Sifaka mahkota (Propithecus coronatus) adalah sebuah spesies endemik ke Madagaskar barat, yang keanekaragaman hayatinya sedang terancam karena aktivitas antropogenik. Sifaka bermahkota adalah sejenis lemur yang masuk kedalam famili Indriidae, dan kurang lebih setara ukurannya dengan sifaka bermahkota emas, dengan panjang hingga satu meter, 47-57 sentimeter darinya adalah ekor. Spesies ini adalah pemanjat dan pelompat vertikal arboreal yang memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Sifaka ini terancam oleh kerusakan habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan sekarang tergolong sebagai spesies terancam kritis oleh IUCN. Perencanaan pelestarian dengan memperhitungkan kebutuhan masyarakat lokal dibutuhkan untuk suksesnya pelestarian dalam jangka panjang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Propithecus coronatus | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Primata |
| Subordo: | Strepsirrhini |
| Genus: | Propithecus |
| Spesies: | P. coronatus |
| Nama binomial | |
| Propithecus coronatus A. Milne-Edwards, 1871[3] | |
| Sebaran P. coronatus[1] | |
| Sinonim | |
| |
Sifaka mahkota[4] (Propithecus coronatus) adalah sebuah spesies endemik ke Madagaskar barat, yang keanekaragaman hayatinya sedang terancam karena aktivitas antropogenik.[5] Sifaka bermahkota adalah sejenis lemur yang masuk kedalam famili Indriidae, dan kurang lebih setara ukurannya dengan sifaka bermahkota emas, dengan panjang hingga satu meter, 47-57 sentimeter darinya adalah ekor. Spesies ini adalah pemanjat dan pelompat vertikal arboreal yang memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Sifaka ini terancam oleh kerusakan habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia[6][7] dan sekarang tergolong sebagai spesies terancam kritis oleh IUCN. Perencanaan pelestarian dengan memperhitungkan kebutuhan masyarakat lokal dibutuhkan untuk suksesnya pelestarian dalam jangka panjang.