Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Koagulopati

Koagulopati, disebut juga dengan gangguan pendarahan adalah suatu kondisi di mana kemampuan darah untuk koagulasi atau menggumpal untuk membentuk trombus atau bekuan, mengalami gangguan. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kecenderungan pendarahan yang berkepanjangan atau berlebihan, yang dapat terjadi secara spontan atau setelah mengalami cedera atau terjadi karena kesalahan prosedur medis.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Koagulopati
Koagulopati
(Coagulopathy)
Nama lainGangguan pendarahan (Bleeding disorder)
Trombosit
SpesialisasiHematologi Sunting ini di Wikidata

Koagulopati (bahasa Inggris: Coagulopathy), disebut juga dengan gangguan pendarahan (bleeding disorder) adalah suatu kondisi di mana kemampuan darah untuk koagulasi atau menggumpal untuk membentuk trombus atau bekuan, mengalami gangguan.[1] Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kecenderungan pendarahan yang berkepanjangan atau berlebihan (pendarahan diatesis), yang dapat terjadi secara spontan atau setelah mengalami cedera atau terjadi karena kesalahan prosedur medis.

Sebagai catatan, koagulopati terkadang secara keliru disebut sebagai "gangguan pembekuan darah"; gangguan pembekuan darah adalah kecenderungan untuk pembentukan bekuan (trombus), juga dikenal sebagai keadaan hiperkoagulasi atau trombofilia.

Mekanisme

Proses pembekuan yang normal, tergantung pada interaksi berbagai protein yang ada di dalam darah. Koagulopati dapat disebabkan oleh penurunan kadar atau tidak adanya protein pembekuan darah, yang dikenal sebagai faktor pembekuan atau faktor koagulasi. Gangguan genetik, seperti hemofilia dan penyakit Von Willebrand, dapat menyebabkan terjadinya penurunan faktor pembekuan darah.[2] Antikoagulan seperti warfarin juga akan mencegah pembentukan bekuan dengan benar.[2]

Koagulopati traumatis akut

Pada tahun 2003, Karim Brohi, seorang profesor di bidang traumatologi atau ilmu trauma (trauma sciences) di Queen Mary University of London, pertama kali memperkenalkan istilah koagulopati traumatis akut (Acute Traumatic Coagulopathy (ATC)),[3] mengungkapkan bahwa koagulopati yang diinduksi oleh trauma dapat mengakibatkan:

  • perdarahan lebih parah
  • kegagalan multi-organ
  • kematian tinggi

Pengobatan

Jika seseorang mengalami koagulopati, ketersediaan layanan kesehatan dapat membantu mereka mengatasi gejala yang muncul dengan obat-obatan atau terapi penggantian. Dalam terapi penggantian, jika faktor pembekuan berkurang atau tidak ada, diganti dengan protein yang berasal dari darah manusia atau dibuat di laboratorium. Terapi ini dapat diberikan baik untuk mengobati perdarahan yang sudah muncul ataupun juga untuk mencegah terjadinya perdarahan.

Perhatian khusus

Salah satu pengobatan dalam menangani orang dengan perdarahan hebat atau dalam kondisi kritis, seperti membawanya ke unit gawat darurat atau UGD.[1] Dalam situasi ini, pengobatan umum yang dilakukan dengan mentransfusikan kombinasi sel darah merah dengan salah satu opsi berikut:

  • Plasma darah
  • Protrombin konsentrat kompleks, faktor XIII, dan fibrinogen
  • Fibrinogen dengan asam traneksamat

Penggunaan asam traneksamat adalah satu-satunya pilihan yang saat ini telah didukung oleh uji klinis besar, acak, terkontrol, dan diberikan kepada orang-orang dengan perdarahan besar setelah trauma.[4] Ada beberapa kemungkinan risiko yang muncul dalam mengobati koagulopati, seperti;

  • cedera paru-paru akut terkait transfusi
  • sindrom gangguan pernapasan akut
  • sindrom disfungsi organ multipel
  • pendarahan
  • tromboemboli vena.

Referensi

  1. 1 2 Hunt, Beverley J. (2014). "Bleeding and Coagulopathies in Critical Care". New England Journal of Medicine. 370 (9): 847–859. doi:10.1056/NEJMra1208626. ISSN 0028-4793. PMID 24571757.
  2. 1 2 Spahn, DR.; Bouillon, B.; Cerny, V.; Coats, TJ.; Duranteau, J.; Fernández-Mondéjar, E.; Filipescu, D.; Hunt, BJ.; et al. (Apr 2013). "Management of bleeding and coagulopathy following major trauma: an updated European guideline". Crit Care. 17 (2): R76. doi:10.1186/cc12685. PMC 4056078. PMID 23601765. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. ↑ Brohi, Karim; Singh, Jasmin; Heron, Mischa; Mantel, Timothy (Juni 2003). "Acute Traumatic Coagulopathy". The Journal of Trauma: Injury, Infection, and Critical Care (dalam bahasa English). 54 (6): 1127–1130. doi:10.1097/01.TA.0000069184.82147.06. ISSN 0022-5282. PMID 12813333. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Shakur, Haleema; Roberts, Ian; Perel, Pablo (2010). "Tranexamic acid for trauma – Authors' reply". The Lancet. 376 (9746): 1050–1051. doi:10.1016/S0140-6736(10)61479-1. ISSN 0140-6736.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Mekanisme
  2. Koagulopati traumatis akut
  3. Pengobatan
  4. Perhatian khusus
  5. Referensi

Artikel Terkait

Koagulasi intravaskular diseminata

(Disseminated intravascular coagulation) Nama lain Koagulopati intravaskular diseminata Koagulopati konsumtif Sindrom defibrinasi Mikrograf menunjukkan

Trombosis sinus vena serebri

pada orang dewasa. Hingga saat ini, CVST kemungkinan dihasilkan dari koagulopati dan disertai berbagai macam faktor. Faktor risiko CVST dapat dikelompokkan

Covid-19

penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh SARS Coronavirus 2

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026