Republik Sosialis Uni Burma adalah pemerintahan Myanmar yang berdiri selama 26 tahun di bawah kepemimpinan Jenderal Ne Win dan Partai Program Sosialis Burma (BSPP).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Republik Sosialis Uni Burma ပြည်ထောင်စု ဆိုရှယ်လစ်သမ္မတ မြန်မာနိုင်ငံတော်code: my is deprecated | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1962–1988 | |||||||||
Semboyan: — | |||||||||
Wilayah Republik Sosialis Uni Burma | |||||||||
| Status | Negara sosialis | ||||||||
| Ibu kota | Rangoon | ||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | |||||||||
| Agama | |||||||||
| Pemerintahan | Negara sosialis satu partai di bawah kediktatoran militer | ||||||||
| Ketua Partai | |||||||||
• 1962–1988 (pertama) | Ne Win[a] | ||||||||
• 1988 (terakhir) | Maung Maung | ||||||||
| Ketua Dewan / Presiden | |||||||||
• 1962–1981 (first) | Ne Win[b] | ||||||||
• 1988 (last) | Maung Maung | ||||||||
| Ketua Pemerintah / Perdana Menteri | |||||||||
• 1962–1974 (first) | Ne Win[c] | ||||||||
• 1988 (last) | Tun Tin | ||||||||
| Legislatif | Pyithu Hluttaw | ||||||||
- Unikameral | Majelis Rakyat | ||||||||
| Era Sejarah | Perang Dingin | ||||||||
| 2 Maret 1962 | |||||||||
| 18 September 1988 | |||||||||
| Mata uang | Kyat Burma | ||||||||
| Kode ISO 3166 | MM | ||||||||
| |||||||||
| Sekarang bagian dari | |||||||||
| Sejarah Myanmar |
|---|
|
|
|
|
Republik Sosialis Uni Burma (bahasa Burma: Pyidaunzu Soshallhaitsammat Myăma Nainngandawcode: my is deprecated ) adalah pemerintahan Myanmar yang berdiri selama 26 tahun di bawah kepemimpinan Jenderal Ne Win dan Partai Program Sosialis Burma (BSPP).[1]
Pada 2 Maret 1962, militer yang dipimpin Jenderal Ne Win menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan U Nu. Ne Win berargumen bahwa demokrasi parlementer tidak cocok untuk Burma yang multi-etnis.[2] Dewan Revolusioner dibentuk sebagai otoritas tertinggi negara.
Ideologi negara didefinisikan dalam dokumen "Jalan Burma Menuju Sosialisme" (Burmese Way to Socialism). Ideologi ini menggabungkan prinsip-prinsip Marxisme-Leninisme, Nasionalisme, dan ajaran Buddhisme.[3]

Partai Program Sosialis Burma (BSPP) dibentuk pada 4 Juli 1962 sebagai satu-satunya partai politik yang legal di negara tersebut. Seluruh pejabat pemerintahan wajib menjadi anggota partai, dan militer memegang kendali penuh atas struktur organisasi partai dari tingkat pusat hingga desa.[4]
Burma di era ini dikenal sangat isolasionis. Negara ini keluar dari Gerakan Non-Blok pada tahun 1979 karena merasa gerakan tersebut terlalu condong ke Uni Soviet, meskipun kemudian bergabung kembali pada dekade berikutnya.[5]
Antara tahun 1963 dan 1970, pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap seluruh bank, toko ritel, dan industri ekspor-impor. Akibatnya, komunitas pedagang India dan Tionghoa meninggalkan Burma secara massal.[6]
Kegagalan sistem ekonomi terpusat menyebabkan inflasi tinggi dan kelangkaan barang-barang pokok. Pada tahun 1987, Burma secara resmi dikategorikan sebagai negara termiskin (LDC) oleh PBB.[7]
Pada tahun 1987, pemerintah membatalkan nilai mata uang (demonetisasi) pecahan besar tanpa kompensasi, yang menghanguskan tabungan jutaan rakyat. Protes mahasiswa di Rangoon pada Maret 1988 berkembang menjadi pemberontakan nasional pada 8 Agustus 1988 (Pemberontakan 8888). Ne Win mengundurkan diri sebagai ketua partai, namun kekacauan terus berlanjut hingga militer melakukan kudeta baru pada 18 September 1988.[8]
| No | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Ne Win | 4 Juli 1962 | 23 Juli 1988 |
| 2 | Sein Lwin | 26 Juli 1988 | 12 Agustus 1988 |
| 3 | Maung Maung | 19 Agustus 1988 | 18 September 1988 |