Sesi gabungan Kongres Amerika Serikat merupakan pertemuan gabungan antar kedua anggota badan Kongres Amerika Serikat dari sistem legislatif bikameral pemerintahan federal Amerika Serikat, yakni Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dan Senat Amerika Serikat. Sesi gabungan dapat dilakukan pada acara khusus apa pun, namun secara tradisi dilakukan ketika Presiden Amerika Serikat memberikan pidato State of the Union dan diwajibkan untuk melakukan sesi gabungan untuk menghitung dan mensertifikasi hasil elektoral pemilihan umum Presiden Amerika Serikat. Pertemuan gabungan biasanya merupakan acara seremonial atau formal dan tidak menjalankan fungsi legislatif apa pun, dan tidak ada resolusi yang diajukan atau pemungutan suara yang dilakukan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Sesi gabungan Kongres Amerika Serikat merupakan pertemuan gabungan antar kedua anggota badan Kongres Amerika Serikat dari sistem legislatif bikameral pemerintahan federal Amerika Serikat, yakni Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dan Senat Amerika Serikat. Sesi gabungan dapat dilakukan pada acara khusus apa pun, namun secara tradisi dilakukan ketika Presiden Amerika Serikat memberikan pidato State of the Union dan diwajibkan untuk melakukan sesi gabungan untuk menghitung dan mensertifikasi hasil elektoral pemilihan umum Presiden Amerika Serikat. Pertemuan gabungan biasanya merupakan acara seremonial atau formal dan tidak menjalankan fungsi legislatif apa pun, dan tidak ada resolusi yang diajukan atau pemungutan suara yang dilakukan.
Sidang dan pertemuan gabungan biasanya diadakan di Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat, dan secara tradisional dipimpin oleh ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Konstitusi mensyaratkan wakil presiden (sebagai presiden Senat) untuk memimpin penghitungan suara elektoral oleh Kongres.
Selain pidato kenegaraan, pelantikan, dan penghitungan suara pemilu, sidang atau pertemuan gabungan biasanya membahas salah satu dari beberapa topik.


Lebih dari seratus kali Kongres AS menyelenggarakan sesi gabungan yang mengundang seorang kepala negara dan/atau kepala pemerintahan untuk datang memberi pidato dihadapan Kongres. Pemimpin dari 48 negara pernah memberikan pidato kepada Kongres AS pada sesi gabungan. Beberapa diantaranya pernah melakukan pidato berulang kali. Israel merupakan negara yang paling sering diundang ke sesi gabungan dengan jumlah sebanyak 10 kali. Daftar ini kemudian disusul oleh Prancis (9), Britania Raya (9), Meksiko (7), Korea Selatan (7), India (6), Italia (6), Irlandia (6), Jerman termasuk Jerman Barat dan Jerman bersatu (5), Australia (4), Kanada (3), Argentina (3), Filipina (3), Jepang (3), Spanyol (2), dan Ukraina (2).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pidato sebanyak empat kali, paling banyak dibandingkan setiap kepala negara dan/atau pemerintah yang pernah hadir (1996,[1] 2011,[2] 2015,[3] 2024[4]). Perdana Menteri Britania Raya Winston Churchill berpidato kepada Kongres AS pada tiga kali kesempatan (1941, 1943, 1952). Tiga pemimpin dunia, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah memberikan pidato kepada Kongres AS pada 2 kali kesempatan (Modi: 2016,[5] 2023;[6] Rabin: 1976 dan 1994; Mandela: 1990 dan 1994).[7]
Pejabat asing pertama yang memberikan pidato dihadapan sesi gabungan Kongres AS adalah Kalakaua, Raja Kerajaan Hawaii pada 18 Desember 1874,[8] kemudian disusul oleh Duta Besar Prancis untuk Amerika Serikat André de La Boulaye yang memberi pidato pada 20 Mei 1934 untuk mengenang satu abad kematian Marquis de La Fayette.[9] Pidato pertama yang diberikan oleh non-pemerintah diberikan oleh Lech Wałęsa, pemimpin Solidarność Polandia pada 1989.Nelson Mandela, ketika itu masih menjabat sebagai wakil ketua umum Kongres Nasional Afrika berpidato pada 1990.[10]
Sebanyak dua kesempatan terjadi dimana 2 kepala negara pernah memberikan pidato pada hari yang sama. Pada 18 September 1978, Kongres menghadirkan Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, dan pada 26 Juli 1994 Kongres menghadirkan Raja Hussein dari Yordania dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin.
Perdana Menteri Australia John Howard memiliki kesempatan untuk berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat pada 12 September 2001. Namun karena serangan 11 September 2001, jadwal pidato John Howard dimundurkan menjadi 12 Juni 2002 dimana Howard menceritakan kesaksiannya terhadap serangan yang terjadi 9 bulan lalu tersebut. Howard diberikan pujian dan tepuk tangan meriah sebagai "momen yang mengharukan".[11]
Dari Indonesia, Presiden Indonesia Soekarno pernah memberikan pidato kepada sesi gabungan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1956.[12] Hingga hari ini, Soekarno adalah satu-satunya Presiden Indonesia yang pernah memberikan pidato dihadapan sesi gabungan Kongres.
Pidato paling baru dari kepala negara dan pemerintah diberikan oleh Raja Charles III dari Britania Raya pada 28 April 2026. Disusul oleh pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 24 Juli 2024 dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada 11 April 2024.
Seluruh kepala negara dan pemerintahan diberikan protokol yang sama seperti Presiden Amerika Serikat pada saat pidato State of the Union dan disambut oleh pembicara berdasarkan gelar diplomatik, kemudian nama dan jabatan mereka.
Enam kali dalam tahun-tahun pertama Zaman Angkasa, Kongres mengadakan pertemuan bersama untuk mendengarkan pidato dari para astronaut setelah perjalanan mereka di luar angkasa.