Mr. Saverius Supit Palenkahu adalah seorang tokoh Kristen Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Sosial Negara Indonesia Timur dalam kabinet pimpinan Perdana Menteri Ida Anak Agung Gde Agung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
S. S. Palenkahoe | |
|---|---|
| Menteri Sosial Negara Indonesia Timur ke-4 | |
| Masa jabatan 15 Desember 1947 – 12 Januari 1949 | |
| Presiden | Tjokorda Gde Raka Soekawati |
| Perdana Menteri | Ida Anak Agung Gde Agung |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Saverius Supit Pelenkahoe Tidak diketahui Minahasa |
| Meninggal | Tidak diketahui |
| Partai politik | Parkindo |
| Profesi | Politisi |
Mr. Saverius Supit[1] Palenkahu (Ejaan Van Ophuijsen: Palenkahoe, tanggal lahir dan meninggalnya tidak diketahui) adalah seorang tokoh Kristen Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Sosial Negara Indonesia Timur dalam kabinet pimpinan Perdana Menteri Ida Anak Agung Gde Agung.
S. S. Palenkahu lahir di Minahasa. Ia mulai menempuh studi di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS) pada tahun 1932, dan lulus sebagai Meester in de Rechten. Selama menjadi mahasiswa di RHS, Palenkahu aktif dalam organisasi Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) bersama Johannes Leimena, Amir Sjarifoeddin dan Albert Mangaratua Tambunan, yang menjadi cikal-bakal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.[2]
Setelah menyelesaikan studi, ia bekerja pada Departemen Pendidikan dan Agama Hindia Belanda mulai tahun 1938, dan sebelum Masa pendudukan Jepang, terakhir bekerja sebagai editor pada departemen tersebut.
Ia menikah dengan C. H. J. Sigar pada tanggal 10 Januari 1940. Dari istrinya, Palenkahu berkerabat dengan Dora Marie Sigar, istri dari Soemitro Djojohadikoesoemo dan nenek dari Presiden Prabowo Subianto.
Palenkahu tercatat sebagai anggota cadangan Konferensi Denpasar mewakili wilayah Minahasa. Ia ditunjuk sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Ida Anak Agung Gde Agung menggantikan Tan Tek Heng. Palenkahu menduduki jabatan tersebut selama hampir dua tahun, yaitu dari jangka waktu 15 Desember 1947 sampai 12 Januari 1949.
Selama menjadi Menteri Sosial, Palenkahu berperan dalam memberantas buta huruf di Negara Indonesia Timur dan mengatur keberangkatan haji.[3]
Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Sosial sebagai bentuk protes atas Agresi Militer Belanda II dan digantikan oleh Sulaiman Binol.
Setelah kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan, Palenkahu bekerja pada Kementerian Sosial Republik Indonesia. Ia juga aktif dalam kepemimpinan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan menjadi calon dalam Pemilihan Umum 1955 sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, namun tidak terpilih.[4] Ia terpilih menjadi anggota Pengurus Pusat Parkindo pada tahun 1956.
Pada masa tuanya di tahun 1990an, Palenkahu aktif menulis.