Shaobing, juga disebut huoshao, adalah sejenis roti pipih panggang tanpa ragi yang berlapis-lapis dalam hidangan Tiongkok utara. Shaobing dapat dibuat dengan atau tanpa isian, dan dengan atau tanpa wijen di atasnya. Shaobing berisi beragam isian yang dapat dikelompokkan menjadi dua rasa utama: gurih atau manis. Beberapa isian yang umum antara lain selai kacang merah, selai wijen hitam, kacang hijau tumis dengan telur dan tahu, daging sapi rebus, daging asap, atau daging sapi atau babi dengan rempah-rempah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Shaobing | |
|---|---|
Shaobing tipikal. Shaobing bundar di sebelah kanan manis dan penuh gula, sedangkan shaobing panjang di sebelah kiri gurih dan asin. | |
| Nama lain | Huoshao |
| Jenis | Roti pipih |
| Sajian | Sarapan |
| Tempat asal | Tiongkok |
| Shaobing | |||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 燒餅code: zh is deprecated | ||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 烧饼code: zh is deprecated | ||||||||||||||||
| Makna harfiah: | pastri yang dipanggang | ||||||||||||||||
| |||||||||||||||||
| Huoshao | |||||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 火燒code: zh is deprecated | ||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 火烧code: zh is deprecated | ||||||||||||||||
| Makna literal: | dipanggang dengan api | ||||||||||||||||
| |||||||||||||||||
Shaobing (Pinyin: shāobǐng; Wade–Giles: shao-ping), juga disebut huoshao, adalah sejenis roti pipih panggang tanpa ragi yang berlapis-lapis dalam hidangan Tiongkok utara. Shaobing dapat dibuat dengan atau tanpa isian, dan dengan atau tanpa wijen di atasnya. Shaobing berisi beragam isian yang dapat dikelompokkan menjadi dua rasa utama: gurih atau manis. Beberapa isian yang umum antara lain selai kacang merah, selai wijen hitam, kacang hijau tumis dengan telur dan tahu, daging sapi rebus, daging asap,[1] atau daging sapi atau babi dengan rempah-rempah.[2]
Shaobing merupakan menu sarapan yang umum. Shaobing yang berisi biasanya disantap dengan susu kedelai dan teh, sementara yang tidak berisi biasanya disantap dengan telur kukus atau hidangan daging untuk sarapan. Dalam tradisi kuliner Mandarin, shaobing disajikan dengan rebusan panas (huǒguō) di musim dingin atau susu kedelai.

Legenda Tiongkok mengeklaim bahwa shaobing pipih yang dipanggang dibawa kembali dari Xiyu (Wilayah Barat, sebuah nama untuk Tiongkok Barat jauh dan Asia Tengah) oleh Jenderal Dinasti Han Ban Chao, dan awalnya dikenal dengan nama hubing (胡餅code: zh is deprecated , terj. har. 'pastri barbarian'). Shaobing diyakini berasal dari hubing.[3]
Shaobing diyakini berhubungan dengan naan Persia dan Asia Tengah serta pita Timur Dekat.[4][5][6] Seperti halnya naan, pastri wijen ini awalnya dipanggang dalam sebuah oven yang mirip dengan pasu tanur.[7]
Orang-orang asing Barat membuat dan menjual kue-kue wijen di Tiongkok pada masa Dinasti Tang.[8]

Shaobing Huangqiao (黄桥烧饼; Huángqiáo Shāobǐng) adalah salah satu jenis Shaobing. Terbuat dari tepung terigu, minyak, wijen, dan bahan baku lainnya. Warnanya keemasan dan renyah di bagian luar. Secara tradisional, shaobing ini dibagi menjadi rasa manis dan rasa asin. Umumnya, rasa manis berbentuk bundar, sedangkan rasa asin berbentuk panjang dan lonjong.
Magao (常州大麻糕; Chángzhōu Dàmágāo), atau kue wijen, populer di kota Changzhou di Provinsi Jiangsu. Kue wijen Changzhou berbentuk pipih dan lonjong. Cita rasa tradisionalnya adalah manis, asin, dan pedas. Kulitnya tipis dan renyah dengan warna keemasan. Untuk membuat kue wijen Changzhou, koki perlu memilih lemak babi terbaik, tepung terigu, biji wijen kupas, gula pasir, garam halus, dan bahan baku olahan lainnya; kemudian dipanggang dalam tungku pemanggang gantung tradisional.[9]