Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sèlèh

Dalam teori karawitan Jawa, sèlèh adalah nada tujuan atau titik perhentian dalam suatu frase musikal (gatra) dalam penciptaan gendhing. Seleh berfungsi sebagai pusat gravitasi melodi, yaitu nada yang menjadi sasaran dari rangkaian cengkok atau gerak melodi lainnya. Dalam struktur gendhing, sèlèh biasanya berkaitan erat dengan balungan dan menjadi penanda penting dalam memahami arah musikal suatu komposisi. Dengan kata lain, sèlèh adalah titik akhir, atau titik terberat yang memberikan rasa stabil dalam alur musikal.

Wikipedia article
Diperbarui 23 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.

Dalam teori karawitan Jawa, sèlèh adalah nada tujuan atau titik perhentian dalam suatu frase musikal (gatra) dalam penciptaan gendhing. Seleh berfungsi sebagai pusat gravitasi melodi, yaitu nada yang menjadi sasaran dari rangkaian cengkok atau gerak melodi lainnya. Dalam struktur gendhing, sèlèh biasanya berkaitan erat dengan balungan dan menjadi penanda penting dalam memahami arah musikal suatu komposisi. Dengan kata lain, sèlèh adalah titik akhir, atau titik terberat yang memberikan rasa stabil dalam alur musikal.[1]

Secara fungsional, sèlèh menentukan pilihan dan bentuk cengkok yang digunakan oleh pemain. Meski dapat dikembangkan, cengkok harus diarahkan menuju sèlèh tertentu, sehingga hubungan antara cengkok dan sèlèh bersifat sangat erat. Pemahaman terhadap sèlèh memungkinkan pengrawit untuk memilih variasi cengkok yang sesuai, sehingga hasil permainan tetap selaras dengan struktur gending. Tanpa pemahaman sèlèh, penggunaan cengkok dapat menjadi tidak tepat dan mengganggu keseimbangan musikal.[2]

Sèlèh juga memiliki dimensi estetis yang berkaitan dengan rasa pathet dan suasana musikal. Dalam konteks ini, sèlèh tidak hanya berfungsi sebagai titik akhir teknis, tetapi juga sebagai penentu karakter emosional dari suatu bagian gendhing. Perubahan sèlèh dapat memengaruhi nuansa musikal secara signifikan, sehingga pengrawit harus memahami hubungan antara sèlèh, pathet, dan konteks penyajian untuk menghasilkan interpretasi yang tepat.[3]

Referensi

  1. ↑ Marsudi 2025, hlm. 120.
  2. ↑ Marsudi 2025, hlm. 104.
  3. ↑ Marsudi 2025, hlm. 103.

Daftar pustaka

  • Marsudi (2025). "Perancangan Belajar Suling Pelog Yogyakarta". Karawitanology. 1 (1): 100–130.
  • l
  • b
  • s
Gamelan
Teori
  • Cengkok
  • Imbal-imbalan dan kotekan
  • Laras dan pathet
    • Pelog
    • Slendro
  • Gatra
  • Gendhing
  • Kolotomi
  • Notasi gamelan
  • Sekaran
  • Sèlèh
  • Wirama
  • Wiyaga
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
  • Angklung
  • Bebonangan
  • Baleganjur
  • Degung
  • Gadhon
  • Gambang
  • Gender wayang
  • Gong gede
  • Gong kebyar
  • Jegog
  • Joged bumbung
  • Keraton
    • Surakarta
    • Yogyakarta
  • Kodhok ngorek
  • Monggang
  • Slendro
  • Sekaten
  • Selonding
  • Semar pagulingan
  • Siteran
  • Daftar ansambel AS
Musisi
  • Evan Ziporyn
  • Gamelan Sekar Jaya
  • Gamelan Son of Lion
  • I Nyoman Windha
  • K. P. H. Notoprojo
  • Sumarsam
  • Michael Tenzer
  • K.R.T. Wiroguno
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
  • Bende
  • Engkuk kemong
  • Jengglong
  • Kajar dan kempli
  • Kemong
  • Kempul
  • Kempyang dan kethuk
  • Kenong
  • Gong
    • Gong besar
Instrumen balungan
atau melodi
  • Bonang
    • Barung
    • Panembung
  • Saron
    • Demung
    • Barung
  • Slenthem
  • Slentho
  • Reyong
Instrumen panerusan
  • Bonang panerus
  • Celempung
  • Cluring
  • Gangsa
  • Gendèr
  • Gambang
    • Gangsa
  • Kompang
  • Peking
  • Rebab
  • Siter
  • Suling
Tak bernada
  • Kendang
    • Ciblon
    • Gendhing
    • Ketipung
    • Kulanter
  • Beduk
  • Kecer
  • Kemanak
  • Keprak
  • Klinthing robyong / Gentorag
  • Rojeh
  • Tambur
Vokal dan
tepuk tangan
  • Gerongan
  • Sinden
  • Alok
  • Senggakan
  • Keplok
Tata gendhing
  • Bubaran
  • Gangsaran
  • Ketawang
  • Ladrang
  • Lancaran
Komposisi
terkenal
  • Gangsaran Roning Tawang
  • Gendhing gati
  • Gendhing penghormatan Yogyakarta
    • Prabu Mataram
    • Raja Manggala
  • Puspawarna
  • Udan Mas

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Bulan-bulan

Indonesia, ikan ini juga dikenal dengan nama kampulan (Sulawesi Selatan), seleh (Jawa Tengah), atau trupang (Jawa Timur). Di Australia ikan ini dikenal

Sastra Jawa

mudah diingat. Ana awan, ana pangan Ngalah nanging oleh Sing salah kudu seleh Becik ketitik ala ketara Sing weweh bakal pikoleh Adigang adigung adiguna

Gunung Tidar

gunung di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026