Scott John Morrison adalah seorang politisi Australia yang menjabat sebagai Perdana Menteri Australia ke-30 dari 2018, bersamaan sebagai Pemimpin Partai Liberal Australia. Saat ini ia menjabat sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Cook di New South Wales dari 2007 sampai 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Scott Morrison | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Potret resmi, 2021 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Perdana Menteri Australia ke-30 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 24 Agustus 2018 – 23 Mei 2022 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penguasa monarki | Elizabeth II | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Gubernur Jenderal | Sir Peter Cosgrove Sir David Hurley | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Michael McCormack Barnaby Joyce | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemimpin Partai Liberal ke-14 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 24 Agustus 2018 – 24 Mei 2022 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Josh Frydenberg | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anggota Parlemen Australia dapil Cook | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Mulai menjabat 24 November 2007 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | Scott John Morrison 13 Mei 1968 Waverley, New South Wales, Australia | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Partai politik | Liberal | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Afiliasi politik lainnya | Koalisi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Suami/istri | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anak | 2 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Almamater | Universitas New South Wales (B.Sc.) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tanda tangan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Situs web | Situs resmi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penghargaan
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Scott John Morrison (lahir 13 Mei 1968) adalah seorang politisi Australia yang menjabat sebagai Perdana Menteri Australia ke-30 dari 2018, bersamaan sebagai Pemimpin Partai Liberal Australia. Saat ini ia menjabat sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Cook di New South Wales dari 2007 sampai 2024.
Morrison lahir di Sydney dan mempelajari geografi ekonomi di Universitas New South Wales. Ia bekerja sebagai seorang direktur di Dinas Pariwisata dan Olahraga Selandia Baru dari 1998 sampai 2000 dan menjadi direktur pelaksana Tourism Australia dari 2004 sampai 2006. Selain itu, ia juga menjadi direktur negara bagian Partai Liberal New South Wales dari 2000 hingga 2004. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Australia pada pemilihan umum 2007 sebagai anggota parlemen dari Cook dan dengan cepat ia ditunjuk masuk ke kabinet bayangan.
Morrison lahir di Waverley, New South Wales, sebuah kota di dekat Sydney. Ia adalah bungsu dari dua bersaudara pasangan John dan Marion Morrison (Smith). Ayahnya adalah seorang polisi di Waverley. Ayahnya juga menjadi wali kota Waverley.[2] Kakek dari pihak ibunya berasal dari Selandia Baru.[3]
Namun Morrison besar di kota tetangga Waverley, yaitu Bronte. Pada masa kecilnya ia menjadi aktor cilik dan beberapa kali muncul sebagai bintang iklan televisi.[4] Sebagian berkata bahwa Morrison adalah anak dalam iklan Vicks "Love Rub" yang populer pada dekade 1970an, tetapi rekaman iklan ini belum ditemukan.[5] Morrison mengenyam pendidikan di Sydney Boys High School sebelum meraih gelar sarjananya di bidang geografi ekonomi di UNSW.[2]
Pada tahun 2007, Morrison mendaftar untuk ikut pra-seleksi Partai Liberal untuk mendaftar untuk Divisi Cook, yaitu wilayah elektoral yang terdiri dari wilayah suburban Sydney seperti Cronulla, Caringbah, dan Miranda. Pra-seleksi ini dilakukan menyusul pensiunnya Bruce Baird, yang sudah menjadi anggota parlemen sejak 1998. Ia kalah dari Michael Towke, seorang teknisi telekomunikasi dan kandidat Partai Liberal untuk faksi kanannya.[6]
Namun, sebuah tuduhan ditujukan kepada Towke bahwa ia melakukan branch-staking dan melebih-lebihkan isi ikhtisar pendaftarannya.[7] Partai Liberal tingkat pusat lalu membatalkan pencalonan Towke dan mengadakan pra-seleksi baru yang dimenangkan Morrison. Tuduhan ini lalu dapat dibuktikan salah sehingga The Daily Telegraph harus membayar ganti rugi atas pencemaran nama baik terhadap Towke.[6]
Pada September 2008, Morrison ditunjuk oleh Koalisi Malcolm Turnbull sebagai Menteri Bayangan Perumahan dan Pemerintahan Lokal
Pada 8 Desember 2009, Morrison menjadi Menteri Bayangan Imigrasi dan Kemasyarakatan, di masa Tony Abbott menjadi pemimpin oposisi. Morrison bekerja untuk Komite Kabinet Bayangan untuk Proteksi Perbatasan.[8] Dimana pada jabatan ini ia mempertanyakan kebijakan pemerintahan Julia Gillard yang membiayai keluarga 48 pencari suaka yang mengalami kecelakaan kapal di Pulau Natal.[9][10][11]
Pada Februari 2013, Morrison berkata bahwa polisi harus memahami betul mengenai lokasi tinggal para pencari suaka dengan mencurigai komunitas warga yang cenderung antisosial, dan menekankan adanya pembatasan serius mengenai visa pendatang.[butuh rujukan]

Pada 18 September 2013, Morrison membuat Operasi Kedaulatan Perbatasan, untuk menghentikan kapal-kapal yang tidak memiliki izin masuk ke Australia.[12] Dokumen mengenai hal ini diperlihatkan pada tahun 2018 dimana Morrison memerintahkan untuk membuat strategi untuk pencegahan pemberian visa bagi 700 an pengungsi.[13] Hasil dari program ini dilaporkan bahwa ada 300 kapal dan 20.587 pendatang tidak berizin pada tahun 2013 dan hanya 1 kapal dan 157 pendatang sepanjang 2014.[14] Hal ini ditanggapi UNHCR bahwa program ini melanggar Konvensi Pengungsian.[15] Namun, laporan September 2014 menunjukkan sejak Desember 2013 tercatat nol jumlah pencari suaka yang tewas di laut. Hal ini dibandingkan dengan jumlah 1.100 pencari suaka yang tewas pada periode 2008 hingga 2013[16] Data menunjukkan bahwa pemerintahan sebelumnya mengizinkan 20.000 an pengungsi masuk antara 2012-2013 dan mampu ditekan ke angka 13.750.[17][18] Morrison selalu menggunakan istilah "pendatang ilegal" dan "kapal ilegal", dan mengatakan bahwa "Saya merujuk pada istilah 'masuk secara ilegal' dan tidak mengatakan bahwa ilegal bagi seseorang untuk mencari suaka".[19][20]
Dalam masa jabatannya sebagai Menteri Imigrasi, hubungan Morrison dengan media dikritik oleh sebagian jurnalis karena ia dan jajarannya menolak memberikan transparansi dan keterangan mengenai program pembatasan yang ia canangkan. Menurutnya, memberikan detail informasi program ini sama saja memberikan membocorkan informasi kepada para penyelendup tersebut.[21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31]

Pada 21 Agustus 2018, Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengadakan pemilihan untuk mengukur dukungan partai terhadapnya, hasilnya ia mengalahkan penantangnya Peter Dutton. Hari itu juga berhembus spekulasi bahwa pemilihan ulang akan dilakukan. Turnbull lalu memutuskan pemilihan akan dilakukan jika anggota lain menginginkan pemilihan dilakukan. Walaupun pada awalnya ada spekulasi bahwa Morrison akan mencalonkan diri, Morrison mendukung Turnbull dan bahkan merangkulnya saat konferensi pers dan berkata "Inilah pemimpinku, dan saya berambisius terhadapnya".[32] Namun, Morrison beserta Dutton dan Julie Bishop mencalonkan diri sebagai calon ketua umum jika memang spekulasi pemilihan ulang benar benar terjadi.[33]
Voting dilakukan dengan hasil 45 suara mendukung diadakan pemilihan ulang, sedangkan yang menolak hanya 40 suara. Berdasarkan hasil ini maka, Turnbull tidak dapat mengikuti pemilihan dan kandidat yang maju adalah Peter Dutton, Scott Morrison dan Julie Bishop. Pada pemungutan pertama, Dutton menghasilkan 38 suara, Morrison 36 suara dan Bishop 11 suara. Pemungutan suara kedua Morrison menang 45 suara sedangkan Dutton hanya 40 suara.[34][35] Ia mampu menang karena dipandang disukai oleh kubu moderat Turnbull dan Bishop dan kubu konservatif Dutton.[36] Ia memilih Josh Frydenberg sebagai wakil ketua umum menggantikan Julie Bishop.[37][38] Ia lalu diambil sumpahnya pada malam 24 Agustus 2018.[39] Setelah memangku jabatan, Morrison adalah perdana menteri kelima yang dilantik setelah pemilihan kepemimpinan.[40] Beberapa bulan kemudian, Morrison memperkenalkan kriteria baru untuk pemilihan pimpinan, dimana 2/3 suara anggota partai diperlukan untuk memicu pemilihan pemimpin dalam sebuah upaya untuk menghentikan "budaya kudeta".[41][42]
Morrison melakukan kunjungan luar negeri sepekan setelah dilantik menjadi perdana menteri, mengunjungi ibukota Indonesia, Jakarta untuk acara Australia-Indonesia Business Forum dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk mengumumkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia yang sudah dinegosiasikan pada masa pemerintahan Turnbull.[43]
Pada Oktober 2018, pemerintahannya mengumumkan bahwa mereka akan mengkaji keputusan untuk memindahkan kedutaan besarnya di Tel Aviv menuju Yerusalem, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.[44] Pada Desember 2018, Morrison mengumumkan bahwa pemerintahan Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel tetapi memutuskan untuk tidak memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv.[45] Hal ini membuat pemerintah Indonesia untuk menahan diri dari negosiasi Indonesia-Australia CEPA[46] walaupun kemudian perjanjian tersebut ditandatangani di Jakarta pada Maret 2019.[47][48]
Pada November 2018, Morrison mengangkat isu hak asasi manusia Xinjiang dan pelanggaran HAM terhadap suku Uighur di sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di Singapura.[49][50]
Morrison mengutuk penembakan masjid Christchurch sebagai "terorisme extremisme sayap kanan" dan memberi dukungan moril kepada Selandia Baru, menyatakan bahwa Australia dan Selandia Baru layaknya sekeluarga dan menawarkan bantuan kepolisian Australia untuk menginvestigasi.[51] Selain itu, Morrison mengecam pernyataan "ceroboh" dan "sangat menyinggung" dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.[52] Erdogan menunjukkan video penembakan tersebut kepada pendukungnya pada pemilihan daerah Turki 2019 dan berkata bahwa orang Australia dan Selandia Baru yang memiliki sentimen anti-Turki akan 'dikirim kembali di dalam peti mati seperti kakeknya' saat Kampanye Gallipoli di Perang Dunia I.[53]
Morrison memimpin Koalisi dalam pemilihan umum federal Australia 2019. Pada saat surat perintah sedang ditulis, partai koalisinya kalah suara dengan Partai Buruh Australia di berbagai lembaga survei, menyebabkan spekulasi luas bahwa pihak Koalisi akan kalah.[54] Namun, dengan kekecewaan signifikan, Koalisi mampu mempertahankan mayoritas di Dewan Perwakilan Australia.[55] Kekecewaan ini disebabkan karena ketidakpopuleran pemimpin oposisi, Bill Shorten dan kegagalan Partai Buruh untuk mengagaskan pemilu tersebut sebagai pilihan antara Morrison dan Shorten.[56] Menyatakan kemenangannya pada malam pemilu, Morrison menyatakan bahwa "ia selalu percaya pada keajaiban".[57]
Pada Februari 2022, Morrison secara lantang mengecam Presiden Vladimir Putin karena melancarkan Invasi Ukraina oleh Rusia 2022 dan menerapkan sanksi ekonomi dan larangan wisata kepada individu yang dipercaya mendukung perang tersebut.[58] Morrison juga mengumumkan bahwa Australia akan mengirim persenjataan kepada pemerintah Ukraina.[59] Australia bersama Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada juga memberikan sanksi pribadi kepada Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.[60]
Morrison mengumumkan AUKUS bersama dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Britania Raya Boris Johnson pada September 2021 sebagai bentuk inisiatif untuk menangkal dominasi yang dirasakan Tiongkok di Pasifik.[61][62] AUKUS menggantikan proposal perjanjian kapal selam antar Australia dan Prancis yang didiskusikan saat bersamaan. Ini menyebabkan reaksi negatif dari pemerintahan Prancis dan merusak hubungan antar negara. Tiongkok juga memberikan kritikan keras.[63][64] Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan murka dengan aksi Scott Morrison, secara pribadi menyatakan kepada Morrison bahwa penghapusan penjanjian tersebut telah "memutuskan hubungan kepercayaan" antar kedua negara,[65][66] dan secara publik menuduh Morrison sebagai seorang pembohong dalam acara Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa Bangsa Tahun 2021. Tindakan Macron dinilai merusak citra publik Scott Morrison.[67][68][69] Nama publiknya semakin dicoreng oleh Joe Biden yang menyebutnya "that fella down under" (si kawan dibawah itu), seakan akan Biden lupa dengan nama Morrison, membuatnya menjadi sebuah bahan lelucon dari lawan politiknya.[70]
Morrison cenderung menganut konservatisme,[71][72][73] dan cenderung berpaham dengan faksi kanan tengah di Partai Liberal yang ia pimpin saat memimpin pemerintah.[74][75]
Morrison menyatakan bahwa ia dengan bangga mendukung monarki konstitusional.[76][77] Pada Januari 2021, Morrison memberi komentar bahwa ia menolak mengganti tanggal Hari Australia dari 26 Januari, menuai kritikan.[78][79]
Morrison sangat menentang euthanasia sukarela dan bunuh diri yang dibantu, dan menyatakan bahwa dia "percaya pada kesucian hidup manusia".[80]
Kebijakan imigrasinya kerap dibicarakan oleh publik.[81] The Straits Times menyebut kebijakannya sebagai "garis keras" dan 'tak berkompromi".[82] Sebagai Menteri Imigrasi dan Keamanan Perbatasan, Morrison bertanggung jawab atas pelaksanaan Operasi Perbatasan Berdaulat yang meminta seluruh kapal pembawa pencari suaka ditolak masuk ke Australia dan dipulangkan ke negara asalnya.[83][84][85] Pada Mei 2021, pemerintahnya menerbitkan undang-undang bahwa pencari suaka bisa ditahan penjara seumur hidup di fasilitas penjara imigran Australia, walaupun hal ini melanggar hukum internasional.[86]
Morrison berpacaran dengan Jenny Warren ketika mereka sama-sama berusia 16 tahun dan menikah pada usia 21 tahun. Pernikahan ini menghasilkan 2 anak yang dikandung lewat bayi tabung.[87] Ia adalah fans berat Cronulla Sharks sebuah klub rugby Australia.[4]
Morrison dibesarkan di lingkungan Gereja Bersatu, tetapi kemudian menjadi penganut Pantekosta. Ia sekarang ikut dalam Horizon Church, yang berafiliasi dengan Gereja Kristen Australia dan Persekutuan Tuhan. Ia berkata bahwa "Bible bukan buku pegangan dan rujukan kebijakan, dan sangat khawatir apabila ada orang yang memperlakukannya demikian".[2] Namun pada akhir 2017, Morrison menyatakan bahwa ia akan menjadi pelindung kebebasan beragama yang kuat.[88]
| Parlemen Australia | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Bruce Baird |
Anggota Parlemen untuk Cook 2007–sekarang |
Petahana |
| Jabatan politik | ||
| Didahului oleh: Tony Burke |
Menteri Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan 2013–2014 |
Diteruskan oleh: Peter Dutton |
| Didahului oleh: Kevin Andrews |
Menteri Pelayanan Sosial 2014–2015 |
Diteruskan oleh: Christian Porter |
| Didahului oleh: Joe Hockey |
Bendahara Australia 2015–2018 |
Diteruskan oleh: Josh Frydenberg |
| Didahului oleh: Malcolm Turnbull |
Perdana Menteri Australia 2018–2022 |
Diteruskan oleh: Anthony Albanese |
| Didahului oleh: Mathias Cormann |
Menteri Pelayanan Publik 2019–2021 |
Diteruskan oleh: Ben Morton |
| Jabatan partai politik | ||
| Didahului oleh: Malcolm Turnbull |
Ketua Partai Liberal 2018–2022 |
Diteruskan oleh: Peter Dutton |