1964 Jakarta, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Golongan Karya |
| Hubungan | Eddy Soeparno (adik) |
| Anak | 4 |
| Orang tua | Moehamad Soeparno |
Siti Masitha Soeparno (lahir 10 Januari 1964) atau lebih dikenal dengan nama Bunda Sitha, adalah Wali kota Tegal (nonaktif) Jawa Tengah yang menjabat sejak 23 Maret 2014, berpasangan dengan Drs. H. M. Nursholeh, M.M.Pd.. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar.[1]
Siti Masitha sempat berniat maju kembali pada Pilkada Kota Tegal 2018 , namun ia keburu ditangkap oleh KPK karena diduga melakukan tindakan pidana korupsi. Sejak ditahan pada tanggal 29 Agustus 2017 , jabatannya diemban oleh Nursholeh, sebagai pelaksana tugas. Siti Masitha divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta atau setara dengan 4 bulan kurungan.
Siti Masitha terbukti menerima suap sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.
Siti Masitha lahir di Jakarta, 10 Januari 1964. Dia merupakan anak dari mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Moehamad Soeparno. Sitha mengenyam pendidikan dasar dan menengahnya di Palembang, Sumatera Selatan. Setelah itu dia melanjutkan pendidikannya di Thailand, Belanda, dan Amerika Serikat. Dari sekolahnya di luar negeri, bidang yang dikuasai adalah perhotelan, kecantikan, dan manajemen. Sitha juga aktif berorganisasi antara lain di Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Yayasan Penyantun Anak Asma (YAPNAS), dan Perempuan Untuk Negeri (PUN). Pada tahun 2013 lalu, Siti Sitha Soeparno maju sebagai calon Wali Kota Tegal didampingi oleh Drs. H. M. Nursoleh, M.M.Pd. yang diusung dari Partai Golkar. Pasangan ini akhirnya memenangi Pemilihan Kepala Daerah, mengungguli pasangan Ikmal Jaya & Edy Suripno. Sebelum mencalonkan diri sebagai pemimpin Kota Tegal, Sitha merupakan calon legislatif dari Partai NasDem untuk daerah pemilihan Jawa Barat I.
Di bidang organisasi, Sitha aktif dalam penyuluhan kanker mulut rahim, penyuluhan bahaya merokok di berbagai sekolah bersama Wanita Indonesia Tanpa Merokok, pengobatan gratis bagi anak-anak penderita asma bersama Yayasan Penyantun Anak Asma, penggalangan dana untuk anak sekolah kurang mampu bersama Gerakan nasional Orang Tua Asuh, menjadi pembicara di berbagai seminar dan diskusi untuk tema-tema sosial dan kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia, dan menyelenggarakan berbagai acara kajian dan peluncuran buku, antara lain dalam rangka perayaan ulang tahun Taufiq Kiemas.[2][3]
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Ikmal Jaya |
Wali kota Tegal 2014–2017 |
Diteruskan oleh: Nursholeh |