Sawahan adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Sawahan dimekarkan dari Kecamatan Jiwan pada tahun 1982 bersamaan dengan pemekaran Kecamatan Wonoasri. Sawahan merupakan kecamatan dengan luas terkecil (22,15 km²) sekaligus berpenduduk paling sedikit di Kabupaten Madiun. Sawahan berbatasan dengan tiga daerah lain yaitu Kota Madiun di selatan, Kabupaten Ngawi di utara, dan Kabupaten Magetan di sebelah barat. Pusat perekonomian kecamatan ini berada di Pasar Kajang yang terletak di ujung barat laut kecamatan dan dilewati Jalan Raya Kajang yang menghubungkan Ngawi dengan Kota Madiun.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sawahan
ꦱꦮꦲꦤ꧀ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Madiun | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Muhammad Sholeh, S.Sos, M.Si | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 25.408 jiwa | ||||
| Kode pos | 63162 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.19.14 | ||||
| Kode BPS | 3519140 | ||||
| Luas | 22,15 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 13 | ||||
| |||||
Sawahan adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Sawahan dimekarkan dari Kecamatan Jiwan pada tahun 1982 bersamaan dengan pemekaran Kecamatan Wonoasri.[1] Sawahan merupakan kecamatan dengan luas terkecil (22,15 km²) sekaligus berpenduduk paling sedikit di Kabupaten Madiun (sekitar 25 ribu jiwa di tahun 2024).[2] Sawahan berbatasan dengan tiga daerah lain yaitu Kota Madiun di selatan, Kabupaten Ngawi di utara, dan Kabupaten Magetan di sebelah barat. Pusat perekonomian kecamatan ini berada di Pasar Kajang yang terletak di ujung barat laut kecamatan dan dilewati Jalan Raya Kajang yang menghubungkan Ngawi dengan Kota Madiun.[3]

Sawahan adalah kecamatan dengan geografi dataran rendah dan didominasi areal persawahan. Sebagian besar wilayah Sawahan berada di barat Kali Madiun. Sungai ini mengalir dari selatan ke utara melewati Kota Madiun dan berakhir di Bengawan Solo di Ngawi. Karena pernah terjadi perubahan aliran sungai, terdapat sebagian kecil wilayah Sawahan yang berada di timur Kali Madiun yaitu area sekitar Pasar Kajang misalnya Desa Kajang dan Klumpit. Sisa-sisa sungai di timur Kajang sekarang menjadi genangan air yang luas tanpa muara bernama Kali Mati dan dimanfaatkan warga untuk memancing dan budidaya ikan.[4][5]
Batas wilayah Sawahan adalah sebagai berikut:[6]
| Utara | |
| Timur | Kali Madiun dan Kecamatan Madiun |
| Selatan | |
| Barat |
Kecamatan Sawahan terdiri dari 13 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[6]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun dan Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bakur | Bakur, Bantengan, Ketitang, Klampisan | [6] |
| 2 | Cabean | Cabean, Benguk, Kluwung, Mbanyak | [6] |
| 3 | Golan | Golan, Dingin, Nglencong | [6] |
| 4 | Kajang | Kajang 1, Kajang 2, Klangitan | [6] |
| 5 | Kanung | Kanung 1, Kanung 2 | [6] |
| 6 | Klumpit | Klumpit 1, Klumpit 2, Klumpit 3 | [6] |
| 7 | Krokeh | Krokeh | [6] |
| 8 | Lebak Ayu | Lebak Ayu, Ngebong | [6] |
| 9 | Pucangrejo | Pucangrejo, Betet, Juron, Karanganyar, Sumurgung | [7] |
| 10 | Pule | Pule | [6] |
| 11 | Rejosari | Rejosari, Dewan, Ngronggo | [6] |
| 12 | Sawahan | Sawahan, Bakem, Krandang, Pulorejo | [6] |
| 13 | Sidomulyo | Sidomulyo, Sidorejo, Singolobo, Wadeng | [8] |
