Revolver adalah film misteri kejahatan Korea Selatan tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai oleh Oh Seung-uk serta dibintangi oleh Jeon Do-yeon, Ji Chang-wook, dan Lim Ji-yeon sebagai pemeran utama. Ceritanya berkisah mengenai seorang mantan polisi yang baru saja keluar dari penjara setelah menjalani hukuman atas kasus yang penuh tanda tanya. Film ini dirilis di bioskop pada tanggal 7 Agustus 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Revolver | |
|---|---|
Poster rilis layar lebar | |
| Nama lain | |
| Hangul | 리볼버code: ko is deprecated |
| Arti harfiah | Revolver |
| Alih Aksara | Ribolbeo |
| Sutradara | Oh Seung-uk |
| Produser | Han Jae-deok |
| Ditulis oleh | Oh Seung-uk |
| Pemeran | |
| Penata musik | Jo Yeong-wook |
| Sinematografer | Kang Kook-hyun |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Plus M Entertainment |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 114 menit |
| Negara | Korea Selatan |
| Bahasa | Korea |
Pendapatan kotor | US$1,7 juta[1] |
Revolver (Hangul: 리볼버code: ko is deprecated ; RR: Ribolbeo) adalah film misteri kejahatan Korea Selatan tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai oleh Oh Seung-uk serta dibintangi oleh Jeon Do-yeon, Ji Chang-wook, dan Lim Ji-yeon sebagai pemeran utama. Ceritanya berkisah mengenai seorang mantan polisi yang baru saja keluar dari penjara setelah menjalani hukuman atas kasus yang penuh tanda tanya. Film ini dirilis di bioskop pada tanggal 7 Agustus 2024.[2]
Hidup seorang polisi wanita bernama Ha Soo-young berubah total ketika ia terseret dalam skandal korupsi besar yang melibatkan polisi, pengacara, dan pejabat berpengaruh. Dalam sebuah operasi terkait sebuah klub malam bernama Blue Oyster, terjadi kasus narkoba yang melibatkan anak pejabat tinggi. Para polisi korup membutuhkan seseorang untuk dijadikan kambing hitam agar skandal tidak melebar. Soo-young ditawari kesepakatan untuk mengaku bersalah dan masuk penjara. Sebagai gantinya, ia akan menerima apartemen dan uang dalam jumlah besar serta kehidupan baru setelah bebas. Karena percaya pada rekan-rekannya yang menjanjikan kompensasi, terutama karena dijamin oleh seorang bernama Andy, Soo-young menerima tawaran tersebut. Ia pun menjalani hukuman penjara selama dua tahun. Dua bulan sebelum kebebasannya, dia melihat berita di televisi yang menginformasi bahwa pacarnya, Lim Seok-yong ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri. Hari kebebasan yang ditunggu akhirnya tiba. Namun begitu keluar, alih-alih disambut rekan-rekannya, ia malah dijemput oleh perempuan asing bernama Jung Yoon-sun. Setelah memeriksa semuanya, Soo-young langsung menyadari bahwa apa yang dijanjikan tidak pernah ada. Semua orang yang dulu terlibat menghilang begitu saja. Soo-young dihubungi oleh Min Ki-hyun yang memberinya pistol dan menyuruhnya menemui mantan Kepala polisi Kwon untuk memberinya dana operasional untuk penyelidikan.
Soo-young kemudian menemui Jo Jae-hoon, orang yang juga masuk penjara karena menjadi pelaku penyuapan dalam operasi yang menyebabkan dirinya dipenjara. Dari sana dia mengetahui bahwa Seok-yong bunuh diri karena mengetahui hal yang berhubungan dengan Grace, CEO dari Eastern Promise, perusahaan yang melakukan pencucian uang melalui klub Blue Oyster. Soo-young kembali menemui Ki-hyun dan mengetahui bahwa Grace adalah salah satu anak angkat dari CEO Eastern Promise sebelumnya. Ki-hyun menyuruhnya menemui kolega Seok-yong, Shin Dong-ho untuk mencari informasi mengenai kasus terakhir yang ditangani Seok-yong. Darinya, dia mengetahui bahwa Seok-yong tinggal bersama Yoon-sun saat Soo-young berada di penjara. Soo-young menemui Yoon-sun, dan memintanya mencari orang Eastern Promise yang selama ini berhubungan dengan Seokyong. Saat itulah, terungkap bahwa Andy adalah orang tersebut, di mana Andy juga merupakan adik dari Grace. Dengan bantuan Seok-yong, Soo-young menemui Andy dan meminta uang yang dijanjikan. Andy mengaku bahwa dia tidak lagi bekerja untuk Eastern Promise dan tidak bisa memberikan uang tersebut. Sebagai gantinya, dia memberikan Soo-young satu tas berisi narkoba. Soo-young menolak tas tersebut dan mematahkan kakinya karena Andy menolak untuk memberitahu mengenai orang yang bisa memberikan uang tersebut.
Di tempat lain, Grace mengungkap bahwa perusahaan sebenarnya telah mengucurkan dana Soo-young untuk Andy, tapi Andy malah menghabiskannya untuk judi. Soo-young menemui seorang syaman untuk mendapatkan informasi mengenai saudara tiri Grace (Hwang Jeong-mi, orang yang memiliki apartemen yang seharusnya menjadi miliknya), dan kemudian bertemu dengan Kepala Direktur Eastern Promise yang meminta waktu dan berjanji akan membayar uang yang dijanjikan. Kepala Direktur memanggil Yoo-sun dan Jae-hoon dan meminta mereka untuk memantau semua aktivitas Soo-young dan melaporkannya padanya. Dalam kilas balik, terungkap bahwa Soek-yong tidak mati bunuh diri, melainkan ditembak oleh seorang pria.
Keesokan harinya, Soo-young diantar oleh Yoo-sun ke sebuah kuil Buddhis yang ada pada kartu pos yang tertempel di apartemen Seok-yong dan apartemen syaman yang dia kunjungi. Di sana seorang biksu memberikannya sebuah surat kepemilikan apartemen disertai segel Jeong-mi. Sepulangnya dari sana, mereka dihadang oleh Andy dengan kawanannya. Yoo-sun menabrak salah satu dari mereka, sementara Soo-young masuk dalam hutan dan menaklukkan 2 orang lainnya. Dong-ho yang mengikuti Soo-young tiba di lokasi dan menodong Yoo-sun untuk meletakkan tongkat polisinya. Tidak lama Jae-hoon juga tiba, di mana Dong-ho kemudian menembak tangannya. Di saat ketegangan sedang terjadi, Soo-young menembak telinga Dong-ho yang lengah dan memaksa Andy untuk menelpon Grace agar datang seorang diri membebaskannya di halaman kuil. Grace datang dengan tas berisi uang dan membebaskan Andy. Saat Grace pergi karena merasa frustasi dengan Andy yang terus melakukan perbuatan bodoh yang menyusahkan dirinya, Andy memanggilnya “Ibu” yang mengungkap bahwa Andy sebenarnya adalah anak dari Grace. Mereka berjanji tidak akan menganggu Soo-young lagi. Soo-young mampir di sebuah ibu penjual minuman dan memberikan sebundel uang yang baru terimanya, tapi ibu tersebut hanya mengambil selembar uang dari bundelan uang tersebut.
Proyek film ini berawal dari inisiatif aktris utama Jeon Do-yeon. Menurut Oh Seung-uk yang menjadi sutradara, ide film muncul setelah Jeon Do-yeon menghubunginya dan mendorongnya untuk segera menulis proyek baru. Dari pertemuan tersebut, Oh Seung-uk kemudian menulis skenario yang memang dirancang khusus untuk Jeon Do-yeon sebagai pusat cerita.[9]
Hingga Agustus 14, 2024[update], Revolver telah meraih pendapatan sebesar 1,7 juta dolar Amerika dengan total 226.986 tiket terjual.[10]
| Penghargaan | Tahun | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Penghargaan Seni Baeksang | 2025 | Film Terbaik | Revolver | Nominasi | [11][12] |
| Sutradara Terbaik | Oh Seung-uk | Menang | |||
| Aktris Terbaik | Jeon Do-yeon | Menang | |||
| Aktris Pendukung Terbaik | Lim Ji-yeon | Nominasi | |||
| Skenario Terbaik | Oh Seung-uk, Joo Byul | Nominasi | |||
| Penghargaan Film Blue Dragon | 2024 | Aktris Terbaik | Jeon Do-yeon | Nominasi | [13] |
| Aktris Pendukung Terbaik | Lim Ji-yeon | Nominasi | |||
| Sinematografi dan Pencahayaan Terbaik | Kang Kuk-hyun, Kim Hyo-sung | Nominasi | |||
| Tata Artistik Terbaik | Park Il-hyeon | Nominasi | |||
| Penghargaan Teknis | Cho Sang-gyeong (Costume Design) | Nominasi | |||
| Penghargaan Film Buil | 2024 | Film Terbaik | Revolver | Menang | [14][15] |
| Sutradara Terbaik | Oh Seung-uk | Nominasi | |||
| Aktris Terbaik | Jeon Do-yeon | Nominasi | |||
| Aktris Pendukung Terbaik | Lim Ji-yeon | Menang | |||
| Sinematografi Terbaik | Kang Kuk-hyun | Menang | |||
| Penghargaan Kritikus Film Busan | 2024 | Grand Prize | Revolver | Menang | [16] |
| Aktris Terbaik | Jeon Do-yeon | Menang | |||