"Runtuhkan tembok ini!" adalah kalimat dari pidato Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan di Berlin Barat tanggal 12 Juni 1987 yang meminta pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, untuk membuka penghalang yang membelah Berlin Barat dan Berlin Timur sejak 1961.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Reagan berbicara di depan Gerbang Brandenburg | |
| Tanggal | 12 Juni 1987 (1987-06-12) |
|---|---|
| Tempat | Gerbang Brandenburg |
| Lokasi | Berlin Barat |
| Nama lain | Pidato Tembok Berlin |
| Peserta/Pihak terlibat | Ronald Reagan |
Bagian dari seri mengenai |
|---|
| Sejarah Berlin |
| Margraviate Brandenburg (1157–1806) |
| Kerajaan Prusia (1701–1918) |
| Kekaisaran Jerman (1871–1918) |
| Republik Weimar (1919–33) |
| Jerman Nazi (1933–45) |
| Jerman Barat dan Jerman Timur (1945–90) |
|
| Republik Federal Jerman (1990–sekarang) |
| Lihat pula |
"Runtuhkan tembok ini!" (bahasa Inggris: Tear down this wall!code: en is deprecated ) adalah kalimat dari pidato Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan di Berlin Barat tanggal 12 Juni 1987 yang meminta pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, untuk membuka penghalang yang membelah Berlin Barat dan Berlin Timur sejak 1961.[1]
Setibanya di Berlin tanggal 12 Juni 1987, Presiden dan Ny. Reagan diantar ke Reichstag; di sana mereka dapat melihat Tembok Berlin dari balkon.[2] Reagan kemudian berpidato di Gerbang Brandenburg pada pukul 14:00 di hadapan dua bilah kaca antipeluru.[3] Presiden Jerman Barat Richard von Weizsäcker, Kanselir Helmut Kohl, dan Wali Kota Berlin Barat Eberhard Diepgen hadir dalam pidato tersebut.[2]
Sore itu, Reagan berkata,
Kami menyambut perubahan dan keterbukaan; karena kami percaya bahwa kebebasan dan keamanan dapat berjalan bersama, bahwa kemajuan kebebasan manusia akan memperkuat perjuangan meraih perdamaian dunia. Ada satu tindakan benar yang dapat dilakukan oleh Soviet, tindakan yang mampu memajukan perjuangan meraih kebebasan dan perdamaian. Sekretaris Jenderal Gorbachev, bila Anda ingin perdamaian, bila Anda ingin kemakmuran bagi Uni Soviet dan Eropa timur, bila Anda ingin pembebasan, datanglah ke gerbang ini. Tn. Gorbachev, buka gerbang ini. Tn. Gorbachev, runtuhkan tembok ini![4]

Dalam pidatonya, Presiden Reagan juga berkata, "Ketika saya tadi memandangi [tembok] dari Reichstag, simbol persatuan Jerman, saya melihat ada kata-kata yang dituliskan di tembok, mungkin oleh seorang anak muda Berlin, 'Tembok ini akan runtuh. Keyakinan menjadi kenyataan.' Ya, di seluruh Eropa, tembok ini akan runtuh. Karena tembok ini tidak dapat membendung keyakinan; tembok ini tidak dapat membendung kebenaran. Tembok ini tidak dapat membendung kebebasan."[4]
Reagan juga meminta agar perlombaan senjata berakhir sambil menyebut senjata nuklir SS-20 milik Soviet. Selain itu, ia mengharapkan "tidak hanya membatasi peningkatan jumlah senjata, melainkan pemusnahan, untuk pertama kalinya, semua senjata nuklir dari muka Bumi."[3]