Senegalia laeta merupakan salah satu spesies tumbuhan kacang-kacangan dalam keluarga Fabaceae yang sebelumnya diklasifikasikan dalam genus Acacia. Tanaman ini tersebar luas di Afrika, mulai dari wilayah Sahara hingga mencapai Tanzania serta ditemukan di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Senegalia laeta | |
|---|---|
| Senegalia laeta di sebuah bukit dekat Djibo, Burkina Faso | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Klad: | Fabidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Genus: | Senegalia |
| Spesies: | S. laeta |
| Nama binomial | |
| Senegalia laeta (R. Br. ex Benth.) Seigler & Ebinger | |
| Jangkauan alami | |
| Sinonim[1] | |
| |
Senegalia laeta merupakan salah satu spesies tumbuhan kacang-kacangan dalam keluarga Fabaceae yang sebelumnya diklasifikasikan dalam genus Acacia. Tanaman ini tersebar luas di Afrika, mulai dari wilayah Sahara hingga mencapai Tanzania serta ditemukan di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat.[2][1]
Senegalia laeta merupakan semak tahunan atau pohon kecil yang dapat mencapai tinggi sekitar 4–10 meter. Kulit batangnya berwarna hijau keabu-abuan dan tampak gelap dari kejauhan, sering kali memperlihatkan semburat merah muda. Daunnya tersusun dua kali menyirip, dengan anak daun berukuran 1–4 cm, terdiri atas 2–5 pasang pinnae dan 2–5 pasang anak daun pada setiap pinna. Anak daunnya berbentuk lonjong, asimetris, berukuran 6–12 mm × 3–5 mm, berwarna hijau keabu-abuan, dan nyaris tidak berbulu. Ciri daun ini membantu membedakan S. laeta dari spesies lain yang hidup di wilayah yang sama, seperti Senegalia dudgeoni, S. senegal, S. gourmaensis, dan S. mellifera. Tanaman ini memiliki duri yang tumbuh berpasangan, umumnya berupa duri ketiak yang melengkung ke belakang, sesekali disertai duri ketiga yang mengarah ke depan; jika duri ketiga tidak ada, posisinya biasanya digantikan oleh daun. Bunganya berwarna putih krem, sangat harum, dan tersusun dalam kelompok tiga pada setiap tangkai, dengan beberapa tangkai muncul pada satu rangkaian paku. Polongnya berwarna coklat pucat dengan permukaan kasar dan ujung meruncing, berbeda dari S. senegal yang polongnya tidak memiliki bentuk demikian, perbedaan ini menjadi cara mudah untuk mengenali Senegalia laeta.[1]
Bagian-bagian dari pohon ini dimanfaatkan sebagai bahan pewarna. Tanaman tersebut juga menjadi sumber pakan ternak; daun serta polong bijinya menyediakan hijauan yang baik, dan pohonnya cukup tahan terhadap pemangkasan atau perambanan oleh hewan.[3]
Pohon ini menghasilkan getah yang dapat dimakan dan digunakan untuk membuat gom arab, meskipun kualitasnya tidak setinggi gom arab yang diperoleh dari Senegalia senegal. Getah biasanya dikumpulkan pada akhir musim hujan ketika muncul pada kulit batang dan cabang, lalu diambil dengan cara dikikis; kadang kulit batang disayat untuk meningkatkan produksinya. Selain itu, Senegalia laeta juga dimanfaatkan sebagai sumber kayu bakar dan arang, bahan pagar hidup maupun pagar mati, serta untuk tiang dan pancang. Kulit batangnya dipakai sebagai bahan tali untuk labu botol, dan dalam pengobatan tradisional dianggap memiliki efek pereda nyeri. Kulit itu juga digunakan untuk melunakkan kulit sebelum proses penyamakan. Tanaman ini tahan terhadap kondisi kering dan telah berhasil dibudidayakan dalam berbagai program penghijauan.[3][1]