Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Huruf illat

Huruf illat adalah huruf yang banyak berubah dalam suatu kata dalam bahasa Arab, hurufnya yaitu واي. Disebut juga huruf penyakit karena huruf tersebut berubah dari kata asli kadang dihilangkan, dibuang dan/atau ditambahkan.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Maret 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Huruf illat" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Huruf illat (bahasa Arab: حروف العلةcode: ar is deprecated , translit. Huruf al-'Illah, har. 'Huruf Penyakit') adalah huruf yang banyak berubah dalam suatu kata dalam bahasa Arab, hurufnya yaitu واي (Wau, Alif dan Ya). Disebut juga huruf penyakit karena huruf tersebut berubah dari kata asli kadang dihilangkan, dibuang dan/atau ditambahkan.[1]

Anggota huruf ilat

  • Huruf ilat ( حروف العلة ) atau huruf penyakit karena dengan huruf ini واي huruf pada kata asli dapat berubah, dibuang, dihilangkan atau ditambahkan seperti penyakit kadang sakit, kadang sembuh.
  • Huruf mad ( مدّ ) atau huruf panjang. Huruf mad akan dibaca memanjangkan harakat sebelumnya apabila huruf tersebut mati dan huruf mad tersebut sesuai dengan harakat huruf sebelumnya.
  • Huruf lien ( لين ) atau huruf lunak, huruf ini bila bertemu dengan huruf sebelumnya dengan harakat yang berbeda maka akan dibaca lunak dengan syarat apabila huruf tersebut dimatikan (disukun). baik harakat huruf sebelumnya tidak sama maka disebut lien, huruf mad pasti termasuk huruf lien tapi huruf lien belum tentu huruf mad.
  • Huruf ziyadah ( زيادة ) atau huruf tambahan karena huruf tambahan itu umumnya ditambahkannya dengan huruf wawu, alif dan ya ( واي ).[2]

Contoh-contoh pengaruh huruf ilat

Bina mu’tal

فإن يكن ببعضها الماضي افتتح # فسمّ معتلا مثالا كوضع

Bina mu’tal artinya : “Jika fi’il madhi diawali dengan huruf illat واي maka namakanlah mu’tal, misal seperti kata وضع”

Dalam kata وضع dijelaskan huruf wawu berada di depan atau disebut fa’u fi’lihi wawu, dan wawu adalah huruf tersebut.

Setiap fi’il madhi yang huruf awalnya (fa’u fi’lihi) salah satu dari huruf واي maka itu dinamakan bina’ mu’tal atau disebut juga bina mitsal dengan dibagi menjadi dua dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Apabila fi’il madhi yang fa’u fi’lihi nya menggunakan huruf wawu maka disebut mitsalu wawi.
  2. Apabila fi’il madhi yang fa’u fi’lihi nya menggunakan huruf ya’ maka disebut mitsalu ya’i.

Bina’ naqish dan ajwaf

وناقصا قل كغزا إن اختتم # به وإن بجوفه اجوافا علم

Bina’ naqish dan ajwaf artinya : “dan katakanlah bina’ naqis seperti kata غزا apabila fi’il madhi itu diakhiri dengan huruf واي dan jika huruf itu ada di tengah maka katakanlah bina’ ajwaf”

Bina' naqish yaitu fi’il madhi yang lam fi’lihi berhuruf واي dan bina’ naqis pun terbagi dua dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Apabila fi’il madhi yang lam fi’lihi menggunakan huruf wawu maka disebut naqis wawi.
  2. Apabila fi’il madhi yang lam fi’lihi menggunakan huruf ya’ maka disebut naqis ya’i.

Bina ajwaf seperti kata سار yang aslinya سير apabila fi’il madhi yang ain’ fi’lihi berhuruf واي. Jadi bina ajwaf adalah kata kerja yang huruf tengah kata aslinya berhuruf واي dan bina ajwaf juga terbagi menjadi dua dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Apabila fi’il madhi yang ain’ fi’lihi menggunakan huruf wawu maka disebut ajwaf wawi.
  2. Apabila fi’il madhi yang ain’ fi’lihi menggunakan huruf ya’ maka disebut ajwaf ya’i.

Bina lafif

وبلفيف ذي اقتران سمّ ان # عين له منها كلام تستبن

Bina lafif artinya : “dan namakanlah dengan bina’ lafifu maqrun apabila ain fi’lihi dan lam fi’lihi berhuruf واي”

Bina lafif maqrun

Bina lafif maqrun seperti kata قوي yang huruf tengah dan akhirnya berhuruf واي . Disebut lafifu maqrun karena huruf واي bergandengan ditengah dan dia akhir fi’il madhi.

وإن تكن فأ له ولام # فذوافتراق كوفي الغلام

Artinya : “dan apabila fa’u fi’lihi dan lam fi’lihi dalam fi’il madhi itu berhuruf واي maka dinamakan lafifu mafruq seperti kata وفي الغلام”

Bina lafif mafruq

Bina lafif mafruq seperti kata وفي الغلام yaitu huruf illat واي berada di awal dan di akhir kalimat dinamakan demikian karena berkumpulnya huruf ilat namun hurufnya terpisahkan oleh huruf shohih.

Bina mudho’af

وادغم لمثلي نحو يزيد اكففا # فكفّ وقل سمّه المضعفا

Bina mudho’af artinya : “Idghomkanlah pada dua huruf yang sama seperti lafazh يزيد اكففا menjadi فكفّ maka dinamakan bina’ mudho’af”

Bina mudho'af seperti kata يزيد اكففا menjadi فكفّ dinamakan bina’ mudho’af karena ain fi’lihi dan lam fi’lihi berhuruf sama dan harus di idghomkan agar tidak terlalu berat atau terlalu panjang. Contoh seperti مدد menjadi مدّ.

Bina mahmuz

مهمزٌ الذي علي المهزاشتمل # نحو قرأ سأل قبل ما أفل

Bina mahmuz artinya : “mahmuz adalah lafadz yang menggunakan hamzah seperti قرأ سأل قبل ما أفل”

Bina mahmuz adalah bina yang kata nya mengandung huruf hamzah seperti قرأ سأل أفل dan bina’ ini terbagi menjadi 3, diantaranya sebagai berikut.

  1. Apabila hamzah berada di fa’u fi’lihi maka disebut mahmuz fa’
  2. Apabila hamzah berada di ain fi’lihi maka disebut mahmuz ‘ain
  3. Apabila hamzah berada di lam fi’lihi maka disebut mahmuz lam.

Bina shohih

ثمّ الصحيح ما عدا الذي ذكر# كاغفرلنا ربي كمن له غفر

Bina shohih artinya : “kemudian bina shohih adalah bina yang berbeda dari bina’ bina’ yang telah dijelaskan. Seperti اغفرلنا ربي كمن له غفر”

Bina’ shohih adalah bina’ yang berbeda, bina’ shohih tidak terdapat hamzah, tidak terdapat huruf yang berkumpul sama dan tidak terdapat huruf ilat. Bina’ ini terbebas dari penyakit atau bebas dari huruf illat makanya disebut bina’ shohih. Contohnya كتب, ضرب, نصر.

Penjelasan

Dalam kata kerja atau fi’il seperti contoh فعل, dijelaskan bahwa huruf ف itu disebut dengan fa’u fi’lihi atau huruf awal, huruf ع yaitu disebut ain fi’lihi atau huruf tengah dan huruf ل disebut dengan lam fi’lihi.[3]

Referensi

  1. ↑ Penjelasan huruf ilat berdasarkan kitab kuning
  2. ↑ terjemah qothrun nada dan mulakhos
  3. ↑ definisi dan contoh huruf ilat

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Anggota huruf ilat
  2. Contoh-contoh pengaruh huruf ilat
  3. Bina mu’tal
  4. Bina’ naqish dan ajwaf
  5. Bina lafif
  6. Bina lafif maqrun
  7. Bina lafif mafruq
  8. Bina mudho’af
  9. Bina mahmuz
  10. Bina shohih
  11. Penjelasan
  12. Referensi

Artikel Terkait

Sayyid

dua Huruf illat dalam satu kalimat dan huruf illat yang pertama sukun, maka huruf illat kedua akan dirubah menjadi huruf yang sama dengan huruf illat yang

I'lal

untuk mengubah Huruf illat seperti Wau (و), Alif (ا) dan Ya’(ي), supaya ringan dan mudah dalam mengucapkannya. Cara mengubah huruf-huruf illat tersebut, terkadang

Bina’ Shohih

fi’ilnya bukan terdiri dari Huruf Illat ( و – ا – ي ), bukan Huruf Hamzah ( ء ), juga ‘ain fi’il dan lam fi’ilnya bukan huruf kembar. Contoh: نَصَرَ – ضَرَبَ

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026