Sindrom gangguan pernapasan akut adalah jenis kegagalan pernapasan yang ditandai dengan timbulnya cepat peradangan luas di paru-paru. Gejalanya meliputi sesak napas, tachypea, dan sianosis. Di antara mereka yang bertahan hidup, penurunan kualitas hidup relatif umum terjadi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sindrom gangguan pernapasan akut | |
|---|---|
| Nama lain | Sindrom gangguan pernapasan (RDS), sindrom gangguan pernapasan dewasa, syok paru-paru |
| Spesialisasi | Obat perawatan kritis |
| Metode diagnostik | Rasio PaO2/FiO2 kurang dari 300 mmHg[1] |
| Diagnosis banding | Serangan jantung[1] |
| Prognosis | 35% hingga 50% risiko kematian[1] |
| Frekuensi | 3 juta kasus per tahun[1] |
Sindrom gangguan pernapasan akut (bahasa Inggris: Acute respiratory distress syndromecode: en is deprecated , ARDS) adalah jenis kegagalan pernapasan yang ditandai dengan timbulnya cepat peradangan luas di paru-paru. Gejalanya meliputi sesak napas, tachypea, dan sianosis.[1] Di antara mereka yang bertahan hidup, penurunan kualitas hidup relatif umum terjadi.
Secara global, ARDS memengaruhi lebih dari 3 juta orang per tahun. Kondisi ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1967. Meskipun terminologi "sindrom gangguan pernapasan dewasa" kadang-kadang digunakan untuk membedakan ARDS dari "sindrom gangguan pernapasan bayi" pada bayi baru lahir, konsensus internasional adalah bahwa "sindrom gangguan pernapasan akut" adalah istilah terbaik karena ARDS dapat memengaruhi semua usia.