State of the Union Address adalah pidato kenegaraan tahunan Presiden Amerika Serikat yang disampaikan di Kongres, biasanya pada waktu Sidang Bersama Kongres. Pidato ini diselenggarakan setiap bulan Januari sejak tahun 1934. Pidato ini sering kali digunakan untuk menyampaikan pokok-pokok rancangan legislatif Presiden untuk satu tahun ke depan. Karena itu, State of the Union umumnya tidak diselenggarakan pada tahun di mana presiden baru dilantik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


State of the Union Address (disingkat SOTU) adalah pidato kenegaraan tahunan Presiden Amerika Serikat yang disampaikan di Kongres, biasanya pada waktu Sidang Bersama Kongres (DPR dan Senat). Pidato ini diselenggarakan setiap bulan Januari (kecuali 6 kali pada bulan Februari) sejak tahun 1934. Pidato ini sering kali digunakan untuk menyampaikan pokok-pokok rancangan legislatif Presiden untuk satu tahun ke depan. Karena itu, State of the Union umumnya tidak diselenggarakan pada tahun di mana presiden baru dilantik.
Diselenggarakan seperti Speech from the throne (Pidato Kenegaraan Kerajaan) pada Sidang Pembukaan Parlemen Britania Raya, pidato kenegaraan ini diamanatkan oleh Konstitusi Amerika Serikat. Tidak ada keharusan menyelenggarakan pidato harus setiap tahun sekali.
Praktik ini muncul dari kewajiban presiden yang diatur oleh Klausul State of the Union di Konstitusi Amerika Serikat:[1]
Dari waktu ke waktu ia akan memberikan informasi kepada Kongres mengenai keadaan Persatuan dan menyarankan kepada Kongres tindakan-tindakan yang ia nilai perlu dan bijaksana.
— Pasal II, Bagian 3 Konstitusi AS
Meskipun bahasa yang digunakan dalam klausul tersebut tidak spesifik, sejak tahun 1930-an, presiden telah membuat laporan ini setiap tahun pada akhir Januari atau awal Februari. Antara tahun 1934 dan 2024, tanggalnya ditetapkan paling cepat pada tanggal 3 Januari,[2] dan paling lambat 7 Maret.
Walaupun tidak diwajibkan untuk memberi pidato, setiap presiden sejak Woodrow Wilson, dengan pengecualian Herbert Hoover,[3] setidaknya memberikan laporan State of the Union dalam bentuk pidato sidang bersama Kongres AS. Sebelumnya, kebanyakan presiden memberikan laporan tersebut dalam bentuk laporan tertulis.[4]
Sebelum acara dimulai, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dan Senat Amerika Serikat harus menyetujui resolusi untuk menentukan waktu dan tanggal untuk melaksanakan sidang bersama. Kemudian, sebuah undangan resmi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat diberikan kepada Presiden Amerika Serikat beberapa minggu sebelum tanggal yang ditentukan.[5][6]
Setiap anggota Kongres diperbolehkan membawa satu tamu undangan. Presiden memiliki jatah sebanyak 24 orang tamu undangan, di mana mereka akan duduk bersama Ibu Negara Amerika Serikat. Ketua DPR juga boleh mengundang 24 tamu di kotak Ketua. Tempat duduk untuk Kongres di lantai utama adalah berdasarkan siapa yang datang pertama, dilayani pertama tanpa reservasi. Kabinet Amerika Serikat, Hakim Agung Amerika Serikat, pemimpin militer (Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat dan Komandan Penjaga Pantai Amerika Serikat) dan anggota korps diplomatik memiliki tempat yang direservasi.[7]
Pada kira-kira jam 8:30 malam pada hari pidato, anggota DPR telah berkumpul di tempat duduk mereka untuk sesi gabungan.[8] Kemudian, Wakil Petugas Ketertiban menyapa Ketua DPR dan dengan lantang mengumumkan kehadiran Wakil Presiden Amerika Serikat dan anggota Senat yang kemudian masuk ke ruangan dan duduk di tempat yang diberikan kepada mereka.[8]
Ketua DPR, dan kemudian Wakil Presiden, masing-masing menentukan anggota DPR dan Senat yang akan mengawal Presiden ke ruang sidang DPR.[8] Wakil Petugas Ketertiban sekali lagi menyapa ketua sidang dan kembali dengan lantang mengumumkan kehadiran, di urutan, Dekan Korps Diplomatik, Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat dan para Hakim Agung, dan Kabinet, masing-masing masuk ke ruangan setiap kali nama mereka disebut.[8] Para hakim menempati tempat duduk yang paling dekat dengan mimbar Ketua DPR dan berdekatan dengan bagian yang disediakan untuk Kabinet dan anggota Kepala Staf Gabungan.[9]
Tepat setelah jam 9:00 malam saat Presiden sudah tiba,[10] Petugas Ketertiban Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat berdiri tepat didalam pintu, menghadap ketua DPR, dan menunggu sampai presiden sudah siap masuk ke ruangan sidang.[9] Saat presiden sudah siap, Petugas Ketertiban mengumumkan masuknya presiden, dengan lantang mengumumkan kalimat: "Mister/Madam Speaker, the President of the United States!" (terjemahan: Tuan/Nyonya Ketua, Presiden Amerika Serikat!).[10]
Saat tepuk tangan meriah dan sorakan mulai, presiden dengan perlahan-lahan bergerak menuju ke rostrum ketua, diikuti oleh rombongan anggota komite pengawal kongres. Presiden berjalan lambat sambil berjabat tangan, memeluk, mencium pipi, dan memberikan tanda tangan di fotokopi naskah pidato kepada anggota Kongress.[9] Setelah mengambil tempat di meja Panitera,[10] presiden memberikan dua surat yang berisi fotokopi naskah pidato kepada ketua DPR dan wakil presiden.[11]
Setelah tepuk tangan dari hadirin sudah selesai, ketua sesi memperkenalkan presiden kepada anggota DPR dan senator, secara biasa berkata: "Members of Congress, I have the high privilege and distinct honor of presenting you the President of the United States!" (Anggota Kongres, saya memiliki memiliki hak istimewa yang tinggi dan kehormatan tersendiri untuk mempersembahkan anda Presiden Amerika Serikat).[9][10] Ini kemudian disusuli dengan tepuk tangan meriah hadirin dan akhirnya memulai pidato kepresidenan.[10] Ketua DPR juga boleh tidak memperkenalkan presiden, seperti yang terjadi pada 2019 dan 2024.
Sejak 1966,[12] pidato kenegaraan dibalas dengan tanggapan atau bantahan oposisi oleh seorang anggota partai oposisi yang melawan partai asal presiden melalui siaran media. Tanggapan tersebut biasanya disiarkan di sebuah studio kosong tanpa hadirin. Pada 1970, Partai Demokrat menyusun program TV dengan pidato mereka untuk menanggapi Presiden Nixon, dan juga tanggapan yang disiarkan di televisi terhadap pidato tertulis Nixon pada tahun 1973.[13] Mereka melakukan hal yang sama saat menanggapi Presiden Reagan dalam pidato 1982 dan 1985. Tanggapan tidak selalu dibuat di dalam studio; Pada 1997, Partai Republik menyiarkan tanggapan mereka di hadapan murid Sekolah Menengah Atas.[14] Pada 2010, Gubernur Virginia Bob McDonell memberikan tanggapan Partai Republik di DPR Virginia di Gedung Kapitol Virginia di Richmond, Virginia di hadapan 250 hadirin.[15]
Pada 2004, Partai Demokrat menyiarkan tanggapan mereka dalam bahasa Spanyol untuk pertama kalinya oleh Gubernur New Mexico Bill Richardson.[16] Pada 2011, anggota DPR dari Minnesota Michele Bachmann juga memberikan tanggapan atas nama Gerakan Tea Party, tanggapan pertama dari gerakan politik.[17] Pada 2024, pidato Joe Biden ditanggapi oleh Senator AS dari Alabama Katie Britt pada 8 Maret (Hari Wanita Sedunia) dari dapur rumahnya. Respon independen pertama diberikan oleh Robert F. Kennedy Jr.[18]
Walaupun banyak protokol dan upacara yang dilaksanakan dalam acara ini berdasar dari tradisi dan bukan undang-undang, pada masa kini acara ini merupakan momen yang sangat penting dalam kalender politik Amerika Serikat. Ini adalah momen di mana cabang legislatif, eksekutif dan yudikatif berkumpul: anggota Kongres mewakili legislatif, presiden dan jajaran kabinetnya mewakili eksekutif, dan para hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat mewakili yudikatif. Angkatan Bersenjata Amerika Serikat diwakili oleh Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, sementara pemerintahan asing diwakili oleh korps diplomatik. Pidato ini juga dipakai sebagai momen untuk menghargai pencapaian hebat beberapa tokoh rakyat, yang biasanya diundang duduk bersama Ibu Negara Amerika Serikat atas undangan presiden.[19]
Watts told his audience—about 100 high school students from the CloseUp Foundation watched in person, while a smaller number watched on television at home—that he is 'old enough to remember the Jim Crow' laws that affected him and his family while he grew up in a black neighborhood in small-town Oklahoma.
And then there was the Spanish-language response—the first ever—delivered by New Mexico governor, and former Clinton energy secretary, Bill Richardson.