Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sayyid

Sayyid adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, yang merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib. Keturunan wanita mendapatkan gelar berupa Sayyidah, Alawiyah, Syarifah atau Sharifah.

Wikipedia article
Diperbarui 2 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Agustus 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Sayyid}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Sayyid" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Sayyid (bahasa Arab: سيد) (jamak: Sādah, bahasa Arab: سادة) (Bahasa Indonesia: Tuan) adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, yang merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib. Keturunan wanita mendapatkan gelar berupa Sayyidah, Alawiyah, Syarifah atau Sharifah.

Beberapa kalangan muslim juga menggunakan gelar sayyid untuk orang-orang yang masih keturunan Abu Thalib, paman Nabi Muhammad, yaitu Abbas, serta Ja'far, Aqil dan Thalib.

Gelar ini tidak sama dengan nama yang lebih populer seperti "Sa'íd", yang berasal dari bahasa Arab, yang berarti bahagia. Kata lain yang sering disalahpahami sebagai sayyid adalah syahid, istilah dalam bahasa Arab untuk seorang martir. Di Nangroe Aceh Darussalam, biasa disebut dengan kata "Said".

Kata Sayyid secara harfiah berarti Tuan, kata dalam bahasa Inggris yang artinya paling mendekati adalah Sir atau Lord. Dalam dunia Arab sendiri kata ini sering ditukar dengan "Pak..", misal: Sayyid John (Pak John).

Kata yang mempunyai konsep dan makna sama dengan Sayyid adalah Sidi (berasal dari bahasa Arab Sayyidi) yang digunakan di Arab bagian Barat. Kata Sayyid dan Sidi memiliki makna yang sama. Yaitu gelar keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali.

Di Turki, kata Seyyid digunakan sebagai penghormatan pada nama dan diletakkan sebelum nama orang-orang yang dianggap suci di kalangan mereka.

Kata lain dalam bahasa Arab yang mirip adalah Syekh dan Syarif. Keturunan dari Hasan bin Ali yang pernah memerintah Makkah, Madinah, Iraq pada masa Kesultanan Turki Utsmaniyah dan sekarang di Yordania, yaitu Hasyimiyah juga menggunakan gelar Syarif. Dalam Dunia Arab istilah Syarif digunakan oleh keturunan Hasan bin Ali, sedangkan gelar Sayyid digunakan oleh keturunan Husain bin Ali.

Di Nusantara ada beberapa kerajaan yang rajanya hari ini merupakan keturunan garis laki-laki dari orang-orang bergelar Sayyid ini, mereka biasanya datang dan diambil menantu oleh raja sebelumnya kemudian berketurunan. Di antaranya adalah Kesultanan Palembang, Kesultanan Brunei, Kesultanan Sambas, Kesultanan Sulu, Kesultanan Perlis, Kerajaan Laikang, Kesultanan Siak Sri Indrapura, Kesultanan Cirebon, Kesultanan Banten, hingga Kesultanan Pontianak.

Etimologi

Kata sayyid atau sayyidun (Bahasa Arab:سَيِّدٌ) merupakan bentuk tunggal dari kata sādah atau asyad.

Sayyidun asalnya adalah saywidun (سَيْوِدٌ) kemudian huruf Wau diganti dengan huruf Ya karena sebelum huruf wau tersebut terdapat huruf ya yang di sukun dan menurut kaidah I'lal apabila terdapat dua Huruf illat dalam satu kalimat dan huruf illat yang pertama sukun, maka huruf illat kedua akan dirubah menjadi huruf yang sama dengan huruf illat yang sukun tersebut.

Kasus ini terdapat dua huruf illat, dua huruf illat tersebut adalah huruf ya sukun dan wau sehingga dikarenakan sudah memenuhi syarat I'lal, huruf wau diganti dengan huruf ya dan dihasilkan Sayyidun (سَيْيِدٌ) namun ini belum final, dikarenakan bertemunya dua huruf yang sama yang di mana huruf pertama sukun dan yang kedua memiliki Harakat, maka berlakulah kaidah idgham yang di mana kedua huruf itu dilebur jadi satu dan kemudian diberikan tanda syaddah atau tasydid, maka jadilah Sayyidun (سَيِّدٌ).

Alih Bahasa

BahasaAlih BahasaDigunakan di
Bahasa ArabSayyid, Sharif, untuk lelaki.

Sayyidah, Sharifah, Habibah, untuk wanita.

Dunia Arab
Bahasa PersiaSayyed, Sayed, Seyyed, SeyedIran, Azerbaijan dan Türkistan
Bahasa TurkiSeyed, Seyit, Seyyid, SeyyedTurki, Azerbaijan dan Türkistan
Urdu, Punjabi, Bengali, Melayu, IndonesiaSyed, Sidi, Sharif, Syarif, Sayid, Habib, untuk lelaki.

Sayidah, Siti, Sharifah, Syarifah, Habibah, untuk wanita.

Tengku, Tunku, Ungku, dengan nama belakang (Al-Aydrus, atau Al-Idrus), untuk lelaki dan wanita, keturunan Wangsa Bendahara dan Wangsa Temenggong di Malaysia.

Awangku, Pengiran, untuk lelaki, dengan nama belakang (Bolkiah, atau Al-Bolkiah).

Dayangku, Pengiran, untuk wanita, dengan nama belakang (Bolkiah, atau Al-Bolkiah), Keturunan Wangsa Bolkiah di Brunei.

Asia Selatan dan Tenggara
LainnyaSaiyed, Siyyid, Syedna

Orang memilih alih bahasa Latin berdasarkan bahasa yang sering mereka gunakan, tidak tergantung dari tempat mereka tinggal. Sebagai contoh, imigran Muslim dari berbagai negara yang berbeda yang tinggal di London, Britania Raya. Imigran dari Yaman menggunakan kata sayyid, dan imigran dari Pakistan atau India menggunakan syed.

Di antara para intelektual dan sarjana barat, kadang mereka menggunakan kata sayyid atau sayed dalam tulisan mereka.

Indikasi Keturunan

Sayyid sering dimasukkan pada awalan nama yang mengindikasikan dari keturunan mana mereka berasal. Jika mereka merupakan keturunan lebih dari satu Imam Syi'ah, mereka akan menggunakan gelar yang paling dekat.

MoyangGelarNama Keluarga/MargaGelar Persia
Ali bin Abu TalibAllawi2Allawi2Alavi2
Hasan bin Alial-Hashimi atau al-Hassanial-Hashimi atau al-HassaniHashemi, Hassani, atau Thabathaba'i
Husain bin Alial-Hussainial-Hussaini1Hosseini
Ali bin Husanas-Sajadal-SajadSajad
Zaid bin Ali asy-Syahidaz-Zaidial-ZaidiZaidi
Muhammad al-Baqiral-Muhajiral-MuhajirMuhajir
Jafar ash-Shadiqal-Ja'farial-Ja'fariJafari
Musa al-Kadzimal-Mousawial-MousawiMousavi or Kazemi
Ali ar-Ridhaar-Ridawial-Ridawi atau al-RadawiRezavi atau Rizvi
Muhammad at-Taqiat-Taqawial-TaqawiTaqavi
Ali al-Hadian-Naqawial-NaqawiNaqavi

NOTE: (Untuk pembicara non-Arab) ketika mengalihbahasakan dari Bahasa Arab ke Bahasa Inggris, terdapat dua pendekatan.

  • 1. Anda dapat mengalihkan kata itu, huruf demi huruf, seperti "الزيدي" menjadi "a-l-z-ai-d-i".
  • 2. Anda dapat mengalihkan lafal pengucapan dari kata, seperti "الزيدي" menjadi "a-z-z-ai-d-i". Ini karena tata bahasa Arab, beberapa konsonan (n, r, s, sh, t dan z) membatalkan huruf l (ل) dari kata al (ال) . Ketika anda melihat awalan an, ar, as, ash, at, az, dll... ini berarti kata ini merupakan alih bahasa dari lafal pengucapan.
  • i, wi (Bahasa Arab), atau vi (Bahasa Persia) akhirannya mungkin dapat dialihbahasakan dengan akhiran Bahasa Inggris ite atau ian. Akhiran menggunakan nama, atau nama tempat, menjadi nama group dari orang yang tersambung dari tempat kelahirannya. Seperti Ahmad al-Hashimi dialihbahasakan Ahmad keturunan Hassan dan Ahmad al-Harrani seperti Ahmad dari kota Harran.

1Juga, El-Husseini, Husseini, dan Hussaini.

2Mereka yang menggunakan gelar sayyid untuk seluruh keturunan dari Ali bin Abi Talib menggunakan Allawi atau Alavis sebagai sayyid. Walaupun Allawi bukan keturunan dari Muhammad, mereka keturunan dari anak Ali bin Abi Thalib dan wanita yang dinikahinya setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra, seperti Ummu Banin. Mereka yang membatasi gelar sayyid hanya untuk keturunan Muhammad melalui Fatimah az-Zahra, tidak akan memasukkan Allawi/Alavis kedalam sayyid.

Lihat pula

  • Thabathaba'i
  • Rabithah Alawiyah
  • Ahlul Bait
  • Kesultanan Brunei
  • Kesultanan Sambas
  • Kesultanan Sulu
  • Kesultanan Pontianak
  • Kerajaan Kubu
  • Kesultanan Siak Sri Indrapura

Pranala luar

  • Bertemu dengan Sayyid Diarsipkan 2006-08-24 di Wayback Machine.
  • https://www.familytreedna.com/public/baalawi?iframe=yresults
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Spanyol
Lain-lain
  • IdRef
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Alih Bahasa
  3. Indikasi Keturunan
  4. Lihat pula
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Raden Abdul Jalil

penyebar agama Islam di Indonesia

Syekh Jumadil Qubro

atau Maulana Husein Jumadil Kubro atau Sayyid Jamaluddin Al-Hussein atau As-Syekh Sayyid Jamaluddin Akbar atau Sayyid Jumadil Kabir Mojokerto. Menurut peneliti

Ali Khamenei

Pemimpin politik dan agama Iran dari tahun 1989 hingga 2026 (1939–2026)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026