Sifaka diadem adalah seekor spesies sifaka yang bersatus genting dan endemik di Madagaskar timur. Bersamaan dengan indri, spesies ini merupakan salah satu dari dua jenis lemur terbesar yang masih hidup, dengan bobot rata-rata yaitu 6.5 kg dan panjang total dewasa sekitar 105 centimetres (41 inches), dimana setengahnya adalah ekor. Russell Mittermeier, salah satu ahli lemur kontemporer, mendeskripsikan sifaka berdiadem sebagai "salah satu yang paling memikat dan berwarna di antara semua lemur", memiliki bulu yang panjang dan mirip sutra. Spesies ini juga dikenal dengan nama Malagasy-nya, yaitu simpona, simpony dan ankomba joby. Istilah "sifaka berdiadem" juga digunakan untuk merujuk sebuah kelompok spesies yang secara formal mencakup empat subspesies berbeda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sifaka diadem | |
|---|---|
| Di Cagar Alam Khusus Analamazaotra | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Primata |
| Subordo: | Strepsirrhini |
| Genus: | Propithecus |
| Spesies: | P. diadema |
| Nama binomial | |
| Propithecus diadema | |
| Sebaran P. diadema[1] | |
| Sinonim | |
| |
Sifaka diadem (Propithecus diadema) adalah seekor spesies sifaka yang bersatus genting dan endemik di Madagaskar timur. Bersamaan dengan indri, spesies ini merupakan salah satu dari dua jenis lemur terbesar yang masih hidup, dengan bobot rata-rata yaitu 6.5 kg[4] dan panjang total dewasa sekitar 105 centimetres (41 inches),[5] dimana setengahnya adalah ekor. Russell Mittermeier, salah satu ahli lemur kontemporer, mendeskripsikan sifaka berdiadem sebagai "salah satu yang paling memikat dan berwarna di antara semua lemur", memiliki bulu yang panjang dan mirip sutra.[6] Spesies ini juga dikenal dengan nama Malagasy-nya, yaitu simpona, simpony dan ankomba joby. Istilah "sifaka berdiadem" juga digunakan untuk merujuk sebuah kelompok spesies yang secara formal mencakup empat subspesies berbeda.