Senegalia senegal adalah pohon gugur berduri kecil dari genus Senegalia. Pohon ini memiliki berbagai nama umum seperti akasia getah, pohon gom arab, dan gom sudan. Di beberapa wilayah India, pohon ini dikenal sebagai kher, khor, atau kumatiya. Pohon ini tumbuh di daerah semi-gurun di Afrika Sub-Sahara, serta di Oman, Pakistan, dan pesisir barat India, mencapai ketinggian 5–12 meter dengan batang berdiameter hingga sekitar 30 cm. Sudan menjadi produsen utama gom arab berkualitas tinggi yang dikenal secara lokal sebagai gom hasyab, berbeda dari spesies penghasil gom arab lain yang lebih rendah kualitasnya, termasuk akasia merah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Senegalia senegal | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Genus: | Senegalia |
| Spesies: | S. senegal |
| Nama binomial | |
| Senegalia senegal (L.) Britton | |
| Sinonim[1] | |
| |
Senegalia senegal (sebelumnya dikenal sebagai Acacia senegal) adalah pohon gugur berduri kecil dari genus Senegalia. Pohon ini memiliki berbagai nama umum seperti akasia getah, pohon gom arab, dan gom sudan. Di beberapa wilayah India, pohon ini dikenal sebagai kher, khor, atau kumatiya. Pohon ini tumbuh di daerah semi-gurun di Afrika Sub-Sahara, serta di Oman, Pakistan, dan pesisir barat India, mencapai ketinggian 5–12 meter dengan batang berdiameter hingga sekitar 30 cm. Sudan menjadi produsen utama gom arab berkualitas tinggi yang dikenal secara lokal sebagai gom hasyab, berbeda dari spesies penghasil gom arab lain yang lebih rendah kualitasnya, termasuk akasia merah.[2][3][4]
Senegalia senegal adalah pohon kecil hingga sedang yang biasanya tumbuh setinggi 3–12 meter dengan mahkota menyebar berbentuk payung dan cabang rendah. Batang pohon muda berwarna kuning‑cokelat halus, sedangkan pohon tua menjadi abu‑abu bersisik. Cabang dan rantingnya dilengkapi duri pendek yang sering muncul tepat di bawah ruas, kadang dalam kelompok tiga.[5]
Daunnya majemuk ganda dengan foliola kecil berbentuk memanjang, berwarna hijau muda hingga keabu‑abuan, dan gugur saat musim kering. Bunga berkelompok berbentuk spike, berwarna kuning pucat hingga krem, diikuti polong pipih berwarna kuning‑cokelat ketika matang. Penampilan pohon yang berduri dengan daun halus, bunga kuning, dan polong panjang ini khas bagi habitat padang sabana atau semi‑gurun tempat spesies ini tumbuh.[6]
Pohon ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena menghasilkan gom arab, yang digunakan sebagai aditif makanan, bahan kerajinan, dan kosmetik. Gom arab diperoleh dari getah yang mengering pada luka kulit kayu, dengan masing-masing pohon menghasilkan 200–300 gram. Sudan menyumbang sekitar 80 persen produksi gum arab dunia. Di India, khususnya di daerah Chauhatan, distrik Barmer, Rajasthan, gom arab juga diproduksi secara lokal dan dikenal dengan nama kummat (कुम्मट).[7][8]
Selain itu, daun muda pohon ini dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan daun dan polongnya dimakan oleh ruminansia domestik maupun liar. Senegalia senegal juga dikenal dalam pengobatan tradisional karena sifat astringennya, digunakan untuk mengatasi perdarahan, bronkitis, batuk, diare, disentri, katarak, gonore, kusta, demam tifoid, dan infeksi saluran pernapasan atas. Akar yang dekat permukaan tanah serta kulit pohon dimanfaatkan untuk membuat tali yang kuat dan berbagai jenis bahan pengikat.[9][10]